Category Penyakit

Anjuran Penggunaan ACE Inhibitor dalam Penanganan COVID-19

ACE inhibitor adalah kelompok obat hipertensi yang diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi

Merupakan obat yang berfungsi untuk melemaskan pembuluh darah, sehingga mampu meringankan kinerja jantung disebut dengan ACE Inhibitor. Dalam penanganan kasus Covid-19 atau virus corona, dokter lebih memerhatikan kebutuhan pasien dengan menggunakan obat tersebut disertai dengan angiotensin receptor blockers (ARBs).

Angiotensin II reseptor blockers (ARBs) merupakan golongan obat-obatan yang digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Pada dasarnya kedua obat ini sama hanya saja cara kerja kedua obat tersebut berbeda. Satu hal yang perlu digaris bawahi dan dimengerti adalah orang dengan penyakit kardiovaskular berisiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat Covid-19.

Penggunaan ACE Inhibitor

Virus corona baru atau dikenal juga dengan nama Covid-19 telah menyebabkan pandemi di seluruh belahan dunia. Kepanikan ini membuat empat organisasi kardiologi terbesar dunia turut melawan virus berbahaya tersebut, tentunya guna meminimalisir banyaknya korban yang berjatuhan karena penyebaran virus tersebut.

Keempat organisasi ini antara lain, Dewan Masyarakat Kardiologi Eropa (ESC) tentang Hipertensi, American College of Cardiology (ACC), American Heart Association (AHA) dan Heart Failure Society of America (HSFA). Keempat organisasi ini sepakat menyebut bahwa pasien penderita jantung rentan terhadap virus corona.

Selain itu, organisasi tersebut juga sangat menyarankan kepada para dokter yang ingin membuat perubahan pada regimen pengobatan baik ACEi atau ARBs. Hal ini dilakukan karena banyak terjadi gerakan di media sosial yang memperlihatkan ahli jantung menyarankan untuk penghentian penggunaan ACEi dan ARBs.

Pemakaian obat ini sangat disarankan dengan bukti bahwa angiotensin-converting enzyme 2 diidentifikasi sebagai reseptor fungsional yang mengarah pada virus corona. Akan tetapi, kepantasannya dipertanyakan karena munculnya kekhawatiran yang dikemukakan oleh Dewan ESC tentang Hipertensi, Giovanni de Simone menyusul keberhasilan penelitian pada hewan.

Mengenai manfaat menjaga fungsi paru-paru dari penggunaan obat tersebut, Simone mengaku masih dibutuhkan uji lebih jauh mengenai protektif terhadap komplikasi paru-paru yang serius pada pasien dengan infeksi Covid-19. Karena pengobatan menggunakan ACE-i atau ARBs baru teruji terhadap hewan.

Hal senada diungkapkan Presiden HFSA, Biykem Bozkurt yang menyebut bahwa Covid-19 termasuk gejala pernapasan, bukti terbaru menunjukkan beberapa pasien yang juga mungkin mengalami kerusakan kardiovaskular yang parah. Maka dari itu, keempat organisasi ini kemudian memberi saran terhadap dokter.

Yakni untuk tetap menggunakan ACEi atau ARBs untuk menangani pasien Covid-19 atau virus corona yang memiliki riwayat kardiovaskular sembari menunggu penelitian dan evaluasi lanjutan. Sementara itu, penelitian lain menyatakan bahwa ACE 2 mempunyai efek protektif terhadap infeksi virus corona.

Faktor Pendukung Lain

ACE2 diklaim mampu mengurangi inflamasi sehingga memunculkan potensi dalam terapi virus corona yang disertai dengan penyakit komorbid, misalnya seperti hipertensi dan diabetes melitus. Kondisi ini juga telah diteliti lebih lanjut mengenai pengaruh sensitivitas individu terhadap terapi dan polimorfisme ACE2 individual.

Obat ACE Inhibitor dan ARBs memiliki efek protektif terhadap kerusakan paru-paru atau memiliki efek paradoks pada peningkatan virus. Obat ini memiliki peran penting dalam sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAS) di mana ketidakseibangan angiotensin-mediated angiotensin II-receptor –type1-ACE 2 dapat menyebabkan inflamasi di berbagai sistem tubuh.

Meningkatnya ACE dan Angiotensin II merupakan faktor prognostik yang buruk pada pneumonia berat, penelitian menyebutkan bahwa hewan inhibitor RAS (termasuk ACEi dan ARBs) dapat mengurangi gejala pneumonia berat dan gagal napas. Penelitian lain yang ditemukan lebih tinggi pada tikus yang lebih tua.

more

Trik Terhindari dari Hipertensi Esensial

Tekanan darah tinggi bisa sangat berisiko bagi keselamatan sebab dapat memicu berbagai penyakit lain untuk menyerang. Umumnya seseorang diklasifikasikan menderita tekanan darah tinggi jika rata-rata pemeriksaan menunjukkan tekanan darahnya melebihi 140/90 mg/dl.

Ada dua jenis tekanan darah tinggi. Yang pertama disebut hipertensi primer atau hipertensi esensial. Ini merupakan kondisi tekanan darah yang meningkat tanpa diketahui penyebab pastinya. Yang kedua disebut hipertensi sekunder di mana kondisi tekanan darah meningkat karena adanya gangguan kesehatan pemicu, seperti penyakit tiroid ataupun penyakit ginjal.

