bpjs tagged posts

Wajib Tahu, Inilah Sanksi Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

Pernahkah Anda mendengar keluhan masyarakat terkait dana subsidi BPJS kesehatan yang tidak merata? Atau masih perlu biaya tambahan lagi ketika berobat ke fasilitas kesehatan tertentu, padahal sudah menggunakan layanan BPJS kesehatan? Usut punya usut, ternyata salah satu penyebabnya adalah masih banyak masyarakat yang menunggak iuran BPJS kesehatan setiap bulannya. Nah, Anda harus waspada, karena denda dan sanksi yang dikenakan juga tidak main-main.

bpjs kesehatan

Dampak peserta BPJS menunggak iuran BPJS kesehatan.

Sistem pembayaran iuran BPJS, baik itu kesehatan maupun ketenagakerjaan, adalah secara patungan dengan perusahaan tempat Anda bekerja. Lain lagi, jika Anda merupakan seorang peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah, maka iuran BPJS kesehatan dibayar sendiri setiap bulan.

Sayangnya, masih banyak peserta yang menunggak iuran BPJS kesehatan, sehingga memengaruhi kelancaran pelayanan BPJS di lapangan. BPJS kesehatan bisa mengalami defisit, karena jumlah iuran yang seharusnya dibayarkan tidak dilunaskan oleh peserta BPJS, sedangkan biaya pelayanan kesehatan terus saja keluar. Ini tentu disebabkan oleh:

  • Masih banyak peserta yang menunggak iuran BPJS kesehatan.
  • Banyak masyarakat yang belum mendaftar sebagai anggota BPJS kesehatan.
  • Orang-orang hanya membayar iuran BPJS kesehatan ketika akan berobat.

Oleh sebab itu, tidak salah apabila pihak BPJS akhirnya menetapkan denda dan sanksi jika ada anggota yang menunggak iuran BPJS kesehatan. Ini bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat dan mencegah adanya kendala dalam pelayanan dari fasilitas kesehatan yang memiliki kerja sama dengan BPJS.

Sanksi jika menunggak iuran BPJS kesehatan.

Dikutip dari laman resmi BPJS kesehatan, apabila ada yang menunggak iuran BPJS kesehatan, maka peserta akan diberitahu oleh pihak BPJS terlebih dahulu. Apabila teguran ini masih belum ampuh menyadarkan masyarakat untuk melunaskan tagihan iuran yang menunggak, maka pihak polisi, imigrasi, dan pemerintah daerah akan menerapkan sanksi untuk peserta BPJS tidak dapat memperoleh pelayanan publik.

Sebelumnya, sanksi untuk peserta yang menunggak iuran BPJS kesehatan berupa teguran dan  denda sebesar 2 persen dari total biaya tunggakan Anda. Sekarang, peserta yang terlambat membayar iuran BPJS setiap bulannya tidak langsung dikenakan denda, tetapi keanggotaannya akan dinonaktifkan. Tentunya, ini akan membuat peserta tidak dapat lagi mendapatkan layanan BPJS kesehatan jika berobat ke fasilitas kesehatan tertentu.

Sanksi yang paling parah adalah tidak memperoleh pelayanan publik, baik itu dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Pelayanan publik yang dihentikan meliputi:

  • Surat Izin Mengemudi (SIM).
  • Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK)
  • Sertifikat tanah.
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  • Pengurusan paspor.

Namun, Anda tetap bisa dikenakan denda jika dalam kondisi ini.

Anda tetap bisa dikenakan denda apabila memanfaatkan layanan BPJS kesehatan, berupa rawat inap dalam waktu 45 hari setelah kepesertaan BPJS Anda aktif kembali. Besarnya denda yang harus Anda bayarkan adalah sebagai berikut.

  • Besaran denda yang dibayarkan adalah 2,5 persen dikali jumlah bulan yang tertunggak dikali total biaya rawat inap.
  • Maksimal jumlah denda yang dibayar sebesar Rp30.000.000,-. Jika ternyata jumlah denda lebih dari itu, tetap dikenakan batas maksimal.
  • Maksimal jumlah bulan yang tertunggak adalah 12 bulan (1 tahun). Apabila tunggakan Anda berlangsung lebih dari 1 tahun, maka tetap akan dihitung 12 bulan.

Sanksi menunggak iuran BPJS kesehatan diberlakukan agar pesertanya lebih bertanggung jawab, sehingga layanan BPJS dapat berjalan tanpa hambatan. Terutama, jika sesuatu yang tak terduga terjadi dan butuh layanan BPJS kesehatan sesegera mungkin. Oleh sebab itu, bayarlah iuran BPJS kesehatan Anda rutin setiap bulan dan jangan sampai menunggak, ya.

more