Category Penyakit

Prosedur dan Persiapan Sebelum Skin Prick Test

Skin prick test dilakukan dengan meneteskan alergen ke kulit lengan pasien

Konsultasi ke dokter perlu dilakukan bagi para orang tua jika anaknya mengalami alergi tertentu, hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Untuk mendeteksi penyebab alergi, biasanya akan dilakukan beberapa tes alergi. Salah satu yang dilakukan adalah tes tusuk kulit atau skin prick test.

Merupakan tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang sedang mengalami alergi terhadap beberapa alergen sekaligus, seperti serbuk sari, jamur, bulu hewan, tungau ataupun makanan. Tes tusuk kulit pada anak-anak biasanya dilakukan tepat di bagian punggung atas, tes ini tidak memicu rasa nyeri karena jarum yang digunakan nyaris tidak menembus kulit.

Persiapan Skin Prick Test

Sebelum melakukan tes, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan terperinci, seperti di antaranya riwayat medis anak, tanda dan gejala yang dialami hingga cara yang biasa dilakukan orang tua dalam melakukan perawatan. Jawaban para orang tua akan sangat membantu dokter dalam menentukan alergi yang muncul, apakah karena faktor genetik atau faktor lain.

Selain itu ada baiknya juga calon pasien untuk dapat mengetahui beberapa hal penting terkait dengan tes ini. Hal ini diperlukan agar nantinya seseorang atau para orang tua tidak salah dalam mengambil langkah ketika ingin melakukan tes ini. Terdapat beberapa fakta menarik mengenai pemeriksaan ini, salah satunya tidak menimbulkan sakit yang dirasakan para pasiennya.

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa prosedur dari pemeriksaan tes ini sama sekali tidak menimbulkan rasa nyeri karena jarum yang digunakan nyaris tidak menembus kulit, sehingga bisa dipastikan anak tidak akan menangis ketika proses ini berlangsung. Namun, akan muncul perasaan tidak nyaman meskipun hanya sebentar.

Prosedur Tes Tusuk Kulit

  • Pertama dokter akan membersihkan kulit pada lengan atas atau lengan bawah menggunakan alkohol, kemudian memberi tanda dengan spidol atau pulpen.
  • Kemudian, dokter akan meneteskan sejumlah larutan sebanyak 10 hingga 12 kali tetes di setiap tanda yang sudah dibuat.
  • Larutan yang digunakan berupa campuran antara cairan dan alergen dari bahan alami seperti jenis makanan.
  • Setelah ditetes larutan, dokter akan menusuk area kulit yang sudah ditetes dengan jarum yang sangat tipis sehingga alergen bisa masuk ke bawah permukaan kulit.
  • Dokter akan mengamati reaksi yang muncul biasanya dalam 15 hingga 20 menit, bila positif terhadap alergen tertentu, akan muncul bentol merah dan gatal pada kulit.

Fungsi Tes Tusuk Kulit

Beberapa manfaat bisa didapatkan ketika para orang tua melakukan tes ini pada anak mereka, tes alergi dilakukan guna menentukan zat apa yang menyebabkan gejala alergi pada anak. Setelah itu dokter langsung akan melakukan tes alergi kulit jika mengalami beberapa gejala seperti di antaranya berikut ini.

  • Alergi rhinitis dan asma yang tidak terkontrol baik dengan obat-obatan hingga mengalami gatal dan angioedema.
  • Alergi makanan, muncul ruam kulit yang membuat kulit menjadi merah, sakit dan bengkak setelah kontak dengan substansi.
  • Alergi penisilin, alergi racun dan alergi obat terkait merupakan satu-satunya alergi obat yang bisa diuji dengan menggunakan tes kulit.

Efek Samping

Beberapa efek samping akan muncul setelah melakukan skin prick test, di antaranya benjolan yang sedikit bengkak, muncul warna merah hingga sensasi gatal. Efek samping ini akan lebih terlihat ketika prosedur tes tengah dijalankan atau pada saat tes dilakukan.

more

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar, atau disebut sebagai kanker kolon, adalah jenis kanker yang memicu gangguan di bagian usus besar. Kanker usus besar biasanya bermula dengan terbentuknya gumpalan-gumpalan kecil non-kanker yang disebut sebagai polip adenoma. Secara perlahan, sebagian polip dapat berkembang menjadi kanker usus besar.

Gejala

Seseorang yang mengalami kanker usus besar akan mengakibatkan gejala sebagai berikut:

  • Perubahan pada warna tinja.
  • Perdarahan pada tinja atau anus.
  • Diare atau sembelit.
  • Mudah merasa lelah.
  • Berat badan menurun.
  • Mual atau muntah.

Penyebab

Kanker usus besar disebabkan oleh adanya mutasi DNA pada sel-sel yang sehat di bagian usus besar. Sel-sel yang ada di bagian usus besar tumbuh secara berlebihan dan tidak terkontrol dengan baik.

Sel-sel tersebut kemudian membentuk tumor. Selain itu, sel-sel terus tumbuh dan menghancurkan sel-sel sehat di sekelilingnya. Tidak hanya terjadi di bagian usus besar, sel-sel yang tumbuh dapat menyebar ke bagian tubuh lain sehingga membentuk sel-sel kanker, dan dapat menyebabkan kanker usus besar.

Risiko

Orang-orang yang memiliki risiko terhadap kanker usus besar adalah:

  • Orang-orang yang berusia di atas 50 tahun.
  • Orang-orang yang memiliki riwayat kanker.
  • Orang yang punya anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker.
  • Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pencernaan.
  • Orang yang memiliki sindrom yang diturunkan.
  • Orang yang memiliki kekurangan asupan serat di dalam tubuh.
  • Orang yang tidak berolahraga secara teratur.
  • Orang yang memiliki kelebihan berat badan.
  • Penderita diabetes.
  • Perokok.
  • Orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol.
  • Orang yang pernah menjalani terapi radiasi kanker.