Sebagian besar tekanan darah tinggi sebenarnya berjenis hipertensi esensial. Walaupun faktor penyebabnya belum diketahui pasti, sejumlah cara bisa Anda tempuh guna terhindar dari penyakit ini. Berikut adalah beberapa trik pola hidup yang bisa Anda terapkan guna bisa mengendalikan tekanan darah tetap pada jalurnya alias tidak ketinggian.

  1. Jaga Berat Badan

Orang-orang yang memiliki berat badan berlebih bahkan obesitas lebih berisiko terkena hipertensi esensial dibandingkan mereka yang memiliki berat badan ideal. Risiko bagi orang obesitas untuk terkena tekanan darah tinggi bahkan bisa meningkat 2—6 kali lipat dibandingkan orang yang tidak memiliki berat badan berlebih.

Alasan obesitas bisa memicu hipertensi esensial karena ketika berat Anda terlalu berlebih, ginjal akan bekerja lebih keras hingga rentan menimbulkan gangguan. Kondisi inilah yang membuat Anda lebih mudah terserang hipertensi. Karena itu, menjaga pola makan untuk menjaga berat badan ideal menjadi trik terjitu mencegah hipertensi.

  • Perbanyak Konsumsi Serat

Salah satu menyiasati diri untuk terhindari dari risiko hipertensi esensial adalah menjaga asupan makan Anda. Disarankan Anda mengonsumsi serat sesuai rekomendasi badan kesehatan tiap harinya, yakni berkisar 25—30 gram.

Serat yang tercukupi akan membuat Anda lebih mudah merasa kenyang sehingga berat badan lebih terjaga dan kerja ginjal tidak terlalu berat. Sayuran dan buah bisa menjadi pilihan terbaik untuk memperoleh asupan serat tiap harinya.

  • Kurangi Asupan Garam

Anda pencinta rasa asin dan kerap menambahkan garam ke mangkok makanan? Mulai sekarang, mulai kurangi kebiasaan itu jika tidak mau menderita hipertensi esensial. Dalam sehari pastikan bahwa konsumsi garam Anda tidak melebihi 5 gram, sesuai anjuran World Health Organization (WHO).

Garam menjadi penyebab hipertensi karena jenis bahan makanan ini bisa meningkatkan jumlah air di dalam tubuh secara cukup drastis. Asal tahu saja, semakin banyak volume air dalam tubuh Anda maka tekanan darah bisa ikut naik secara otomatis sehingga menjadi penyebab penyakit.

  • Rutin Berolahraga

Jangan malas untuk menggerakkan fisik Anda jika ingin terhindari dari penyakit bernama hipertensi esensial. Salah satunya caranya dengan berolahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu dengan tiap latihan berdurasi 30 menit. Jenis olahraganya terserah Anda. Mulailah dengan berolahraga ringan, sepeti jalan cepat maupun jogging.

Berolahraga secara teratur bisa menjaga berat badan Anda di angka ideal. Terbukti bahkan orang-orang yang aktif berolahraga memiliki risiko lebih rendah 50 persen dibandingkan mereka yang malas bergerak fisik.

  • Kelola Stres

Stres yang tidak terkendali nyatanya menjadi pemicu jitu terkait penyakit hipertensi esensial. Ini karena ketika Anda merasa stres, tubuh Anda akan mengeluarkan hormon stres berupa kortisol dan adrenalin. Di mana keduanya sangat bisa membuat tekanan darah meningkat.

Kortisol meningkatkan gula pada aliran darah yang juga berimpikasi pada kenaikan tekanan darah. Sementara itu, dengan munculnya adrenalin, otot jantung bisa berkontraksi lebih kuat sehingga meningkatkan jumpah darah yang dipompa sekaligus menaikkan tekanan darah. Karena itu, lebih baik mulai sekarang jauhi penyebab stres dan cobalah mengelola stres secara lebih baik.

***

Tekanan darah yang terjaga akan membuat kualitas hidup Anda lebih sehat karena minim risiko terkena penyakit kronis. Karena itulah, menjauhi penyebab hipertensi esensial dan memutuskan mencegahnya dengan trik simpel di atas sangat dianjurkan. 

more

Mengenal Sinus Takikardia, Ketika Ritme Jantung Lebih Cepat

Sinus takikardia dapat dianggap normal dan berbahaya

Sinus takikardia merupakan kondisi di mana ritme jantung berdetak lebih cepat dibandingkan dengan biasanya. Jantung Anda memiliki alat pacu jantung alami yang dikenal dengan nama “simpul sinus”, yang dapat memproduksi impuls listrik yang bergerak melalui otot jantung dan menyebabkan kontraksi/denyut jantung. Ketika impuls listrik tersebut dialirkan dengan normal, kondisi ini disebut dengan ritme sinus normal, yang mana biasanya menghasilkan 60 hingga 100 denyut jantung per menit. Namun, impuls listrik ini terkadang dapat dikirim dengan lebih cepat dibandingkan dengan biasanya, yang menyebabkan sinus takikardia, yang menyebabkan detak jantung lebih dari 100 denyut per menit. 

Di dalam beberapa kasus tertentu, sinus takikardia merupakan hal yang normal dan tidak perlu ditakuti. Contohnya, sinus takikardia dapat terjadi ketika Anda berolahraga dengan lebih keras dibandingkan dengan biasanya atau terkejut karena suatu hal yang mengagetkan. Hal-hal lain yang dapat menyebabkan sinus takikardia di antaranya adalah rasa cemas atau stres emosional, demam, penggunaan obat-obatan tertentu, stimulant (seperti kafein atau nikotin), dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti cocaine. 

