Diet Alkaline tagged posts

Apakah Diet Alkaline Bermanfaat dan Menyehatkan?

Pernahkan Anda mendengar diet alkaline? Diet yang disukai oleh para selebritas Hollywood ini dipercaya dapat menurunkan berat badan dan mencegah penyakit. Diet alkaline juga dianggap dapat meningkatkan pH darah, membuatnya kurang asam dan lebih bersifat basa. Namun, sayangnya, belum ada bukti untuk mendukung klaim tersebut. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa diet alkaline dapat meningkatkan kesehatan pada orang-orang yang menderita penyakit ginjal. Namun, hal tersebut tidak didapatkan dengan mengubah pH darah. Diet alkaline hanya akan membuat orang-orang untuk mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang lebih banyak, dan mengurangi produk daging olahan dan produk lain berbahan susu yang mengandung lemak tinggi. Karena alasan inilah diet alkaline dapat meningkatkan kesehatan seseorang.

Diet alkaline hanya klaim omong kosong?

Banyak penelitian menunjukkan bahwa memakan makanan rendah asam dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Namun, gaya hidup tersebut tidak meningkatkan pH darah. Manfaat kesehatan utama yang dipercaya oleh banyak orang akan khasiat diet alkaline tidak terbukti. Diet alkaline memberikan sebuah ide yang salah tentang kemungkinan mengubah pH darah melalui diet. Hal ini tidak benar, dan perubahan besar dalam pH darah seseorang dapat mengancam nyawa. Mengubah pH pada air seni dan air liur dengan diet memang mungkin untuk dilakukan. Namun, perubahan yang terjadi pada cairan tubuh tersebut tidak serta merta membuat pH darah juga berubah.

Alkalinitas berarti sesuatu memiliki pH lebih tinggi dari 7. Tubuh manusia sendiri secara alami juga basa, dengan pH darah berada pada angka 7.4. Lambung manusia bersifat asam, yang membuatnya mampu mencerna makanan. pH dalam air seni dan air liur juga akan berubah tergantung dengan jenis makanan yang dikonsumsi/diet, metabolisme tubuh seseorang, dan faktor-faktor penunjang lain. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sel-sel kanker dapat tumbuh dengan lebih cepat pada lingkungan yang asam. Mengambil kesimpulan dari penelitian tersebut, para pendukung diet alkaline beranggapan bahwa pH darah yang tinggi dapat mencegah kanker. Sayangnya, penelitian yang berhubungan dengan alkalinitas dan kanker hanya baru dilakukan sebatas penelitian pada cawan petri, dan tidak pada tubuh manusia. Namun, makanan yang dimakan oleh orang-orang yang mengikuti diet alkaline ini dapat menjaga berat badan tubuh. Dengan melakukan diet alkaline, meskipun tidak akan memiliki fungsi mencegah kanker dengan meningkatkan pH darah, dapat mencegah gangguan kesehatan yang berhubungan dengan berat badan, misalnya obesitas dan diabetes.

Cegah kanker dengan cara yang berbeda

Selain anggapan bahwa diet alkaline dapat meningkatkan pH darah, beberapa orang juga percaya bahwa diet ini dapat membalikkan kanker dan mendukung chemotherapy. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini, dan tidak pernah ada penelitian yang dilakukan untuk menguji klaim tersebut. Namun, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 memberikan gagasan bahwa mengurangi konsumsi daging dan makan makanan sehat seperti buah, sayur, dan gandum utuh dapat mencegah kanker.

Studi ini mengacu pada data Investigasi Prospektif Eropa pada Kanker dan Nutrisi tahun 2010. Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa mengonsumsi vitamin C, vitamin A, serat, dan diet gaya Mediterania dapat mengurangi risiko kanker. Lembaga Kanker Amerika (ACS) juga merekomendasikan diet yang serupa, namun tidak sama dengan diet alkaline. ACS menyarankan manusia agar menghindari makanan olahan, minuman bersoda, dan makanan-makanan yang mengandung lemak tinggi. Akan lebih bermanfaat bagi tubuh apabila Anda mengonsumsi buah, sayuran, dan gandum utuh.

more