Category Penyakit

perbedaan migrain stroke

Migrain Vs. Stroke, Apa Bedanya?

Stroke, salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian, memiliki gejala awal berupa sakit kepala. Lantas, bagaimana kita bisa mengidentifikasi potensi stroke saat mengalami sakit kepala? Sebab, gejala yang ditimbulkan hampir serupa migrain, yaitu sakit kepala yang amat sangat.

Penderita migrain biasanya sering mengalami sakit kepala hebat sejak muda. Jarang terjadi migrain perdana pada usia lebih dari 40 tahun. Jika Anda berusia lebih dari 40 tahun dan tidak pernah mengalami migrain, asumsikan sakit kepala hebat yang Anda alami berdampak sesuatu yang sangat serius. Segera minta pertolongan medis. Pengobatan dini dapat membatasi kerusakan otak dan menyelamatkan nyawa Anda.

Penderita migrain biasanya mengalami sakit kepala dengan tingkat kesakitan yang kurang lebih sama. Bagi penderita migrain yang merasakan sakit kepala kali ini berbeda, segera hubungi dokter.

Apakah Stroke Itu?

Stroke adalah kondisi saat aliran darah ke otak terputus. Akibatnya, sel-sel otak mati karena tidak mendapat cukup oksigen. Penyebabnya bisa dari terhambatnya aliran darah. Misalnya akibat penggumpalan darah, atau pecahnya pembuluh darah, sehingga otak tertutup oleh darah.

Selain sakit kepala yang amat sangat, stroke muncul dengan tanda-tanda berikut ini.

  • Separuh tubuh mati rasa, terasa kebas, dan lemas.
  • Tiba-tiba sulit berkata-kata dan memahami pembicaraan
  • Gangguan penglihatan di salah satu atau kedua mata
  • Pusing dan kehilangan keseimbangan
  • Merasa kebingungan

Jenis stroke yang biasa salah diartikan sebagai migrain adalah transient ischemic attack (TIA) yaitu ketika aliran darah ke otak terputus dalam waktu singkat. Stroke ini lebih dikenal dengan stroke ringan. Gejala tersebut di atas muncul, tapi dalam intensitas rendah dan berlangsung kurang dari satu jam.

Apakah Migrain Itu?

Migrain adalah penyakit yang menyebabnya terjadinya sakit kepala, kadang disertai mual, dan sensitivitas terhadap cahaya, bau, sentuhan, yang terjadi secara berulang-ulang. Sakit kepala berdenyut-denyut pun muncul dan terjadi di sekitar mata.

Bagaimana Membedakan Migrain dan Stroke?

Sulit membedakan migrain dan gejala stroke, terlebih stroke ringan (TIA). Berikut ini sedikit perbedaan yang bisa dirasakan.

  • Sakit kepala yang menjadi gejala stroke biasa datang secara mendadak. Langsung sakit seketika. Sementara itu, rasa sakit kepala karena migrain datang secara bertahap. Awalnya sakit kepala ringan dan makin hebat seiring waktu.
  • Gejala stroke bersifat negatif atau mengakibatkan kehilangan kemampuan. Misalnya, kehilangan penglihatan atau indra perasa di tangan. Sementara itu, gejala migrain bersifat positif, yaitu ada sensasi yang bertambah. Misalnya, seolah ada sinar yang menyilaukan mata atau rasa geli di kulit.
  • Stroke jarang dialangi kaum muda. Pada orang dengan usia lebih dari 40 tahun, tidak pernah mengalami migrain, memiliki catatan tekanan darah tinggi atau detak jantung tak normal, sakit kepala hebat hampir bisa diartikan sebagai gejala stroke.

Mengapa Gejalanya Mirip?

Dokter tidak dapat memastikan hubungan antara migrain dan stroke. Seseorang yang mengalami stroke, bisa juga sedang terserang migrain. Namun, hal ini tidak serta merta membuat migrain sebagai penyebab stroke Justru stroke yang mengakibtkan gejala migrain, termasuk gangguan penglihatan. Obat-obat migrain, seperti ergot alkaloid dan triptan, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri. Saat terserang stroke, jangan sekali-kali mengonsumsi obat tersebut. Secara umum, cara hidup sehat yang mengurangi risiko terhadap stroke, termasuk berhenti merokok, juga mengurangi risiko terserang migrain.

more
perbedaan flu dan pilek

Perbedaan Antara Flu atau Pilek yang Harus Anda Ketahui

Mengetahui perbedaan pilek dan flu itu penting sekali. Sebab, flu bisa memicu komplikasi serius, seperti infeksi pneumonia pada paru yang mematikan. Penanganan flu sebaiknya dilakukan dalam 48 jam sejak gejala-gejala awal muncul. Obat-obatan antivirus melalui resep dokter bisa mempercepat kesembuhan. Simak perbedaan antara flu dan pilek dalam artikel ini!