Di sisi lain ketika Anda menderita sinus takikardia tanpa ada alasan atau sebab yang jelas, kondisi ini disebut dengan sinus takikardia tidak normal (IST). Orang-orang dengan IST dapat memiliki detak jantung yang sangat cepat saat mereka istirahat dan tidak melakukan aktivitas yang berat. Selain detak jantung yang cepat, IST juga dapat menyebabkan sesak napas, rasa sakit di dada, pusing atau pingsan, sakit kepala, kesulitan saat berolahraga, dan rasa cemas. Dokter tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama IST. Namun, hal ini dapat disebabkan karena faktor kombinasi antara adanya gangguan dan simpul sinus, sinyal saraf tidak biasa yang menyebabkan detak jantung menjadi semakin cepat, dan disfungsi saraf yang bekerja untuk memperlambat detak jantung. 

Dalam kebanyakan kasus umum, sinus takikardia merupakan respon normal pada sistem kardiovaskular yang memicu peningkatan detak jantung. Saat Anda melakukan aktivitas olahraga, detak jantung akan meningkat karena jantung perlu memompa lebih banyak oksigen ke otot-otot tubuh. Sementara itu, stres emosional dan gangguan kecemasan dapat memicu peningkatan pada neurotransmitter seperti dopamine dan epinephrine, yang akan membuat detak jantung menjadi semakin cepat. Selain karena cafein, alkohol, kecemasa, stres, infeksi, dan tekanan darah yang rendah, sinus takikardia normal dapat disebabkan karena adanya kerusakan pada jaringan jantung, gangguan thyroid, dan anemia atau kekurangan darah merah. 

IST sering sulit untuk diatasi mengingat penyebab-penyebab utamanya tidak dapat dimengerti secara pasti. Tergantung pada seberapa cepat denyut nadi Anda, dokter dapat meresepkan penghambat beta dan pengeblok kanal kalsium untuk memperlambat detak jantung. Anda juga perlu melakukan perubahan gaya hidup, seperti menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan meningkatnya detak jantung, seperti stimulant dan situasi yang penuh stres. Anda juga direkomendasikan untuk makan makanan yang menyehatkan jantung, banyak berolahraga, dan menjaga berat badan yang sehat. Dalam kasus-kasus yang parah yang tidak memberikan respon terhadap obat-obatan dan perubahan gaya hidup, Anda bisa mendapatkan prosedur ablasi jantung. Prosedur ini menggunakan energi untuk menghancurkan bagian-bagian kecil jaringan jantung yang terletak pada daerah yang menyebabkan sinus takikardia. 

Sinus takikardia merupakan meningkatnya detak jantung. Dalam kasus umum, kondisi ini merupakan tanda-tanda adanya peningkatan aktivitas tubuh atau Anda mendapatkan banyak asupan kafein. Dalam kasus IST, penyebabnya tidak diketahui, dan Anda membutuhkan bantuan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang dibutuhkan.

more

Faktor risiko dan Gejala Batuk Kronis

Batuk terkadang dapat memberikan rasa tidak nyaman. Padahal, sesungguhnya, batuk memiliki tujuan dan manfaatnya sendiri, yaitu untuk membawa dan membuang lendir dan zat asing lain dari saluran udara yang dapat mengiritasi paru-paru. Batuk juga dapat menjadi respon peradangan atau penyakit. Kebanyakan batuk hanya terjadi sementara. Anda dapat menderita demam atau flu, untuk kemudian batuk selama beberapa hari atau minggu, hingga akhirnya Anda akan merasa sehat kembali. Terkadang, batuk dapat terus terjadi selama beberapa minggu, bulan, bahkan tahun. Apabila hal tersebut terjadi, Anda mungkin memiliki gangguan kesehatan yang serius dan perlu diwaspadai. Ketika batuk terus menerus terjadi selama 8 minggu atau lebih, kondisi ini disebut dengan nama batuk kronis.

Batuk kronis dapat terjadi akibat kondisi-kondisi seperti alergi ataupun lendir dari hidung. Meskipun sangat jarang ditemui, batuk kronis juga dapat disebabkan oleh kanker atau kondisi paru-paru yang berpotensi mengancam nyawa lainnya. Batuk kronis dapat memiliki dampak yang besar dalam hidup Anda. Batuk dapat membuat Anda terjaga saat malam hari dan mengganggu aktivitas sehari-hari dan kehidupan sosial. Untuk itulah mengapa Anda harus segera memeriksakan diri apabila menderita batuk yang terjadi selama lebih dari 3 minggu.

Penyebab batuk kronis

Beberapa penyebab batuk kronis yang paling umum dijumpai adalah lendir hidung; asma (terutama asma berjenis batuk dengan batuk sebagai gejala utamanya); refluks asam (atau dikenal dengan GERD, penyakit refluks gastroesophageal), bronkitis kronis atau bentuk lain dari penyakit paru-paru obstruktif kronis (COPD), infeksi (pneumonia atau bronkitis akut), inhibitor ACE (obat-obatan yang digunakan untuk merawat tekanan darah tinggi), dan merokok.

