masalah kehamilan tagged posts

Blighted Ovum: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Blighted Ovum: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Blighted ovum adalah kondisi sel telur yang telah dibuahi oleh sperma, tetapi tidak berkembang menjadi embrio di dalam rahim. Inilah mengapa seorang wanita mungkin saja mendapatkan hasil positif saat tes kehamilan, tetapi tidak dengan pemeriksaan USG. Plasenta dan kantung embrio terbentuk, tetapi isinya kosong, alias tidak ada janin yang berkembang. Kondisi ini juga dikenal sebagai kehamilan kosong atau kehamilan anembrionik.

Mengapa tidak bisa terdeteksi saat tes kehamilan?

Hal ini terjadi karena meskipun tidak ada embrio yang tumbuh dan berkembang, plasenta tetap menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Ini adalah hormon untuk mendukung kehamilan. Tes kehamilan darah dan urin akan mendeteksi keberadaan hormon ini untuk memberikan hasil positif atau negatifnya. Jadi, blighted ovum bisa memberikan hasil tes kehamilan positif, meskipun sebenarnya kehamilannya kosong. 

Gejala blighted ovum

Blighted ovum terkadang berakhir bahkan sebelum Anda menyadari bahwa Anda hamil. Jika ini terjadi, Anda mungkin mengira sedang menstruasi yang lebih banyak dari biasanya. Blighted ovum mungkin memiliki gejala yang sama layaknya kehamilan normal, seperti:

  1. Tes kehamilan positif.
  2. Payudara sakit.
  3. Tidak mengalami menstruasi.

Anda mungkin akan menyadarinya setelah Anda tahu bahwa Anda mengalami keguguran, sehingga gejalanya bisa saja:

  1. Bercak atau perdarahan pada vagina.
  2. Kram perut.
  3. Tidak nyeri payudara lagi.
  4. Hasil tes kehamilan terus positif sebelum jaringan yang rusak ini keluar.

Apa penyebabnya?

Sebenarnya, blighted ovum tidak disebabkan oleh apa pun yang Anda lakukan atau tidak lakukan, baik itu selama atau sebelum kehamilan terjadi. Penyebab pastinya juga tidak diketahui. Namun, ada dugaan bahwa ini disebabkan oleh kelainan kromosom di dalam sel telur yang telah dibuahi yang berkaitan dengan genetik atau kualitas sel telur atau sperma yang buruk.

Kelainan kromosom di sini mungkin terkait dengan kelainan pada kromosom 9. Jika Anda mengalami kehamilan blighted ovum berulang kali, maka konsultasikan dengan dokter Anda tentang analisis kromosom embrio.

Blighted ovum dapat terjadi begitu awal, sehingga sering tidak dikenali dengan cepat. Tidak jelas juga apakah blighted ovum terjadi paling sering pada kehamilan pertama atau bisa lebih dari sekali. Namun, kebanyakan wanita yang mengalami blighted ovum bisa memiliki kehamilan dan bayi yang sehat.

Diagnosis

Blighted ovum dapat dideteksi dengan pemeriksaan USG pertama. Sonogram akan menunjukkan plasenta dan kantung embrionik yang tanpa isi atau kosong. Blighted ovum biasanya terjadi antara minggu ke-8 dan ke-13 usia kehamilan.

Pengobatan blighted ovum

Beberapa pilihan pengobatan blighted ovum yang dapat Anda diskusikan bersama dokter Anda, termasuk:

  • Menunggu hingga Anda mengalami gejala keguguran secara alami.
  • Minum obat-obatan, seperti misoprostol (Cytotec), untuk merangsang keguguran.
  • Menjalani prosedur operasi D dan C (dilatasi dan kuretase), untuk mengangkat jaringan plasenta yang terbentuk dari rahim.

Lamanya kehamilan, riwayat kesehatan, dan keadaan emosi Anda juga akan diperhitungkan saat memilih pengobatan. Tentunya, ini untuk menekan efek samping atau risiko yang mungkin muncul dari setiap jenis pengobatan ataupun prosedur pembedahan.

Apakah kondisi ini bisa dicegah?

Sayangnya, blighted ovum tidak dapat dicegah. Jika Anda khawatir mengalami hal ini pada saat Anda tahu Anda hamil, pengobatan secepatnya tentu lebih baik dilakukan. Anda juga bisa membicarakan dengan dokter Anda tentang kemungkinan penyebab genetiknya yang dapat membantu Anda menghindarinya di kemudian hari. 

Komplikasinya terhadap kehamilan selanjutnya

Sama halnya dengan keguguran, fisik dan psikis Anda membutuhkan waktu untuk pulih. Penting untuk diingat bahwa kebanyakan wanita yang mengalami blighted ovum tetap bisa memiliki kehamilan yang sehat dan sukses.

Ketika Anda mengalami kondisi ini, maka bicarakan dengan dokter Anda kapan waktu terbaik Anda bisa memulai program hamil lagi. Anda  mungkin disarankan dokter untuk menunggu tiga siklus menstruasi penuh, agar tubuh Anda memiliki waktu untuk benar-benar pulih sepenuhnya dan siap mendukung kehamilan. 

Selama waktu tersebut, Anda juga bisa fokus melakukan kebiasaan atau gaya hidup sehat untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental Anda, seperti:

  1. Mengonsumsi makanan yang bernutrisi seimbang.
  2. Hindari stres.
  3. Rajin berolahraga.
  4. Mengonsumsi suplemen prenatal harian, seperti asam folat.

Ingatlah, blighted ovum bukan akhir dari segalanya! Anda tetap memiliki peluang yang tinggi untuk bisa hamil dengan sehat. Jadi, jangan pernah merasa kecewa berlebihan hingga stres berkepanjangan. Hal ini hanya akan menurunkan peluang kehamilan sehat Anda berikutnya. Tetap lakukan gaya hidup sehat dan jaga kesehatan mental Anda dengan baik, agar kehamilan Anda nanti sukses dan buah hati Anda pun sehat.

more