penyakit otak tagged posts

MRI Fungsional 

MRI fungsional, atau disingkat sebagai fMRI, merupakan tindakan medis yang melibatkan pemeriksaan pencitraan untuk mengukur aktivitas otak manusia. fMRI mampu mendeteksi perubahan pada kadar oksigen dan aliran darah pada otak. Bagian otak yang lebih aktif akan memakai lebih banyak oksigen, dan hal tersebut membuat aliran darah meningkat.

Mengapa MRI Fungsional Diperlukan?

MRI fungsional diperlukan dokter karena dokter dapat melihat fungsi otak normal dan otak yang bermasalah karena cedera atau kondisi medis tertentu. MRI fungsional juga dapat membantu dokter mengetahui apakah pasien akan mengalami risiko sebelum melakukan operasi atau tindakan terapi invasif lainnya untuk menjaga kondisi otak.

Selain itu, MRI fungsional diperlukan untuk:

  • Memeriksa fungsi anatomis otak.
  • Memeriksa bagian otak yang mengendalikan fungsi penting dalam otak seperti berbicara dan bergerak.
  • Membantu memeriksa efek dari penyakit yang menghambat fungsi otak seperti stroke dan trauma.
  • Memantau pertumbuhan dan fungsi tumor otak.
  • Memantau perencanaan operasi atau terapi invasif lainnya pada otak.

Persiapan Sebelum Melakukan MRI Fungsional

Jika Anda ingin melakukan MRI fungsional, Anda perlu beritahu dokter jika Anda:

  • Memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal atau hati.
  • Memiliki alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
  • Memiliki penyakit asma.
  • Sedang hamil.
  • Baru menjalani operasi.

Selain itu, alat-alat berbahan logam tidak diperbolehkan selama melakukan MRI fungsional, karena medan magnet pada mesin MRI akan menarik logam sehingga dapat menghambat proses pemeriksaan. Berikut adalah alat-alat yang tidak diperbolehkan:

  • Katup jantung buatan.
  • Tindik pada tubuh.
  • Implan koklea di bagian telinga.
  • Gigi palsu.
  • Infus pump.
  • Peluru atau serpihan logam.
  • Implanted nerve stimulator.
  • Sendi buatan berbahan logam.
  • Tato berbahan logam.
  • Alat pacu jantung yang ditanamkan ke dalam tubuh.
  • Klip logam atau sekrup.

Anda diminta untuk melepaskan perlengkapan atau aksesoris seperti kacamata dan jam tangan. Anda juga diminta untuk mengenakan pakaian longgar tanpa kancing atau risleting berbahan logam.

Jika Anda mengidap klaustrofobia atau ketidaknyamanan terhadap ruang tertutup, Anda akan dibawa ke ruang yang lebih terbuka atau menggunakan obat penenang sebelum melakukan MRI fungsional.

Prosedur MRI Fungsional

Berikut adalah prosedur MRI fungsional:

  • Kepala pasien akan diletakkan pada penyangga khusus supaya dapat mempertahankan posisinya.
  • Selama pemeriksaan berlangsung, pasien diminta untuk mengikuti perintah sederhana seperti melihat gambar atau menggerakan jari. Hal tersebut akan meningkatkan aktivitas otak pada bagian yang berperan dalam perintah tersebut. Aktivitas otak meningkat disertai dengan pelebaran pembuluh darah, perubahan unsur kimiawi, dan semakin banyak aliran oksigen yang akan muncul pada prosedur tersebut.
  • Pada sebagian kasus, cairan pewarna kontras akan disuntikkan ke pembuluh darah vena pada bagian lengan pasien. Hal tersebut membantu dokter melihat struktur di dalam tubuh pasien dengan lebih jelas.

MRI fungsional berlangsung sekitar 1 jam.

Hasil Dari MRI Fungsional

Dokter spesialis radiologi akan melihat hasil MRI fungsional, kemudian memberitahu pasien hasil tersebut. Tindakan medis lain akan diperlukan, namun tergantung pada hasil pemeriksaan MRI fungsional pasien.

Meskipun jarang terjadi, MRI fungsional juga bisa menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, nyeri, mual, dan merasakan sensasi terbakar di bagian tubuh yang disuntik. Sebagian pasien juga bisa terkena alergi akibat cairan pewarna kontras.

Kesimpulan

MRI fungsional merupakan salah satu tindakan medis yang diperlukan untuk mengetahui kondisi otak pasien. Prosedur MRI fungsional membutuhkan waktu yang cukup lama dan dapat menyebabkan berbagai efek samping, walaupun jarang terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang MRI fungsional.

more