Gejala batuk kronis

Selain batuk yang terus menerus dan mengganggu, gejala lain yang menyertai kondisi ini bervariasi, tergantung pada penyebab utama batuk Anda. Beberapa gejala umum batuk kronis lain di antaranya adalah rasa adanya cairan yang menetes di bagian belakang tenggorokan, sensasi terbakar di belakang tulang dada, suara serak, hidung meler, radang tenggorokan, hidung mampet, mengi, dan sesak napas. Meskipun langka dan jarang ditemukan, batuk kronis juga dapat menyebabkan batuk darah, keringat pada malam hari, demam tinggi, turun berat badan tanpa diketahui penyebabnya, dan rasa sakit pada dada. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan dini apabila Anda memiliki gejala-gejala tersebut.

Faktor risiko dan kapan harus konsultasi dengan dokter?

Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita batuk kronis terutama apabila Anda adalah seorang perokok aktif. Merokok tembakau akan merusak paru-paru serta menyebabkan kondisi COPD. Selain itu, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah juga rentan menderita infeksi yang dapat menyebabkan batuk kronis.

Anda perlu mengunjungi dokter apabila batuk Anda terjadi selama lebih dari 3 minggu. Selain itu, konsultasikan dengan mereka apabila Anda menunjukkan gejala lain selain batuk, seperti turunnya berat badan yang tidak direncanakan, demam, batuk darah, dan sulit tidur. Pada saat pemeriksaan, dokter akan bertanya seputar batuk dan gejala lain. Anda juga akan mendapatkan beberapa tes pemeriksaan seperti tes refluks asam, endoscopy, kultur sputum, tes fungsi paru-paru, dan pemindaian CT atau sinar-X untuk mengetahui penyebab batuk kronis.

Apabila tes-tes tersebut tidak membantu dokter mengidentifikasi penyebab kondisi batuk kronis Anda, mereka akan memasukkan tabung tipis ke dalam tenggorokan atau hidung untuk melihat bagian dalam saluran udara atas. Sementara itu, bronkoskopi menggunakan sebuah alat untuk melihat lapisan saluran udara bagian bawah dan paru-paru. Dokter juga dapat menggunakan bronkoskopi untuk mengambil jaringan kecil untuk diperiksa.

more

Mudah Dilakukan, Inilah Langkah Pertama Atasi Tendinitis

Bagi Anda yang sering melakukan olahraga atau aktivitas berat, mungkin, sudah tidak asing lagi dengan rasa nyeri di beberapa bagian tubuh. Meski tidak selalu, tetapi kemungkinan besar rasa sakit itu terjadi akibat ada yang salah pada tendon Anda. Kondisi itu disebut tendinitis.

Tendon adalah jaringan ikat kuat yang menghubungkan otot dengan tulang. Ketika seseorang mengalami tendinitis, bagian itu mengalami peradangan atau iritasi. Bagian yang paling sering terserang tendinitis adalah tumit, lutut, siku, dan bahu, meski tidak selalu lantaran tendinitis bisa terjadi di mana saja.

Selain merasakan sakit dan nyeri di bagian persendiannya, seseorang yang terserang tendinitis juga amat mungkin mengalami pembengkakan ringan. Warna kemerahan atau lebam dan rasa panas juga dapat menyertai gejala tendinitis.

Seperti halnya jenis cedera yang lain, tendinitis masih dalam taraf yang tidak terlalu membahayakan. Namun, hal itu bukan berarti seseorang bisa mengabaikan gejala atau keluhan yang terjadi akibat tendinitis.

Mereka perlu melakukan upaya atau langkah-langkah untuk mengatasi atau setidaknya meredakan gejala dan keluhannya itu. Sebagai langkah awal, seseorang bisa melakukan beberapa metode terapi sederhana.

Metode tersebut biasa disebut “RICE” yang merupakan singkatan dari rest, ice, compression, dan elevation. Metode ini dinilai amat efektif membantu seseorang terbebas dari gejala tendinitis yang mereka rasakan:

  • Rest (beristirahat): Saat tubuh terserang tendinitis, maka seseorang wajib memberikan tubuh kesempatan untuk memulihkan diri dengan beristirahat dari kegiatan yang tengah dijalani.
  • Ice (kompres dengan es): Seseorang yang terserang tendinitis dapat menempelkan kantong es ke bagian tendon yang sakit. Hal ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri. Namun, pastikan agar tidak menempelkan es secara langsung dengan kulit.

Disarankan menggunakan kain untuk melindungi kulit dari radang dingin. Lakukan kompres sesuai kebutuhan, biasanya tak lebih dari 20 menit dalam setiap kesempatan. Saat ingin mengompres kembali, beri jeda sekitar 40 menit untuk kembali melakukan kompres.

  • Compression (membalut): Gunakan perban elastis atau perban kompresi untuk membalut bagian yang mengalami tendinitis. Balutan ini membantu meredakan pembengkakan dan membatasi gerakan sendi yang mungkin terjadi.
  • Elevation (meninggikan kaki): Angkat tendon atau sendi yang sakit hingga lebih tinggi dari jantung. Posisi ini membantu meredakan pembengkakan yang terjadi dan membatasi gerakan sendi. Cara ini bermanfaat terutama bagi tendinitis di bagian lutut.

Meski sudah melakukan langkah awal perawatan tersebut, seseorang yang terserang tendinitis tetap wajib memberikan perawatan setelah 48 jam dan selanjutnya. Sebab, sekalipun perawatan untuk mengatasi nyerinya diberikan sejak dini, tendinitis akan berlangsung selama lebih dari 3 bulan.