Diagnosis

Jika Anda terkena kanker usus besar, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Skrining

Skrining adalah langkah awal untuk mengurangi risiko kematian karena kanker usus besar. Mendeteksi kanker usus di tahap awal dapat mengurangi risiko terkena kanker usus besar dan memberikan peluang besar untuk sembuh.

  • Kolonoskopi

Kolonoskopi meliputi selang panjang yang fleksibel, dilengkapi dengan kamera untuk menunjukkan gambar kondisi usus besar dan rektum. Jika terdapat sel maupun jaringan yang mencurigakan, maka dokter akan mengambil sampel tersebut untuk diuji di laboratorium khusus, untuk mengetahui keberadaan sel kanker.

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk menunjukkan kondisi kesehatan pasien, termasuk fungsi ginjal dan hati. Tidak hanya itu, dokter akan menguji darah pasien untuk mengetahui jika terdapat CEA (Carcinoembryonic Antigen), yang merupakan zat yang diproduksi kanker usus besar. Seiring berjalannya waktu, kadar CEA di dalam darah dapat membantu dokter melihat respons kanker terhadap pengobatan.

Pengobatan

Kanker usus besar dapat diobati berdasarkan stadium atau tingkat penyebaran di dalam tubuh pasien. Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan:

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi berupa X-ray dapat membunuh sel-sel kanker dan mengecilkan tumor di dalam tubuh, dan bertujuan untuk memudahkan operasi dengan mengangkat sel-sel kanker.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh.

  • Operasi

Operasi dilakukan dengan mengangkat polip kanker yang belum menempel pada dinding usus. Jika menempel di dinding usus, maka dokter bedah akan mengangkat sebagian usus besar, rektum, dan kelenjar getah bening terdekat.

Jika usus besar pasien masih memiliki jaringan atau bagian yang sehat setelah pengangkatan, dokter bedah dapat menempelkan kolon ke rektum. Jika tidak, maka dokter akan membuat saluran pada dinding perut untuk membuang kotoran.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa hal untuk mencegah terjadinya kanker usus besar:

  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari kebiasaan mengkonsumsi alkohol.
  • Jangan merokok.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
more

Infeksi Virus Corona: Apa Yang Perlu Diketahui?

Banyak orang yang mengalami infeksi virus Corona. Jumlah kasus yang terjadi di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 900.000 kasus, dan virus tersebut telah mengakibatkan kematian sebanyak 47.000 orang. Semua orang berpotensi mengalami penyakit ini, namun orang yang berusia lebih lanjut atau lansia dan orang-orang dengan penyakit tertentu lebih rentan terhadap virus Corona.

Salah satu penyakit yang diderita manusia adalah HIV. Jika manusia terkena HIV, maka mereka juga termasuk salah satu yang rentan terhadap virus Corona, karena HIV merupakan virus yang berpotensi menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang terinfeksi.

Menurut organisasi seperti British HIV Association (BHIVA) dan yayasan Terrence Higgins Trust, infeksi virus Corona belum ada yang dibuktikan melalui orang yang terkena HIV. Meskipun demikian, menurut Centers for Disease Control and Prevention, orang yang mengalami penyakit HIV bisa terkena virus Corona karena memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Orang dengan penyakit HIV dengan jumlah CR4 yang rendah.
  • Orang dengan penyakit HIV yang tidak mengkonsumsi ARV (antiretroviral).

Risiko terhadap virus Corona bisa saja terjadi jika orang dengan HIV menderita saluran pernafasan atau mengalami penyakit lain. Selain itu, risiko yang dialami orang dengan HIV positif juga bisa terjadi karena faktor usia.

Cara Untuk Mencegah Virus Corona

Sampai saat ini, para peneliti telah melakukan upaya untuk mengembangkan vaksin atau obat untuk mencegah virus Corona. Namun, salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona adalah dengan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Baik orang yang mengalami HIV maupun tidak, orang-orang perlu menjaga sistem imun di dalam tubuh agar tetap sehat untuk melakukan aktivitas sesuai kebutuhan. Berikut adalah cara-cara untuk menjaga sistem kekebalan tubuh:

  • Mengkonsumsi makanan yang sehat.
  • Minum air mineral.
  • Minum vitamin C.
  • Hindari kebiasaan merokok dan minuman beralkohol.
  • Mengkonsumsi obat ARV tepat waktu dan secara rutin.
  • Beristirahat atau tidur yang cukup.
  • Berolahraga di rumah.

Untuk menjaga diri dari virus Corona, setiap orang diharapkan untuk melakukan beberapa cara sebagai berikut:

  • Tetap berada di rumah untuk belajar dan bekerja.
  • Anda dapat keluar rumah jika ada keperluan mendesak seperti membeli obat untuk menjaga kesehatan.
  • Jika Anda keluar rumah, Anda sebaiknya gunakan masker walaupun Anda tidak sakit, supaya Anda terlindungi dari paparan virus Corona melalui udara.
  • Anda perlu hindari kerumunan dan jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain.
  • Jangan melakukan kontak fisik seperti berjabat tangan.
  • Anda sebaiknya bawa tisu dan hand sanitizer untuk melindungi tangan dari benda yang terkontaminasi virus Corona seperti pegangan pintu.
  • Anda perlu mencuci tangan dengan sabun yang dilakukan selama 20 detik.
  • Jika Anda memasak makanan di rumah, pastikan Anda memasaknya dengan matang.

