Pencernaan tagged posts

Makan Sambil Berdiri: Apakah Merupakan Kebiasaan Buruk?

Makan sambil berdiri justru membuat Anda lebih cepat merasa lapar

Setiap orang tentunya memiliki kebiasaan makan yang buruk. Salah satu kebiasaan yang terjadi ketika makan adalah makan sambil berdiri. Tidak sedikit orang yang makan sambil berdiri, karena tidak punya tempat untuk duduk atau sebagainya. Meskipun demikian, Anda perlu berhati-hati jika mengkonsumsi makanan sambil berdiri.

Sejak kecil mungkin Anda sudah diterapkan tentang etika makan yang benar, salah satunya dengan tidak makan sambil berdiri, apalagi sambil berjalan. Sebagian orang berpikir bahwa hal tersebut dianggap tidak sopan. Cara tersebut diterapkan tidak hanya untuk menjaga perilaku, namun juga untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dampak Yang Terjadi Jika Makan Sambil Berdiri

Makan sambil berdiri merupakan hal yang dilakukan oleh banyak orang. Misalnya, seseorang mungkin pernah mengalaminya ketika menghadiri pesta pernikahan seseorang. Tempat yang ramai seperti ini mungkin dapat mengurangi peluang untuk makan sambil duduk. Meskipun demikian, Anda sebaiknya jangan sering makan sambil berdiri, karena berikut adalah beberapa hal yang memungkinkan terjadi:

  • Makan lebih banyak

Sebagian orang merasa bahwa makan sambil berdiri adalah salah satu cara untuk menurunkan berat badan mereka. Namun, hal tersebut justru membuat mereka makan lebih cepat sehingga mereka kemungkinan akan menambah porsi makanan lagi.

Berat badan seseorang ditentukan oleh asupan jumlah kalori. Semakin meningkat jumlah kalori pada makanan yang mereka konsumsi, semakin meningkat berat badan mereka. Untuk mencegah masalah tersebut terjadi, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dianjurkan untuk makan dengan lambat untuk mengurangi nafsu makan.

  • Memicu rasa lapar

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi makanan sambil berdiri mengosongkan perut lebih cepat sehingga mereka akan lebih cepat merasa lapar. Rasa lapar dapat memicu seseorang untuk mengkonsumsi makanan lagi.

  • Kurang menikmati kelezatan makanan

Meskipun seseorang makan lebih banyak, hal tersebut belum tentu mengindikasikan seseorang menikmati cita rasa makanan tersebut. Makan sambil berdiri tidak sepenuhnya membuat seseorang menikmati kelezatan makanan, karena mereka tidak fokus pada apa yang mereka konsumsi.

Menurut sebuah studi yang dirilis melalui Jurnal Journal of Consumer Research, orang-orang yang mengkonsumsi makanan sambil berdiri selama beberapa menit dapat memicu stres dan membuat lidah mereka sulit bekerja.

  • Membuat perut kembung

Karena makan sambil berdiri dapat menyebabkan seseorang makan lebih cepat, maka secara otomatis dapat meningkatkan jumlah udara yang diterima saat mengkonsumsi makanan. Masalah ini dapat membuat perut seseorang kembung dan mengeluarkan gas dari perut.

Selain itu, semakin tegak posisi seseorang, semakin cepat makanan dicerna ke dalam perut. Makan sambil berdiri dapat mengakibatkan sedikit waktu bagi nutrisi untuk saling bersentuhan dengan dinding usus sehingga sulit untuk menyerapnya. Karbohidrat yang dicerna dengan buruk juga berfermentasi pada bagian usus sehingga membuat perut manusia kembung.

Jika Anda cenderung mengkonsumsi makanan sambil berdiri, Anda sebaiknya kurangi kebiasaan seperti itu. Anda perlu duduk ketika makan, karena makan sambil duduk membuat Anda merasa rileks, fokus pada makanan yang dikonsumsi, menikmati dengan perlahan, dan mengunyah lebih baik.

Makan sambil duduk dapat membuat Anda merasa tenang, karena dapat menikmati apa yang ingin dikonsumsi. Makan sambil berdiri dapat memicu terjadinya masalah pada pencernaan. Jika Anda mengalami masalah pada pencernaan, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Selain itu, makan sambil berdiri tidak dapat membantu Anda menjalani diet. Anda juga perlu menjaga pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran, serta menjaga asupan kalori setiap hari.

more
makanan terburuk dan berbahaya untuk pencernaan

Hindari, Ini Dia 10 Makanan Terburuk yang Berbahaya untuk Pencernaan

Masalah pencernaan kerap terjadi karena kebiasaan hidup dan pola makan yang tidak sehat. Bahkan, ada banyak jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari padahal sangat buruk bagi pencernaan. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat berakibat buruk bagi pencernaan Anda jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

1. Gorengan
Makanan pertama yang pasti paling dekat dengan kehidupan harian masyakarat di Indonesia adalah gorengan. Camilan praktis dan lezat ini ternyata memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi dan bisa menyebabkan diare. Ditambah lagi dengan saus, potongan daging berlemak, dan mentega juga bisa menyebabkan masalah pencernaan.