Flu Menyerang dengan Cepat

Jika badan terasa remuk redam seketika, mungkin Anda terkena flu. Sakit tenggorokan, sakit kepala, badan pegal-pegal, hidung tersumbat, dan batuk, semua datang seketika.

Pilek tidak seberat flu, tetapi disertai hidung berair atau mampet. Flu bisa sembuh selama 2-5 hari, tetapi tubuh masih terasa tak nyaman selama seminggu bahkan lebih. Sedangkan pilek datang lambat dan sembuhnya cukup lama setelah sekitar 10 hari.

Flu Biasanya Demam

Sebagian orang biasanya sedikit demam ketika pilek, tetapi sebagian lagi tidak. Jika Anda menderita flu, Anda biasanya demam. Suhu bisa mencapai 38-40 derajat Celcius.

Anak-anak biasanya demam meskipun terserang pilek. Tetapi saat menderita flu, suhu tubuh bisa lebih tinggi lagi.

Jika Flu, Pegal Bisa Terasa Berminggu-minggu

Tubuh biasanya terasa sangat capek dan pegal-pegal. Rasa letih dan lemas ini bisa bertahan hingga 3 minggu, atau bahkan lebih lama pada orang-orang tertentu, seperti para lanjut usia, penderita penyakit kronis, ataupun yang daya tahan tubuhnya rendah. Beda dengan pilek, biasanya rasa tak enak badan itu hanya beberapa hari.

Sakit Kepala Flu Terasa Lebih Berat

Kedua penyakit ini sama-sama bikin sakit kepala. Tetapi sakit kepala karena pilek, terasa lebih ringan daripada flu. Begitu juga gejala-gejala pilek lainnya.

Batuk Flu bisa Lebih Parah

Pilek dan flu adalah penyakit pernapasan yang bisa menyebabkan batuk. Namun pneumonia (infeksi paru-paru) bisa terjadi sebagai komplikasi flu. Segera hubungi dokter jika batuk yang dialami parah. Apalagi jika disertai demam lebih dari 39 derajat Celcius, kedinginan, sulit bernapas, dan sakit dada jika batuk.

Sakit Telinga Bisa Terjadi pada Pilek dan Flu

Baik pilek maupun flu bisa menyebabkan gangguan pada telinga. Itu terjadi karena tekanan pada telinga meningkat. Akibatnya kita tidak bisa mendengar dengan baik, nyeri, dan terkadang terdengar seperti letupan di telinga. Biasanya semua akan menghilang seiring hilangnya gejala-gejala lain.

Hubungi dokter jika sakit telinga berlanjut meskipun pilek dan flu telah berlalu. Apalagi jika tiba-tiba menjadi sakit luar biasa. Bisa jadi terjadi infeksi telinga dan butuh penanganan lebih lanjut.

Pilek Sering Diawali Sakit Tenggorokan

Gejala awal ini biasanya menghilang dalam 1-2 hari, begitu juga hidung berair. Sakit tenggorokan kadang juga terjadi pada flu. Jika demikian, kemungkinan besar sakit tenggorokan itu datang bersama gejala flu lainnya.

Hidung Mampet Biasanya Gejala Pilek

Jika hidung mampet tetapi tidak demam, pegal-pegal, dan hanya sedikit tak enak badan, kemungkinan itu pilek. Meskipun mereka yang menderita flu bisa jadi juga mengalami hidung mampet dan bersin-bersin.

Kedua penyakit ini bisa memicu infeksi sinus. Di antara gejalanya adalah ingus berubah warna menjadi kuning atau hijau. Kemudian sakit kepala, sakit di kening, pipi, serta area tulang hidung. Anda bisa kesakitan jika menoleh atau menggerakkan kepala.

Kadang dari pilek atau flu, kita bisa terjangkit bakteri lain dan membutuhkan antibiotik.

more