Jika Anda adalah salah satu orang yang menderita HIV, Anda tetap bisa menjalankan tindakan pencegahan infeksi virus Corona dengan mengikuti arahan yang disebutkan di atas. Anda sebaiknya secara rutin menggunakan obat ARV untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika Anda terpapar virus Corona, Anda sebaiknya hubungi dokter agar dapat segera ditangani melalui karantina.

Selama Anda dikarantina, dokter atau tenaga medis akan melakukan diagnosis untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami gejala yang disebabkan oleh infeksi virus Corona atau tidak. Selama Anda dikarantina, Anda sebaiknya gunakan waktu untuk beristirahat. Bila perlu, Anda dapat meminta dukungan dari teman atau keluarga agar dapat sembuh dari virus Corona.

more

Pilihlah Obat Batuk Berdahak yang Tepat

Bagi yang pernah mengalami batuk berdahak, tentu memahami bahwa masalah kesehatan yang satu ini sangat mengganggu aktivitas. Tak hanya itu, bahkan batuk berdahak dapat menurunkan kualitas tidur. Wajar saja, orang kerap mencoba aneka cara untuk mengatasinya, mulai dari konsumsi jeruk nipis dan kecap hingga minum obat batuk berdahak.

Batuk sendiri sebetulnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Ketika ada debu, alergen, asap rokok, atau benda asing lain masuk, tubuh berusaha mencegahnya masuk. Respon yang diberikan tubuh adalah dengan batuk.

Adapun yang terjadi ketika seseorang mengalami batuk berdahak, tubuh memproduksi terlalu banyak lendir sehingga terasa mengganjal pada tenggorokan atau dada.

Memilih obat batuk berdahak

Sebetulnya, untuk mengatasi batuk berdahak, Anda perlu mengetahui pemicunya terlebih dahulu. Apakah yang menyebabkan saluran pernapasan Anda memproduksi lendir dalam jumlah banyak?

Rata-rata kondisi tersebut ditimbulkan oleh virus common cold  atau pilek. Beberapa disebabkan oleh virus influenza. Artinya, Anda tidak perlu minum obat batuk apa-apa jika penyebabnya kedua virus tersebut. Anda hanya perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh alami yang akan berperan membasmi virus-virus tersebut.

Lain halnya dengan batuk berdahak yang disebabkan oleh bakteri, kondisi ini perlu diatasi dengan antibiotik. Namun, seperti kita tahu, Anda hanya boleh mengonsumsi antibiotik atas anjuran dari dokter.

Nah, bagaimana dengan gejala batuknya sendiri? Jika dibiarkan, kondisi batuk berdahak sangat mengganggu, maka diperlukan obat untuk mengatasinya.

Dalam pemilihan obat ini, Anda perlu sangat teliti dan berhati-hati, sebab obat batuk yang beredar di pasaran bukan hanya obat untuk batuk berdahak, melainkan masih ada jenis obat batuk lain.

Ketika akan membeli obat batuk, Anda dapat membaca petunjuk yang tertera pada kemasan obat tersebut, apakah obat tersebut merupakan obat batuk berdahak atau dalam istilah kefarmasian disebut ekspektoran. Obat batuk jenis ini akan memperbanyak produksi dahak encer, sehingga secara keseluruhan kekentalan dahak berkurang dan menjadi mudah untuk dikeluarkan.

Mekanisme lain dari ekspektoransi, jenis obat ini akan merangsang mukosa lambung sehingga secara refleks menstimulasi sekresi kelenjar saluran pernapasan. Dampaknya, dahak akan lebih mudah dikeluarkan.

Obat-obat yang termasuk ke dalam ekspektoransi dan cukup sering digunakan adalah amonium klorida dan gliseril guaiakolat. Amonium klorida jarang ditemukan sebagai sediaan tunggal, lebih sering menjadi bagian campuran bersama beberapa obat lain.

Kemampuan kedua jenis obat tersebut dalam mengatasi batuk berdahak tidak diragukan lagi. Namun, Anda juga perlu waspada dengan efek samping yang mungkin timbul. Amonium klorida dapat menyebabkan insufisiensi ginjal, hati, dan paru-paru.

Meski tidak separah amonium klorida, gliseril guaiakolat juga tetap memiliki efek samping, yaitu mengantuk, mual, serta muntah.

Bagaimana bila minum obat batuk berdahak atau ekspektoran saja tidak cukup? Dahak masih sulit dikeluarkan, misalnya. Anda dapat menambahkan jenis obat mukolitik yang dapat mengencerkan lendir di saluran pernapasan.

Kekentalan dahak atau sputum dipengaruhi oleh rantai mukoprotein dan mukopolisakarida. Bila rantai tersebut dipecah, maka dahak akan lebih encer dan sangat mudah dikeluarkan. Itulah yang dilakukan obat batuk jenis mukolitik. Di pasaran, Anda bisa menemukan bromheksin, ambroksol, atau asetilsistein yang bekerja sebagai mukolitik.

