apa itu salmonella

Apa Itu Salmonella?

Salmonella adalah salah satu jenis bakteri jahat yang kerap muncul dan menginfeksi makanan, termasuk ayam, tomat, kacang tanah, salsa, guacamole, dan bahkan makanan-makanan hewan peliharaan. Bakteri ini tumbuh subur di saluran usus hewan dan manusia serta dapat menyebabkan keracunan makanan. Penyakit yang terjadi akibat Salmonella berkisar dari infeksi ringan hingga infeksi yang sangat serius, bahkan dapat membunuh orang-orang yang rentan. Meskipun begitu, ada beberapa cara untuk melindungi diri Anda dari infeksi Salmonella.

Sumber Makanan yang Berisiko Mengandung Salmonella
Setiap makanan mentah yang berasal dari hewan, seperti daging, unggas, susu dan produk olahan susu, telur, serta makanan laut, ataupun tumbuhan, seperti sebagian besar buah dan sayuran, dapat menjadi media berkembangnya bakteri salmonella. Agar tidak terinfeksi salmonella, seseorang harus menghindari asupan daging, unggas, atau telur yang mentah atau kurang matang, termasuk juga produk susu yang tidak dipasteurisasi. Anda juga harus memerhatikan dengan seksama pemberitahuan penarikan produk di pasaran atau peringatan mengenai informasi makanan yang sedang terjangkit bakteri salmonella. Produk makanan ini juga termasuk pada makanan olahan rumah yang dibuat dengan telur mentah, seperti mayones, adonan kue, dan es krim.

Apakah Memasak atau Mencuci Dapat Membunuh Salmonella?
Memasak hingga seluruh bahan matang sempurna dapat membunuh salmonella. Akan tetapi mencuci buah-buahan dan sayuran tidak semudah itu mampu membunuh salmonella, khususnya jika sedang terjadi wabah. Untuk itu, ada baiknya Anda mengolah bahan makanan hingga matang atau menghindari sepenuhnya asupan makanan yang dicurigai mengandung salmonella. Lebih lanjut, jika terjadi wabah, biasanya para penanggung jawab produk makanan dan kesehatan akan memperingatkan masyarakat untuk tidak makan makanan yang berpotensi terkontaminasi salmonella selama wabah. Dengan kata lain, Anda akan dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya meskipun sudah dimasak.

Tips untuk Kebersihan dan Keamanan Bahan Makanan
Berikut adalah beberapa tips untuk pengolahan semua buah-buahan dan sayuran dalam upaya pencegahan keracunan makanan, di antaranya:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat sebelum dan sesudah mengolah bahan makanan.
  2. Cuci produk dengan seksama di bawah air mengalir, bukan di bak atau wastafel.
  3. Gunakan talenan dan peralatan yang bersih. Jangan biarkan produk bersentuhan dengan makanan mentah lain atau permukaan yang telah mereka sentuh.

Sumber Infeksi Salmonella Nonmakanan
Selain melalui makanan, infeksi salmonella juga dapat terjadi melalui hewan peliharaan. Pasalnya, bakteri salmonella hidup di usus hewan-hewan ini. Dengan kata lain, kotoran dari hewan-hewan ini berisiko menjadi media penyebaran bakteri berbahaya ini.

Hewan peliharaan tertentu, seperti kura-kura, ular dan reptil lainnya, anak ayam, serta burung mungkin untuk membawa bakteri ini. Untuk itu, pastikan agar selalu mencuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat hingga bersih setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan atau kotorannya.

Salmonella pada Anak Ayam
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat memperingatkan wabah salmonella yang berulang terjadi pada anak ayam. Pasalnya, banyak orang tua yang gemar memberikan anaknya hadiah anak ayam sebagai mainan dan peliharaan. Sayangnya, CDC tidak menganjurkannya dan menetapkan bahwa anak di bawah usia 5 tahun tidak boleh menyentuh anak ayam atau bebek.

Gejala dan Pengobatan Infeksi Salmonella
Gejala salmonellosis cukup beragam, mulai dari kram perut, diare, dan demam yang berkembang 12 hingga 72 jam setelah makan. Kebanyakan orang pulih dalam empat hingga tujuh hari dan tidak memerlukan perawatan selain minum banyak cairan. Orang dengan diare parah mungkin memerlukan cairan intravena. Pemberian antibiotik tidak selalu diperlukan pada orang sehat kecuali jika infeksi salmonella telah menyebar ke luar usus. Kasus-kasus yang serius dan berpotensi fatal, lebih mungkin terjadi pada anak-anak, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau orang lanjut usia.

more
perbedaan migrain stroke

Migrain Vs. Stroke, Apa Bedanya?

Stroke, salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian, memiliki gejala awal berupa sakit kepala. Lantas, bagaimana kita bisa mengidentifikasi potensi stroke saat mengalami sakit kepala? Sebab, gejala yang ditimbulkan hampir serupa migrain, yaitu sakit kepala yang amat sangat.