Selain melakukan beberapa langkah terapi sederhana di atas, seseorang yang terserang tendinitis juga bisa mencoba untuk minum obat antiradang. Obat ini berguna untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Obat yang bisa dikonsumsi adalah obat dengan jenis antiinflamasi non-steroid (OAINS) seperti paracetamol, aspirin, dan ibuprofen.

Pastikan konsumsinya sesuai dengan anjuran dokter. Jika radang tendon berada di dekat permukaan kulit, seseorang dapat menggunakan krim atau jel pereda nyeri agar rasa sakit lebih cepat mereda.

Tendinitis yang tidak diatasi dengan baik atau yang dibiarkan begitu saja tanpa penanganan bisa menyebabkan masalah baru. Seperti misalnya meningkatkan risiko putusnya tendon. Selain itu komplikasi lainnya bisa berupa tendinosis (tendon mengalami perubahan degeneratif).

Oleh karena itu, penting bagi seseorang yang mengalami beberapa gejala seperti tendinitis setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat untuk segera menemui dokter agar mendapat diagnosis dan perawatan yang tepat.

more

Prosedur dan Persiapan Sebelum Skin Prick Test

Skin prick test dilakukan dengan meneteskan alergen ke kulit lengan pasien

Konsultasi ke dokter perlu dilakukan bagi para orang tua jika anaknya mengalami alergi tertentu, hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Untuk mendeteksi penyebab alergi, biasanya akan dilakukan beberapa tes alergi. Salah satu yang dilakukan adalah tes tusuk kulit atau skin prick test.

Merupakan tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang sedang mengalami alergi terhadap beberapa alergen sekaligus, seperti serbuk sari, jamur, bulu hewan, tungau ataupun makanan. Tes tusuk kulit pada anak-anak biasanya dilakukan tepat di bagian punggung atas, tes ini tidak memicu rasa nyeri karena jarum yang digunakan nyaris tidak menembus kulit.

Persiapan Skin Prick Test

Sebelum melakukan tes, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan terperinci, seperti di antaranya riwayat medis anak, tanda dan gejala yang dialami hingga cara yang biasa dilakukan orang tua dalam melakukan perawatan. Jawaban para orang tua akan sangat membantu dokter dalam menentukan alergi yang muncul, apakah karena faktor genetik atau faktor lain.

Selain itu ada baiknya juga calon pasien untuk dapat mengetahui beberapa hal penting terkait dengan tes ini. Hal ini diperlukan agar nantinya seseorang atau para orang tua tidak salah dalam mengambil langkah ketika ingin melakukan tes ini. Terdapat beberapa fakta menarik mengenai pemeriksaan ini, salah satunya tidak menimbulkan sakit yang dirasakan para pasiennya.

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa prosedur dari pemeriksaan tes ini sama sekali tidak menimbulkan rasa nyeri karena jarum yang digunakan nyaris tidak menembus kulit, sehingga bisa dipastikan anak tidak akan menangis ketika proses ini berlangsung. Namun, akan muncul perasaan tidak nyaman meskipun hanya sebentar.

Prosedur Tes Tusuk Kulit

  • Pertama dokter akan membersihkan kulit pada lengan atas atau lengan bawah menggunakan alkohol, kemudian memberi tanda dengan spidol atau pulpen.
  • Kemudian, dokter akan meneteskan sejumlah larutan sebanyak 10 hingga 12 kali tetes di setiap tanda yang sudah dibuat.
  • Larutan yang digunakan berupa campuran antara cairan dan alergen dari bahan alami seperti jenis makanan.
  • Setelah ditetes larutan, dokter akan menusuk area kulit yang sudah ditetes dengan jarum yang sangat tipis sehingga alergen bisa masuk ke bawah permukaan kulit.
  • Dokter akan mengamati reaksi yang muncul biasanya dalam 15 hingga 20 menit, bila positif terhadap alergen tertentu, akan muncul bentol merah dan gatal pada kulit.

Fungsi Tes Tusuk Kulit

Beberapa manfaat bisa didapatkan ketika para orang tua melakukan tes ini pada anak mereka, tes alergi dilakukan guna menentukan zat apa yang menyebabkan gejala alergi pada anak. Setelah itu dokter langsung akan melakukan tes alergi kulit jika mengalami beberapa gejala seperti di antaranya berikut ini.

  • Alergi rhinitis dan asma yang tidak terkontrol baik dengan obat-obatan hingga mengalami gatal dan angioedema.
  • Alergi makanan, muncul ruam kulit yang membuat kulit menjadi merah, sakit dan bengkak setelah kontak dengan substansi.
  • Alergi penisilin, alergi racun dan alergi obat terkait merupakan satu-satunya alergi obat yang bisa diuji dengan menggunakan tes kulit.

Efek Samping

Beberapa efek samping akan muncul setelah melakukan skin prick test, di antaranya benjolan yang sedikit bengkak, muncul warna merah hingga sensasi gatal. Efek samping ini akan lebih terlihat ketika prosedur tes tengah dijalankan atau pada saat tes dilakukan.

more

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar, atau disebut sebagai kanker kolon, adalah jenis kanker yang memicu gangguan di bagian usus besar. Kanker usus besar biasanya bermula dengan terbentuknya gumpalan-gumpalan kecil non-kanker yang disebut sebagai polip adenoma. Secara perlahan, sebagian polip dapat berkembang menjadi kanker usus besar.

Gejala

Seseorang yang mengalami kanker usus besar akan mengakibatkan gejala sebagai berikut:

  • Perubahan pada warna tinja.
  • Perdarahan pada tinja atau anus.
  • Diare atau sembelit.
  • Mudah merasa lelah.
  • Berat badan menurun.
  • Mual atau muntah.