Sebelum memutuskan membeli obat batuk berdahak, baca secara seksama brosur yang tersedia pada kemasan obat tersebut. Pastikan Anda memilih obat yang tepat. Jika ragu, berkonsultasilah dengan apoteker yang bertugas di apotek. Dan bila sakit berlanjut, segera periksakan diri Anda ke dokter.

more

Bahaya Near-Drowning, Pelajari RJP Pada Bayi

Peristiwa ‘near-drowning’ adalah sebuah istilah untuk menggambarkan kondisi hampir meninggal karena kehabisan nafas/mati lemas di dalam air. Kondisi ini adalah kondisi terakhir sebelum ‘fatal drowning’ yang mana mengakibatkan kematian pada korban. Kebanyakan orang yang hampir tenggelam biasanya anak-anak. Namun, kejadian tenggelam dapat terjadi pada siapa saja, tidak peduli jenis kelamin ataupun usia. Meskipun lolos dari maut, para korban ‘near-drowning’ masih tetap membutuhkan perhatian medis untuk mencegah komplikasi kesehatan di kemudian hari. Salah satu tindakan medis, apabila petugas kesehatan tidak ada di tempat saat seseorang hampir tenggelam adalah RJP (resusitasi jantung paru). Artikel ini akan membahas apa itu ‘near-drowning’ dengan lebih mendetail beserta hal-hal apa saja yang bisa Anda lakukan apabila memiliki seseorang yang hampir tenggelam, termasuk bagaimana melakukan RJP pada bayi.

Penyebab ‘near-drowning’

Kondisi ini terjadi ketika Anda atau orang lain tidak mampu bernafas di dalam air selama beberapa waktu. Saat tenggelam, pasokan oksigen ke tubuh terputus hingga sistem kerja tubuh terhenti karena kekurangan oksigen. Dalam beberapa kasus (khususnya pada anak-anak dan bayi), kondisi ini hanya akan memakan waktu beberapa detik. Penting untuk diingat bahwa sangat mungkin untuk kembali “menghidupkan” mereka yang sudah berada di dalam air dalam waktu yang lama, misalnya dengan melakukan RJP pada bayi ataupun orang dewasa.

Kasus ‘near-drowning’ umumnya disebabkan oleh kejadian yang terjadi di dalam air ataupun di dekat sumber air. Beberapa penyebab yang paling umum misalnya tidak bisa berenang, panik saat berada di dalalm air, meninggalkan anak di dalam air tanpa pengawasan, meninggalkan bayi (bahkan dalam waktu yang sebentar) di dalam bak mandi tanpa pengawasan, konsumsi alkohol saat naik perahu atau berenang, gegar otak atau serangan jantung saat berada di dalam air, dan percobaan bunuh diri. Mereka yang hampir tenggelam biasanya akan terlihat tidak responsif, dengan kejala seperti kulit dingin kebiruan, perut yang bengkak, rasa sakit di dada, batuk, sesak napas, dan muntah.

Apa yang terjadi saat seseorang hampir tenggelam

Kondisi ‘near-drowning’ tidak selamanya fatal, namun sering dijumpai hal ini dapat menyebabkan beberapa gangguan komplikasi kesehatan. Agar seseorang dapat tumbuh total, mintalah bantuan ahli atau tenaga medis profesional dalam usaha perawatan dan pengobatan. Komplikasi yang disebabkan oleh near-drowning bermacam-macam, tergantung pada berapa lama seseorang tersebut tidak mendapatkan oksigen, contohnya pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, sindrom gangguan pernapasan akut, ketidakseimbangan cairan dan zat kimia di dalam tubuh, serta kondisi vegetatif permanen. Kebanyakan orang akan selamat dari near-drowning setelah 24 jam kejadian awal bermula. Meskipun seseorang berada di dalam air dalam waktu yang lama, sangat mungkin bagi pihak tenaga medis atau Anda untuk melakukan resusitasi pada korban dan menyelamatkannya.

Pencegahan near-drowning pada anak

Tenggelam adalah salah satu penyebab terbanyak kematian akibat kecelakaan tidak disengaja pada anak usia 1 hingga 4 tahun. Mencegah near-drowning pada anak membutuhkan pencegahan tambahan seperti menutup akses anak ke kolam renang, tidak pernah meninggalkan mainan di kolam renang, berenang dengan anak di kolam renang sedalam lengan, tidak pernah meninggalkan anak sendirian di bak mandi, serta jauhkan anak-anak dari sumur, kolam, danau dan sumber air lain. Selain itu, orang tua juga perlu belajar cara melakukan RJP pada bayi dan anak sebagai salah satu tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan.

more

Bagaimana Cara Periksa Payudara Sendiri?

Periksa payudara sendiri dapat mendeteksi adanya benjolan pada payudara lebih awal

Setiap orang perlu menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit. Salah satu penyakit yang berpotensi mengakibatkan kematian adalah kanker. Ada berbagai jenis kanker yang manusia perlu waspada, salah satunya adalah kanker payudara. Kanker payudara bisa terjadi pada wanita sehingga mereka perlu periksa payudara sendiri.

Wanita yang tumbuh dewasa perlu menjaga kesehatan, termasuk payudara, karena gejala yang terjadi pada payudara baik dari yang ringan maupun yang berat seperti kanker payudara. Oleh karena itu, periksa payudara sendiri (SADARI) adalah hal yang direkomendasikan untuk memeriksa kondisi tubuh.

Setiap wanita dapat melakukan pemeriksaan pada payudara sendiri pada hari ketujuh haid wanita agar lebih akurat. Periksa payudara sendiri secara dini perlu dilakukan agar dapat mengetahui jika wanita mengalami perubahan bentuk, ukuran, dan tekstur yang tidak normal.

Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk minta dokter periksa kondisi payudara Anda. Anda dapat memeriksanya sendiri di rumah. Wanita perlu memeriksa payudara secara dini jika mereka mendeteksi adanya benjolan berupa tumor, kista, atau kelainan lainnya. Waktu yang paling tepat untuk periksa payudara sendiri adalah beberapa hari setelah wanita melewati siklus menstruasi bulanan.

