lepto tagged posts

Mengenal Leptospirosis, Penyakit Yang Mengintai Saat Banjir

Saat musim hujan tiba, tidak hanya penyakit influenza saja yang mengintai di depan mata. Penyakit berbahaya lain seperti leptospirosis juga harus diwaspadai, terutama bagi Anda yang tinggal di daerah yang terkena banjir. Meskipun terbilang langka, leptospirosis adalah penyakit infeksi bakteri yang dapat ditularkan oleh hewan melalui urin. Saat banjir, kencing tikus dapat bercampur bersama air dan dapat masuk ke dalam tubuh, seperti melalui selaput lendir, mulut, hidung, dan mata. Apabila tidak diobati, leptospirosis dapat berkembang menjadi penyakit Weil atau meningitis, yang mana merupakan jenis penyakit fatal. Selain tikus, leptospirosis dapat ditularkan oleh sigung, babi, dan anjing. Leptospirosis biasanya tidak ditularkan antar manusia.

Penyakit leptospirosis biasa terjadi di negara-negara tropis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 10 dari 100 ribu orang mengidap leptospirosis setiap tahunnya. Di iklim yang sedang, penyakit ini dapat menyerang 1 per 100 ribu orang, sementara di daerah epidemik, penyakit ini dapat menyerang 100 dari 100 ribu orang. Orang-orang yang bepergian ke daerah tropis juga memiliki risiko paparan leptospirosis.

Gejala leptospirosis

Menurut Departemen Kesehatan Negeri New York, gejala leptospirosis muncul 5 hingga 14 hari kemudian setelah tubuh terinfeksi bakteri Leptospira. Pada kebanyakan kasus, gejala yang muncul ringan seperti demam, menggigil, rasa sakit pada otot, pusing, batuk, mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan. Dalam kasus-kasus tertentu, leptospirosis akan berkembang menjadi penyakit Weil, bentuk parah dari leptospirosis. Gejala penyakit Weil akan berkembang setelah 3 hari gejala ringan leptospirosis usai. Gejala penyakit ini berbeda-beda tergantung organ tubuh mana yang terinfeksi.

  • Hati, ginjal, dan jantung

Apabila ginjal, hati, dan jantung terinfeksi bakteri Leptospira, Anda mungkin akan mengalami mual, hilangnya nafsu makan, turun berat badan, pusing, pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, dan tangan, pembengkakan pada hati yang menyakitkan, penurunan produksi urin, napas pendek, detak jantung yang cepat, dan sakit kuning (kondisi di mana kulit dan bagian putih mata Anda berubah warna menjadi kuning).

  • Otak

Apabila otak Anda terinfeksi bakteri, gejala yang muncul termasuk demam tinggi, mual, muntah, sakit pada leher atau terasa kaku, mengantuk, kondisi mental yang bingung, perilaku agresif, kejang, ketidakmampuan dalam mengatur gerakan, ketidakmampuan dalam berbicara, dan tidak suka dengan cahaya.

  • Paru-paru

Apabila paru-paru Anda terinfeksi, gejala yang muncul termasuk demam tinggi, napas pendek, dan batuk darah.

Orang-orang yang berisiko terkena leptospirosis

Leptospirosis umumnya adalah penyakit akibat kerja, biasanya menyerang orang-orang yang bekerja berdekatan atau berhubungan dengan hewan, jaringan hewan, dan produk limbah hewan. Beberapa jenis hewan yang dikenal dapat menyebarkan leptospirosis adalah hewan ternak, babi, anjing, reptile, dan hewan pengerat seperti tikus. Sementara itu, orang-orang yang memiliki risiko tinggi terkena leptospirosis seperti petani, dokter hewan, nelayan, tukang daging, orang-orang yang mandi di sungai atau danau, pengendali hama, pekerja selokan, dan penambang. Leptospirosis merupakan penyakit yang ditemukan di seluruh dunia dengan banyak kasus ditemukan di negara-negara tropis. Pada musim hujan, orang-orang yang tinggal di daerah banjir rawan terkena leptospirosis karena risiko yang meningkat air banjir tercampur dengan urin hewan.

Bakteri Leptospira penyebab leptospirosis hidup di hewan seperti domba, kelelawar, tikus, anjing, babi, dan hewan ternak lainnya. Bakteri tersebut hidup dan berkembang di ginjal hewan, yang kemudian akan dikeluarkan bersama dengan urin, dan mencemari tanah ataupun air. Bakteri dapat hidup di tanah dan air selama berbulan-bulan. Untuk mencegahnya, gunakan antibiotik seperti doxycycline yang dapat mencegah infeksi ini.

more