Penyebab

Kanker usus besar disebabkan oleh adanya mutasi DNA pada sel-sel yang sehat di bagian usus besar. Sel-sel yang ada di bagian usus besar tumbuh secara berlebihan dan tidak terkontrol dengan baik.

Sel-sel tersebut kemudian membentuk tumor. Selain itu, sel-sel terus tumbuh dan menghancurkan sel-sel sehat di sekelilingnya. Tidak hanya terjadi di bagian usus besar, sel-sel yang tumbuh dapat menyebar ke bagian tubuh lain sehingga membentuk sel-sel kanker, dan dapat menyebabkan kanker usus besar.

Risiko

Orang-orang yang memiliki risiko terhadap kanker usus besar adalah:

  • Orang-orang yang berusia di atas 50 tahun.
  • Orang-orang yang memiliki riwayat kanker.
  • Orang yang punya anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker.
  • Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pencernaan.
  • Orang yang memiliki sindrom yang diturunkan.
  • Orang yang memiliki kekurangan asupan serat di dalam tubuh.
  • Orang yang tidak berolahraga secara teratur.
  • Orang yang memiliki kelebihan berat badan.
  • Penderita diabetes.
  • Perokok.
  • Orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol.
  • Orang yang pernah menjalani terapi radiasi kanker.

Diagnosis

Jika Anda terkena kanker usus besar, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Skrining

Skrining adalah langkah awal untuk mengurangi risiko kematian karena kanker usus besar. Mendeteksi kanker usus di tahap awal dapat mengurangi risiko terkena kanker usus besar dan memberikan peluang besar untuk sembuh.

  • Kolonoskopi

Kolonoskopi meliputi selang panjang yang fleksibel, dilengkapi dengan kamera untuk menunjukkan gambar kondisi usus besar dan rektum. Jika terdapat sel maupun jaringan yang mencurigakan, maka dokter akan mengambil sampel tersebut untuk diuji di laboratorium khusus, untuk mengetahui keberadaan sel kanker.

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk menunjukkan kondisi kesehatan pasien, termasuk fungsi ginjal dan hati. Tidak hanya itu, dokter akan menguji darah pasien untuk mengetahui jika terdapat CEA (Carcinoembryonic Antigen), yang merupakan zat yang diproduksi kanker usus besar. Seiring berjalannya waktu, kadar CEA di dalam darah dapat membantu dokter melihat respons kanker terhadap pengobatan.

Pengobatan

Kanker usus besar dapat diobati berdasarkan stadium atau tingkat penyebaran di dalam tubuh pasien. Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan:

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi berupa X-ray dapat membunuh sel-sel kanker dan mengecilkan tumor di dalam tubuh, dan bertujuan untuk memudahkan operasi dengan mengangkat sel-sel kanker.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh.

  • Operasi

Operasi dilakukan dengan mengangkat polip kanker yang belum menempel pada dinding usus. Jika menempel di dinding usus, maka dokter bedah akan mengangkat sebagian usus besar, rektum, dan kelenjar getah bening terdekat.

Jika usus besar pasien masih memiliki jaringan atau bagian yang sehat setelah pengangkatan, dokter bedah dapat menempelkan kolon ke rektum. Jika tidak, maka dokter akan membuat saluran pada dinding perut untuk membuang kotoran.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa hal untuk mencegah terjadinya kanker usus besar:

  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari kebiasaan mengkonsumsi alkohol.
  • Jangan merokok.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
more

Infeksi Virus Corona: Apa Yang Perlu Diketahui?

Banyak orang yang mengalami infeksi virus Corona. Jumlah kasus yang terjadi di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 900.000 kasus, dan virus tersebut telah mengakibatkan kematian sebanyak 47.000 orang. Semua orang berpotensi mengalami penyakit ini, namun orang yang berusia lebih lanjut atau lansia dan orang-orang dengan penyakit tertentu lebih rentan terhadap virus Corona.

Salah satu penyakit yang diderita manusia adalah HIV. Jika manusia terkena HIV, maka mereka juga termasuk salah satu yang rentan terhadap virus Corona, karena HIV merupakan virus yang berpotensi menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang terinfeksi.

Menurut organisasi seperti British HIV Association (BHIVA) dan yayasan Terrence Higgins Trust, infeksi virus Corona belum ada yang dibuktikan melalui orang yang terkena HIV. Meskipun demikian, menurut Centers for Disease Control and Prevention, orang yang mengalami penyakit HIV bisa terkena virus Corona karena memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Orang dengan penyakit HIV dengan jumlah CR4 yang rendah.
  • Orang dengan penyakit HIV yang tidak mengkonsumsi ARV (antiretroviral).

Risiko terhadap virus Corona bisa saja terjadi jika orang dengan HIV menderita saluran pernafasan atau mengalami penyakit lain. Selain itu, risiko yang dialami orang dengan HIV positif juga bisa terjadi karena faktor usia.

Cara Untuk Mencegah Virus Corona

Sampai saat ini, para peneliti telah melakukan upaya untuk mengembangkan vaksin atau obat untuk mencegah virus Corona. Namun, salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona adalah dengan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Baik orang yang mengalami HIV maupun tidak, orang-orang perlu menjaga sistem imun di dalam tubuh agar tetap sehat untuk melakukan aktivitas sesuai kebutuhan. Berikut adalah cara-cara untuk menjaga sistem kekebalan tubuh:

  • Mengkonsumsi makanan yang sehat.
  • Minum air mineral.
  • Minum vitamin C.
  • Hindari kebiasaan merokok dan minuman beralkohol.
  • Mengkonsumsi obat ARV tepat waktu dan secara rutin.
  • Beristirahat atau tidur yang cukup.
  • Berolahraga di rumah.