Jika wanita perlu memeriksa payudara sendiri, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Setiap wanita dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri di depan cermin, saat mandi, atau ketika mereka berbaring.

Di Depan Cermin

Jika Anda ingin memeriksa payudara sendiri di depan cermin, langkah-langkah yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Anda siapkan diri di depan cermin, namun tanggalkan pakaian agar dapat melihat payudara melalui cermin. Anda amati baik-baik jika Anda mengalami perubahan yang tidak normal pada payudara Anda.
  • Setelah itu Anda posisikan diri bertolak pinggang dan tekan dengan kuat untuk mengencangkan otot-otot dada pada bagian bawah payudara. Anda putar tubuh Anda dari sisi ke sisi agar dapat memeriksa bagian luar payudara.
  • Setelah itu Anda bungkukkan tubuh ke arah cermin dengan posisi bahu tegak supaya payudara menggantung ke depan, lalu Anda periksa payudara Anda jika kondisinya tidak normal dengan melihatnya dan merabanya.
  • Setelah melakukan hal tersebut, Anda letakkan tangan Anda di belakang kepala dan tekan dengan kuat. Putar lagi tubuh dari sisi ke sisi agar Anda dapat memeriksa bagian luar payudara. Anda perlu memeriksa payudara secara menyeluruh, termasuk bagian bawah, dan angkat payudara jika perlu.
  • Anda juga perlu periksa puting Anda jika keluar cairan atau tidak dengan meremasnya.

Ketika Mandi

Jika Anda periksa payudara sendiri ketika mandi, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Anda letakkan satu tangan di pinggul, sementara tangan lain digunakan untuk memeriksa payudara. Anda dapat memeriksanya dengan menggunakan jari Anda jika Anda merasakan benjolan.
  • Anda juga dapat menggunakan sabun untuk melicinkan tangan Anda agar lebih mudah untuk memeriksa payudara jika terjadi benjolan.
  • Anda kemudian topang payudara Anda dengan tangan kiri, sementara tangan Anda digunakan untuk memeriksa jika ada benjolan pada payudara dengan jari. Anda perlu memeriksanya dengan lembut, kemudian Anda ulangi pada sisi payudara lain.

Ketika Berbaring

Jika Anda periksa payudara sendiri ketika berbaring, langkah-langkah yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Anda berbaring dan letakkan bantal atau handuk lipat di bawah bahu kanan Anda. Anda kemudian letakkan tangan kanan Anda di belakang kepala dan tangan kiri di atas payudara kanan. Anda dapat menggunakan losion untuk mengetahui jika ada benjolan atau tidak.
  • Anda raba payudara Anda dengan menggunakan jari yang digerakkan seperti putaran jarum jam. Anda pastikan untuk meraba payudara Anda hingga ke bagian ketiak.
  • Anda kemudian letakkan jari Anda di atas puting payudara. Anda perlu rasakan perubahan yang ada pada puting. Anda juga perlu tekan puting dengan lembut.

Anda perlu periksa payudara sendiri setiap bulan. Bisa saja Anda mengalami perubahan pada payudara seperti benjolan yang mengindikasikan terjadinya gejala seperti nyeri, berdarah, atau penyakit kanker. Jika Anda merasakan gejala pada payudara, Anda dapat konsultasikan masalah ini dengan dokter.

more

Bulu Mata Rontok Apakah Bisa Tumbuh Lagi?

Bulu mata rontok menjadi salah satu mimpi buruk yang setiap wanita tidak ingin miliki. Selain merusak penampilan, bulu mata rontok juga dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang. Pada umumnya, bulu mata rontok merupakan hal yang normal. Sama seperti rambut di kepala Anda, bulu mata rontok memiliki siklus pertumbuhannya sendiri, mulai dari tumbuh, rontok, dan tumbuh kembali. Namun, dalam beberapa kasus, penyakit atau kondisi gangguan kesehatan tubuh tertentu dapat menyebabkan bulu mata rontok lebih parah dibandingkan biasanya. Beberapa penyakit dan kondisi kesehatan tersebut seperti alopecia areata, lupus, hypothyroidism dan hyperthyroidism, serta scleroderma. Selain itu, bulu mata yang rontok parah juga dapat disebabkanoleh blepharitis, sebuah kondisi peradangan pada kelopak mata yang disebabkan oleh alergi, infeksi, dan juga trauma.

Anda juga mungkin akan memiliki bulu mata rontok sementara apabila Anda sedang menjalani perawatan kemoterapi. Apabila ada alasan medis tertentu penyebab bulu mata rontok, dokter mungkin akan dapat merawat penyebabnya. Hal ini akan mengakibatkan bulu mata untuk tumbuh kembali seperti sedia kala. Apabila tidak ada penyebab tertentu yang menyebabkan bulu mata rontok dan Anda ingin mempercepat pertumbuhannya, ada beberapa cara medis yang dapat Anda lakukan.

Siklus pertumbuhan bulu mata

Orang dewasa pada umumnya memiliki 100 hingga 150 hela bulu mata di bagian kelopak mata atas dan sekitar 50 hingga 75 helai bulu mata pada bagian bawah. Masing-masing helai bulu mata memiliki siklus pertumbuhan yang dapat dibagi menjadi 2 fase, yaitu:

  • Fase anagen

Ini merupakan periode pertumbuhan pada setiap helai bulu mata. Fase ini biasanya akan berlangsung selama 2 minggu. Apabila bulu mata Anda rontok pada fase ini, bulu mata tersebut tidak akan tumbuh lagi dengan langsung.