Untuk mengatasinya, pilih makanan yang dipanggang atau dibakar dengan menggunakan saus ringan. Jangan lupa untuk mengombinasikan makanan dengan sayuran dan mengganti mentega dengan krim.

2. Buah-buahan Sitrus
Buah-buahan sitrus seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali memang baik untuk memberikan asupan vitamin C tubuh. Namun karena kandungan seratnya tinggi, buah-buahan ini dapat membuat perut menjadi bergejolak. Pastikan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan ini jika perut Anda merasa tidak enak.

3. Gula Buatan
Makanan yang juga identik dengan era modern saat ini adalah camilan dengan kandungan gula buatan. Mayoritas dari permen karet bebas gula dibuat dengan sorbitol yang akan berdampak pada perut kram dan diare. Makanan yang dibuat dengan pemanis buatan dapat berisiko menyebabkan masalah yang sama. Pusat Administrasi Makanan dan Obat AS memperingatkan bahwa Anda berisiko menderita diare jika Anda mengonsumsi 50 gram sorbitol per hari.

4. Serat Berlebihan
Makanan dengan kandungan karbohidrat sehat tinggi, seperti biji-bijian dan sayuran, memang baik untuk pencernaan. Tetapi jika Anda mulai mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak, sistem pencernaan Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk dapat menyesuaikan diri. Hasilnya, Anda dapat memperoleh perut yang bergas dan kembung. Jadi, pastikan untuk membatasi jumlah serat yang Anda makan dalam kadar yang tepat.

5. Kacang
Kacang identik dengan kandungan protein dan serat yang sehat, tetapi mereka juga memiliki kandungan gula yang sulit dicerna yang menyebabkan perut bergas dan kram. Sayangnya, tubuh Anda tidak memiliki enzim yang dapat memecah gula jenis ini. Namun, Anda dapat mengatasinya dengan merendam kacang kering selama minimal 4 jam dan tiriskan air sebelum diolah.

6. Kubis
Sayuran silangan, seperti brokoli dan kol, memiliki kandungan gula yang sama dengan kacang yang mengandung gas. Seratnya yang tinggi juga bisa membuat sayuran ini menjadi sulit dicerna. Untuk itu, Anda lebih dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam keadaan matang dibandingkan dengan memakannya mentah.

7. Fruktosa
Makanan yang dimaniskan dengan fruktosa, seperti soda, permen, jus buah, dan kue kering, akan sangat sulit untuk dicerna. Fruktosa yang tinggi dapat menyebabkan diare, kembung, dan kram.

8. Makanan Pedas
Beberapa orang mengalami gangguan pencernaan atau mulas setelah memakannya, terutama saat itu adalah makanan yang banyak. Meskipun bukan menjadi penyebab utama mulas, makanan pedas ini dapat memperparah gejala. Bahkan, sebagian orang juga mengalami diare setelah mengonsumsi makanan pedas.

9. Produk Susu
Jika mereka memicu diare, kembung, dan perut bergas, Anda mungkin memiliki tubuh yang “tidak toleran” dengan laktosa. Ini berarti Anda tidak memiliki enzim yang dapat mencerna gula dalam susu atau produk olahan susu lainnya. Hindari makanan-makanan yang mengandung susu atau cobalah makanan alternatif lain untuk menggantikan asupan nutrisi dalam susu.

10. Peppermint
Terakhir, peppermint dapat mengendurkan otot di bagian atas perut, yang memungkinkan makanan bergerak kembali ke kerongkongan Anda. Kondisi bisa menyebabkan perut menjadi mulas. Selain peppermint, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh cokelat atau kopi. Para ahli mengatakan Anda dapat menurunkan tekanan yang mendorong makanan naik kembali dengan menjaga tubuh tetap duduk dan tidak berbaring setelah makan.

Itulah beberapa jenis makanan yang berbahaya bagi pencernaan. Meskipun begitu, upayakan untuk memahami kondisi tubuh Anda agar dapar mengetahui makanan dan nutrisi apa saja yang perlu dipenuhi untuk menyehatkan pencernaan Anda.

more