Untuk menjaga diri dari virus Corona, setiap orang diharapkan untuk melakukan beberapa cara sebagai berikut:

  • Tetap berada di rumah untuk belajar dan bekerja.
  • Anda dapat keluar rumah jika ada keperluan mendesak seperti membeli obat untuk menjaga kesehatan.
  • Jika Anda keluar rumah, Anda sebaiknya gunakan masker walaupun Anda tidak sakit, supaya Anda terlindungi dari paparan virus Corona melalui udara.
  • Anda perlu hindari kerumunan dan jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain.
  • Jangan melakukan kontak fisik seperti berjabat tangan.
  • Anda sebaiknya bawa tisu dan hand sanitizer untuk melindungi tangan dari benda yang terkontaminasi virus Corona seperti pegangan pintu.
  • Anda perlu mencuci tangan dengan sabun yang dilakukan selama 20 detik.
  • Jika Anda memasak makanan di rumah, pastikan Anda memasaknya dengan matang.

Jika Anda adalah salah satu orang yang menderita HIV, Anda tetap bisa menjalankan tindakan pencegahan infeksi virus Corona dengan mengikuti arahan yang disebutkan di atas. Anda sebaiknya secara rutin menggunakan obat ARV untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika Anda terpapar virus Corona, Anda sebaiknya hubungi dokter agar dapat segera ditangani melalui karantina.

Selama Anda dikarantina, dokter atau tenaga medis akan melakukan diagnosis untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami gejala yang disebabkan oleh infeksi virus Corona atau tidak. Selama Anda dikarantina, Anda sebaiknya gunakan waktu untuk beristirahat. Bila perlu, Anda dapat meminta dukungan dari teman atau keluarga agar dapat sembuh dari virus Corona.

more

Pilihlah Obat Batuk Berdahak yang Tepat

Bagi yang pernah mengalami batuk berdahak, tentu memahami bahwa masalah kesehatan yang satu ini sangat mengganggu aktivitas. Tak hanya itu, bahkan batuk berdahak dapat menurunkan kualitas tidur. Wajar saja, orang kerap mencoba aneka cara untuk mengatasinya, mulai dari konsumsi jeruk nipis dan kecap hingga minum obat batuk berdahak.

Batuk sendiri sebetulnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Ketika ada debu, alergen, asap rokok, atau benda asing lain masuk, tubuh berusaha mencegahnya masuk. Respon yang diberikan tubuh adalah dengan batuk.

Adapun yang terjadi ketika seseorang mengalami batuk berdahak, tubuh memproduksi terlalu banyak lendir sehingga terasa mengganjal pada tenggorokan atau dada.

Memilih obat batuk berdahak

Sebetulnya, untuk mengatasi batuk berdahak, Anda perlu mengetahui pemicunya terlebih dahulu. Apakah yang menyebabkan saluran pernapasan Anda memproduksi lendir dalam jumlah banyak?

Rata-rata kondisi tersebut ditimbulkan oleh virus common cold  atau pilek. Beberapa disebabkan oleh virus influenza. Artinya, Anda tidak perlu minum obat batuk apa-apa jika penyebabnya kedua virus tersebut. Anda hanya perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh alami yang akan berperan membasmi virus-virus tersebut.

Lain halnya dengan batuk berdahak yang disebabkan oleh bakteri, kondisi ini perlu diatasi dengan antibiotik. Namun, seperti kita tahu, Anda hanya boleh mengonsumsi antibiotik atas anjuran dari dokter.

Nah, bagaimana dengan gejala batuknya sendiri? Jika dibiarkan, kondisi batuk berdahak sangat mengganggu, maka diperlukan obat untuk mengatasinya.

Dalam pemilihan obat ini, Anda perlu sangat teliti dan berhati-hati, sebab obat batuk yang beredar di pasaran bukan hanya obat untuk batuk berdahak, melainkan masih ada jenis obat batuk lain.

Ketika akan membeli obat batuk, Anda dapat membaca petunjuk yang tertera pada kemasan obat tersebut, apakah obat tersebut merupakan obat batuk berdahak atau dalam istilah kefarmasian disebut ekspektoran. Obat batuk jenis ini akan memperbanyak produksi dahak encer, sehingga secara keseluruhan kekentalan dahak berkurang dan menjadi mudah untuk dikeluarkan.

Mekanisme lain dari ekspektoransi, jenis obat ini akan merangsang mukosa lambung sehingga secara refleks menstimulasi sekresi kelenjar saluran pernapasan. Dampaknya, dahak akan lebih mudah dikeluarkan.

Obat-obat yang termasuk ke dalam ekspektoransi dan cukup sering digunakan adalah amonium klorida dan gliseril guaiakolat. Amonium klorida jarang ditemukan sebagai sediaan tunggal, lebih sering menjadi bagian campuran bersama beberapa obat lain.

Kemampuan kedua jenis obat tersebut dalam mengatasi batuk berdahak tidak diragukan lagi. Namun, Anda juga perlu waspada dengan efek samping yang mungkin timbul. Amonium klorida dapat menyebabkan insufisiensi ginjal, hati, dan paru-paru.