  • Fase telogen

Fase ini merupakan fase yang paling lama terjadi, dapat berlangsung dari 4 hingga 9 bulan. Fase ini dianggap sebagai masa istirahat sebelum bulu mata rontok kembali dan tumbuh kembali sebagai gantinya. Fase komplit pertumbuhan bulu mata dapat bertahan dari 5 hingga 11 bulan. Kerontokan beberapa helai bulu mata setiap harinya merupakan hal yang wajar dan alami.

Mempercepat pertumbuhan kembali bulu mata

Anda dapat mempercepat pertumbuhan kembali bulu mata yang rontok dengan makan makanan yang sehat. Nutrisi yang baik mendukung pertumbuhan bulu mata, sekaligus menjaganya tetap sehat. Berikut ini adalah beberapa nutrisi yang dapat membantu produksi bulu mata.

  • Protein

Rambut Anda sebagian besar terbentuk dari protein. Sehingga, diet tinggi protein sangat penting dilakukan apabila Anda ingin mempercepat pertumbuhan bulu mata. Protein menyediakan tubuh asam amino, yang sangat dibutuhkan untuk memproduksi keratin. Keratin penting untuk menjaga bulu mata tetap sehat dan kuat.

  • Biotin

Biotin juga ikut mendukung produksi keratin. Biotin dapat ditemukan di banyak jenis makanan seperti kacang-kacangan, kembang kol, brokoli, kale, bawang, dan gandum utuh.

  • Buah dan sayuran yang kaya vitamin A dan C

Buah-buahan dan sayur-sayuran yang kaya akan vitamin A dan C membantu mendukung pertumbuhan bulu mata dengan cara mendukung produksi sel dan kolagen.

Bulu mata rontok memang suatu kondisi yang mengganggu, terutama apabila Anda sangat mementingkan penampilan Anda. Namun, bulu mata rontok merupakan kondisi yang alami dan natural. Bulu mata akan tumbuh kembali dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Hubungi dokter apabila kerontokan bertambah semakin parah untuk mendapatkan diagnosa penyebab yang tepat.

more

Mengenal Leptospirosis, Penyakit Yang Mengintai Saat Banjir

Saat musim hujan tiba, tidak hanya penyakit influenza saja yang mengintai di depan mata. Penyakit berbahaya lain seperti leptospirosis juga harus diwaspadai, terutama bagi Anda yang tinggal di daerah yang terkena banjir. Meskipun terbilang langka, leptospirosis adalah penyakit infeksi bakteri yang dapat ditularkan oleh hewan melalui urin. Saat banjir, kencing tikus dapat bercampur bersama air dan dapat masuk ke dalam tubuh, seperti melalui selaput lendir, mulut, hidung, dan mata. Apabila tidak diobati, leptospirosis dapat berkembang menjadi penyakit Weil atau meningitis, yang mana merupakan jenis penyakit fatal. Selain tikus, leptospirosis dapat ditularkan oleh sigung, babi, dan anjing. Leptospirosis biasanya tidak ditularkan antar manusia.

Penyakit leptospirosis biasa terjadi di negara-negara tropis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 10 dari 100 ribu orang mengidap leptospirosis setiap tahunnya. Di iklim yang sedang, penyakit ini dapat menyerang 1 per 100 ribu orang, sementara di daerah epidemik, penyakit ini dapat menyerang 100 dari 100 ribu orang. Orang-orang yang bepergian ke daerah tropis juga memiliki risiko paparan leptospirosis.

Gejala leptospirosis

Menurut Departemen Kesehatan Negeri New York, gejala leptospirosis muncul 5 hingga 14 hari kemudian setelah tubuh terinfeksi bakteri Leptospira. Pada kebanyakan kasus, gejala yang muncul ringan seperti demam, menggigil, rasa sakit pada otot, pusing, batuk, mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan. Dalam kasus-kasus tertentu, leptospirosis akan berkembang menjadi penyakit Weil, bentuk parah dari leptospirosis. Gejala penyakit Weil akan berkembang setelah 3 hari gejala ringan leptospirosis usai. Gejala penyakit ini berbeda-beda tergantung organ tubuh mana yang terinfeksi.

  • Hati, ginjal, dan jantung

Apabila ginjal, hati, dan jantung terinfeksi bakteri Leptospira, Anda mungkin akan mengalami mual, hilangnya nafsu makan, turun berat badan, pusing, pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, dan tangan, pembengkakan pada hati yang menyakitkan, penurunan produksi urin, napas pendek, detak jantung yang cepat, dan sakit kuning (kondisi di mana kulit dan bagian putih mata Anda berubah warna menjadi kuning).

  • Otak

Apabila otak Anda terinfeksi bakteri, gejala yang muncul termasuk demam tinggi, mual, muntah, sakit pada leher atau terasa kaku, mengantuk, kondisi mental yang bingung, perilaku agresif, kejang, ketidakmampuan dalam mengatur gerakan, ketidakmampuan dalam berbicara, dan tidak suka dengan cahaya.

  • Paru-paru

Apabila paru-paru Anda terinfeksi, gejala yang muncul termasuk demam tinggi, napas pendek, dan batuk darah.

Orang-orang yang berisiko terkena leptospirosis

Leptospirosis umumnya adalah penyakit akibat kerja, biasanya menyerang orang-orang yang bekerja berdekatan atau berhubungan dengan hewan, jaringan hewan, dan produk limbah hewan. Beberapa jenis hewan yang dikenal dapat menyebarkan leptospirosis adalah hewan ternak, babi, anjing, reptile, dan hewan pengerat seperti tikus. Sementara itu, orang-orang yang memiliki risiko tinggi terkena leptospirosis seperti petani, dokter hewan, nelayan, tukang daging, orang-orang yang mandi di sungai atau danau, pengendali hama, pekerja selokan, dan penambang. Leptospirosis merupakan penyakit yang ditemukan di seluruh dunia dengan banyak kasus ditemukan di negara-negara tropis. Pada musim hujan, orang-orang yang tinggal di daerah banjir rawan terkena leptospirosis karena risiko yang meningkat air banjir tercampur dengan urin hewan.

Bakteri Leptospira penyebab leptospirosis hidup di hewan seperti domba, kelelawar, tikus, anjing, babi, dan hewan ternak lainnya. Bakteri tersebut hidup dan berkembang di ginjal hewan, yang kemudian akan dikeluarkan bersama dengan urin, dan mencemari tanah ataupun air. Bakteri dapat hidup di tanah dan air selama berbulan-bulan. Untuk mencegahnya, gunakan antibiotik seperti doxycycline yang dapat mencegah infeksi ini.

more

Cara Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan perawatan kemoterapi. Kemoterapi adalah perawatan yang dapat membantu melawan kanker, namun juga memiliki efek samping.  Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda.  Jenis obat kemo yang Anda gunakan dapat mempengaruhi pengalaman Anda mengenai efek samping kemoterapi.

Untungnya, ada berbagai cara untuk mengurangi dan bahkan mencegah efek samping kemoterapi. Anda akan menemukan informasi praktis tentang cara mengendalikan efek samping dari kemoterapi sehingga perawatan Anda berjalan sebaik mungkin.

Untuk membantu Anda, Anda perlu mengetahui detail spesifik tentang gejala yang Anda rasakan dan diskusikan dengan dokter atau perawat Anda. Beberapa hal yang mungkin perlu Anda ketahui meliputi:

 • Tanggal dan waktu efek samping terjadi

 • Berapa lama efek tersebut berlangsung?

 • Seberapa kuat itu — misalnya, jika Anda mengalami rasa sakit, seberapa kuatnya dalam skala dari 1 hingga 10, dengan 1 menjadi jumlah paling sedikit rasa sakit dan 10 yang paling kuat?

 • Bagaimana aktivitas sehari-hari Anda terpengaruh. Apakah ada efek samping dari obat Anda yang membuat Anda tidak dapat tidur, makan, berjalan, bekerja atau berolahraga?

Berikut efek samping kemoterapi yang umum terjadi dan cara mengatasi atau mengendalikan:

  1. Anemia

Anemia sangat umum terjadi pada pasien kanker, baik sebagai akibat langsung dari kanker atau sebagai efek samping dari kemoterapi. Kemoterapi, terapi radiasi dan kehilangan darah karena operasi adalah penyebab umum anemia pada pasien kanker.

Cara mengatasi

Dokter Anda mungkin akan memberikan resep suplemen zat besi, vitamin B12, atau suplemen asam folat. Mungkin juga untuk dokter menyarankan Anda agar mencoba beberapa perawatan sekaligus. Jika anemia yang Anda alami parah, Anda mungkin memerlukan transfusi darah. Namun biasanya, dokter akan memberikan resep obat agar tubuh Anda membuat lebih banyak sel darah merah.

Makanan yang kaya akan zat besi, seperti bayam, daging merah, dan kacang-kacangan, juga dapat membantu meningkatkan energi Anda.

  1. Mual dan muntah

Gejala ini dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah perawatan kemoterapi.

Cara mengatasi

Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan obat mual spesifik berdasarkan jenis kemoterapi yang Anda dapatkan. Mungkin juga Anda perlu mencoba beberapa obat mual yang berbeda sebelum menemukan obat yang tepat untuk Anda.

Selain itu, Anda disarankan untuk konsumsi makanan dengan porsi kecil sepanjang hari, misalnya 5 kali sehari daripada makan dengan porsi yang besar. Serta minumlah cairan satu jam sebelum makan dan hindari minum air saat makan.

  1. Rambut rontok

Perawatan lemoterapi dapat membuat Anda kehilangan rambut tidak hanya di bagian kepala Anda tetapi di tempat lain, seperti alis, bulu mata dan bagian lain tubuh Anda.

Cara mengatasi

Rawat rambut dan kulit kepala Anda dengan lembut, dengan menggunakan produk sampo ringan, sikat bagian kepala dengan lembut, dan tidak menggunakan hair dryer, pengeriting rambut, pewarna, atau produk lain yang mudah merusak rambut Anda.

Anda juga dapat menggunakan sampo, kondisioner, dan krim pelembab pada rambut dan kulit kepala Anda sebelum kerontokan terjadi. Hal ini dapat membantu mengatasi kekeringan dan gatal.

Jika perlu gunakan wig, syal, turban, atau topi untuk menutupi kerontokan rambut Anda.

  1. Pendarahan, Memar, dan Infeksi

Kemoterapi membunuh sel darah putih Anda, yang berfungsi untuk melawan kuman, dan trombosit, yang membantu pembekuan darah Anda. Akibatnya, Anda memiliki risiko infeksi, perdarahan, dan memar yang lebih tinggi (bahkan saat Anda terbentur).

Cara mengatasi

Transfusi darah dan trombosit dapat membantu mengatasi efek samping satu ini. Begitu juga dengan suntikan obat yang dapat membantu tubuh Anda membuat lebih banyak sel darah.

  1. Luka di sekitar mulut dan tenggorokan

Luka yang menyakitkan dapat Anda membuat sulit untuk makan, dan membuat mulut serta tenggorokan mudah terinfeksi.