Meski tidak separah amonium klorida, gliseril guaiakolat juga tetap memiliki efek samping, yaitu mengantuk, mual, serta muntah.

Bagaimana bila minum obat batuk berdahak atau ekspektoran saja tidak cukup? Dahak masih sulit dikeluarkan, misalnya. Anda dapat menambahkan jenis obat mukolitik yang dapat mengencerkan lendir di saluran pernapasan.

Kekentalan dahak atau sputum dipengaruhi oleh rantai mukoprotein dan mukopolisakarida. Bila rantai tersebut dipecah, maka dahak akan lebih encer dan sangat mudah dikeluarkan. Itulah yang dilakukan obat batuk jenis mukolitik. Di pasaran, Anda bisa menemukan bromheksin, ambroksol, atau asetilsistein yang bekerja sebagai mukolitik.

Sebelum memutuskan membeli obat batuk berdahak, baca secara seksama brosur yang tersedia pada kemasan obat tersebut. Pastikan Anda memilih obat yang tepat. Jika ragu, berkonsultasilah dengan apoteker yang bertugas di apotek. Dan bila sakit berlanjut, segera periksakan diri Anda ke dokter.

more

Bahaya Near-Drowning, Pelajari RJP Pada Bayi

Peristiwa ‘near-drowning’ adalah sebuah istilah untuk menggambarkan kondisi hampir meninggal karena kehabisan nafas/mati lemas di dalam air. Kondisi ini adalah kondisi terakhir sebelum ‘fatal drowning’ yang mana mengakibatkan kematian pada korban. Kebanyakan orang yang hampir tenggelam biasanya anak-anak. Namun, kejadian tenggelam dapat terjadi pada siapa saja, tidak peduli jenis kelamin ataupun usia. Meskipun lolos dari maut, para korban ‘near-drowning’ masih tetap membutuhkan perhatian medis untuk mencegah komplikasi kesehatan di kemudian hari. Salah satu tindakan medis, apabila petugas kesehatan tidak ada di tempat saat seseorang hampir tenggelam adalah RJP (resusitasi jantung paru). Artikel ini akan membahas apa itu ‘near-drowning’ dengan lebih mendetail beserta hal-hal apa saja yang bisa Anda lakukan apabila memiliki seseorang yang hampir tenggelam, termasuk bagaimana melakukan RJP pada bayi.

Penyebab ‘near-drowning’

Kondisi ini terjadi ketika Anda atau orang lain tidak mampu bernafas di dalam air selama beberapa waktu. Saat tenggelam, pasokan oksigen ke tubuh terputus hingga sistem kerja tubuh terhenti karena kekurangan oksigen. Dalam beberapa kasus (khususnya pada anak-anak dan bayi), kondisi ini hanya akan memakan waktu beberapa detik. Penting untuk diingat bahwa sangat mungkin untuk kembali “menghidupkan” mereka yang sudah berada di dalam air dalam waktu yang lama, misalnya dengan melakukan RJP pada bayi ataupun orang dewasa.

Kasus ‘near-drowning’ umumnya disebabkan oleh kejadian yang terjadi di dalam air ataupun di dekat sumber air. Beberapa penyebab yang paling umum misalnya tidak bisa berenang, panik saat berada di dalalm air, meninggalkan anak di dalam air tanpa pengawasan, meninggalkan bayi (bahkan dalam waktu yang sebentar) di dalam bak mandi tanpa pengawasan, konsumsi alkohol saat naik perahu atau berenang, gegar otak atau serangan jantung saat berada di dalam air, dan percobaan bunuh diri. Mereka yang hampir tenggelam biasanya akan terlihat tidak responsif, dengan kejala seperti kulit dingin kebiruan, perut yang bengkak, rasa sakit di dada, batuk, sesak napas, dan muntah.

Apa yang terjadi saat seseorang hampir tenggelam

Kondisi ‘near-drowning’ tidak selamanya fatal, namun sering dijumpai hal ini dapat menyebabkan beberapa gangguan komplikasi kesehatan. Agar seseorang dapat tumbuh total, mintalah bantuan ahli atau tenaga medis profesional dalam usaha perawatan dan pengobatan. Komplikasi yang disebabkan oleh near-drowning bermacam-macam, tergantung pada berapa lama seseorang tersebut tidak mendapatkan oksigen, contohnya pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, sindrom gangguan pernapasan akut, ketidakseimbangan cairan dan zat kimia di dalam tubuh, serta kondisi vegetatif permanen. Kebanyakan orang akan selamat dari near-drowning setelah 24 jam kejadian awal bermula. Meskipun seseorang berada di dalam air dalam waktu yang lama, sangat mungkin bagi pihak tenaga medis atau Anda untuk melakukan resusitasi pada korban dan menyelamatkannya.

Pencegahan near-drowning pada anak

Tenggelam adalah salah satu penyebab terbanyak kematian akibat kecelakaan tidak disengaja pada anak usia 1 hingga 4 tahun. Mencegah near-drowning pada anak membutuhkan pencegahan tambahan seperti menutup akses anak ke kolam renang, tidak pernah meninggalkan mainan di kolam renang, berenang dengan anak di kolam renang sedalam lengan, tidak pernah meninggalkan anak sendirian di bak mandi, serta jauhkan anak-anak dari sumur, kolam, danau dan sumber air lain. Selain itu, orang tua juga perlu belajar cara melakukan RJP pada bayi dan anak sebagai salah satu tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan.

more