Cara mengatasi

Tanyakan kepada dokter Anda tentang obat dan salep nyeri yang dapat digunakan dibagian mulut Anda. Jika Anda mulai memiliki mulut kering, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan untuk membantu Anda menghasilkan lebih banyak air liur.

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi dokter gigi Anda 2 minggu sebelum Anda memulai kemo untuk menyelesaikan semua perawatan gigi. Serta sikat gigi dan lidah Anda setiap selesai makan dan sebelum tidur dengan sikat gigi lembut atau kapas.

Beberapa efek samping kemoterapi memerlukan bantuan medis dengan cepat.  Segera hubungi dokter Anda jika Anda memiliki:

  • Temperatur lebih dari 39 derajat
  • Pendarahan atau memar saat Anda tidak bergesekan dengan apapun
  • Reaksi ruam atau alergi, seperti pembengkakan atau kesulitan bernapas atau menelan
  • Menggigil hebat
  • Rasa sakit yang tidak bisa Anda jelaskan
  • Kesulitan bernafas
  • Darah di toilet setelah Anda menggunakan kamar mandi

Diare atau muntah yang berlangsung secara terus menerus

more
apa itu salmonella

Apa Itu Salmonella?

Salmonella adalah salah satu jenis bakteri jahat yang kerap muncul dan menginfeksi makanan, termasuk ayam, tomat, kacang tanah, salsa, guacamole, dan bahkan makanan-makanan hewan peliharaan. Bakteri ini tumbuh subur di saluran usus hewan dan manusia serta dapat menyebabkan keracunan makanan. Penyakit yang terjadi akibat Salmonella berkisar dari infeksi ringan hingga infeksi yang sangat serius, bahkan dapat membunuh orang-orang yang rentan. Meskipun begitu, ada beberapa cara untuk melindungi diri Anda dari infeksi Salmonella.

Sumber Makanan yang Berisiko Mengandung Salmonella
Setiap makanan mentah yang berasal dari hewan, seperti daging, unggas, susu dan produk olahan susu, telur, serta makanan laut, ataupun tumbuhan, seperti sebagian besar buah dan sayuran, dapat menjadi media berkembangnya bakteri salmonella. Agar tidak terinfeksi salmonella, seseorang harus menghindari asupan daging, unggas, atau telur yang mentah atau kurang matang, termasuk juga produk susu yang tidak dipasteurisasi. Anda juga harus memerhatikan dengan seksama pemberitahuan penarikan produk di pasaran atau peringatan mengenai informasi makanan yang sedang terjangkit bakteri salmonella. Produk makanan ini juga termasuk pada makanan olahan rumah yang dibuat dengan telur mentah, seperti mayones, adonan kue, dan es krim.

Apakah Memasak atau Mencuci Dapat Membunuh Salmonella?
Memasak hingga seluruh bahan matang sempurna dapat membunuh salmonella. Akan tetapi mencuci buah-buahan dan sayuran tidak semudah itu mampu membunuh salmonella, khususnya jika sedang terjadi wabah. Untuk itu, ada baiknya Anda mengolah bahan makanan hingga matang atau menghindari sepenuhnya asupan makanan yang dicurigai mengandung salmonella. Lebih lanjut, jika terjadi wabah, biasanya para penanggung jawab produk makanan dan kesehatan akan memperingatkan masyarakat untuk tidak makan makanan yang berpotensi terkontaminasi salmonella selama wabah. Dengan kata lain, Anda akan dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya meskipun sudah dimasak.

Tips untuk Kebersihan dan Keamanan Bahan Makanan
Berikut adalah beberapa tips untuk pengolahan semua buah-buahan dan sayuran dalam upaya pencegahan keracunan makanan, di antaranya:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat sebelum dan sesudah mengolah bahan makanan.
  2. Cuci produk dengan seksama di bawah air mengalir, bukan di bak atau wastafel.
  3. Gunakan talenan dan peralatan yang bersih. Jangan biarkan produk bersentuhan dengan makanan mentah lain atau permukaan yang telah mereka sentuh.

Sumber Infeksi Salmonella Nonmakanan
Selain melalui makanan, infeksi salmonella juga dapat terjadi melalui hewan peliharaan. Pasalnya, bakteri salmonella hidup di usus hewan-hewan ini. Dengan kata lain, kotoran dari hewan-hewan ini berisiko menjadi media penyebaran bakteri berbahaya ini.

Hewan peliharaan tertentu, seperti kura-kura, ular dan reptil lainnya, anak ayam, serta burung mungkin untuk membawa bakteri ini. Untuk itu, pastikan agar selalu mencuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat hingga bersih setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan atau kotorannya.

Salmonella pada Anak Ayam
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat memperingatkan wabah salmonella yang berulang terjadi pada anak ayam. Pasalnya, banyak orang tua yang gemar memberikan anaknya hadiah anak ayam sebagai mainan dan peliharaan. Sayangnya, CDC tidak menganjurkannya dan menetapkan bahwa anak di bawah usia 5 tahun tidak boleh menyentuh anak ayam atau bebek.

Gejala dan Pengobatan Infeksi Salmonella
Gejala salmonellosis cukup beragam, mulai dari kram perut, diare, dan demam yang berkembang 12 hingga 72 jam setelah makan. Kebanyakan orang pulih dalam empat hingga tujuh hari dan tidak memerlukan perawatan selain minum banyak cairan. Orang dengan diare parah mungkin memerlukan cairan intravena. Pemberian antibiotik tidak selalu diperlukan pada orang sehat kecuali jika infeksi salmonella telah menyebar ke luar usus. Kasus-kasus yang serius dan berpotensi fatal, lebih mungkin terjadi pada anak-anak, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau orang lanjut usia.

more