Penderita migrain biasanya sering mengalami sakit kepala hebat sejak muda. Jarang terjadi migrain perdana pada usia lebih dari 40 tahun. Jika Anda berusia lebih dari 40 tahun dan tidak pernah mengalami migrain, asumsikan sakit kepala hebat yang Anda alami berdampak sesuatu yang sangat serius. Segera minta pertolongan medis. Pengobatan dini dapat membatasi kerusakan otak dan menyelamatkan nyawa Anda.

Penderita migrain biasanya mengalami sakit kepala dengan tingkat kesakitan yang kurang lebih sama. Bagi penderita migrain yang merasakan sakit kepala kali ini berbeda, segera hubungi dokter.

Apakah Stroke Itu?

Stroke adalah kondisi saat aliran darah ke otak terputus. Akibatnya, sel-sel otak mati karena tidak mendapat cukup oksigen. Penyebabnya bisa dari terhambatnya aliran darah. Misalnya akibat penggumpalan darah, atau pecahnya pembuluh darah, sehingga otak tertutup oleh darah.

Selain sakit kepala yang amat sangat, stroke muncul dengan tanda-tanda berikut ini.

  • Separuh tubuh mati rasa, terasa kebas, dan lemas.
  • Tiba-tiba sulit berkata-kata dan memahami pembicaraan
  • Gangguan penglihatan di salah satu atau kedua mata
  • Pusing dan kehilangan keseimbangan
  • Merasa kebingungan

Jenis stroke yang biasa salah diartikan sebagai migrain adalah transient ischemic attack (TIA) yaitu ketika aliran darah ke otak terputus dalam waktu singkat. Stroke ini lebih dikenal dengan stroke ringan. Gejala tersebut di atas muncul, tapi dalam intensitas rendah dan berlangsung kurang dari satu jam.

Apakah Migrain Itu?

Migrain adalah penyakit yang menyebabnya terjadinya sakit kepala, kadang disertai mual, dan sensitivitas terhadap cahaya, bau, sentuhan, yang terjadi secara berulang-ulang. Sakit kepala berdenyut-denyut pun muncul dan terjadi di sekitar mata.

Bagaimana Membedakan Migrain dan Stroke?

Sulit membedakan migrain dan gejala stroke, terlebih stroke ringan (TIA). Berikut ini sedikit perbedaan yang bisa dirasakan.

  • Sakit kepala yang menjadi gejala stroke biasa datang secara mendadak. Langsung sakit seketika. Sementara itu, rasa sakit kepala karena migrain datang secara bertahap. Awalnya sakit kepala ringan dan makin hebat seiring waktu.
  • Gejala stroke bersifat negatif atau mengakibatkan kehilangan kemampuan. Misalnya, kehilangan penglihatan atau indra perasa di tangan. Sementara itu, gejala migrain bersifat positif, yaitu ada sensasi yang bertambah. Misalnya, seolah ada sinar yang menyilaukan mata atau rasa geli di kulit.
  • Stroke jarang dialangi kaum muda. Pada orang dengan usia lebih dari 40 tahun, tidak pernah mengalami migrain, memiliki catatan tekanan darah tinggi atau detak jantung tak normal, sakit kepala hebat hampir bisa diartikan sebagai gejala stroke.

Mengapa Gejalanya Mirip?

Dokter tidak dapat memastikan hubungan antara migrain dan stroke. Seseorang yang mengalami stroke, bisa juga sedang terserang migrain. Namun, hal ini tidak serta merta membuat migrain sebagai penyebab stroke Justru stroke yang mengakibtkan gejala migrain, termasuk gangguan penglihatan. Obat-obat migrain, seperti ergot alkaloid dan triptan, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri. Saat terserang stroke, jangan sekali-kali mengonsumsi obat tersebut. Secara umum, cara hidup sehat yang mengurangi risiko terhadap stroke, termasuk berhenti merokok, juga mengurangi risiko terserang migrain.

more
manfaat serum kulit

Mengenal Serum Kulit dan Manfaatnya

Seiring waktu, elastisitas kulit akan menurun. Tanda-tanda penuaan kulit seperti kerutan, bintik cokelat, kusam dan garis-garis halus di sekitar mata mulai tampak secara bertahap. Untuk mengatasi hal ini, banyak wanita yang mengandalkan serum kulit. Serum bertekstur cairan dan mudah diserap ke dalam lapisan kulit.

Biasanya, serum dikemas dalam botol kecil yang dilengkapi pipet. Serum berbahan dasar minyak dan Anda hanya perlu beberapa tetes saja untuk diratakan ke seluruh wajah.

Mencegah Gejala Penuaan Kulit

Dr. Abigail Waldman, instruktur dermatologi di Harvard Medical School, Amerika Serikat menjelaskan, serum kulit bukanlah pelembap seperti losion atau krim. Melainkan, formulasi yang sangat terkonsentrasi dan diramu agar bisa meresap dengan cepat ke dalam kulit. Pemakaian serum dengan dosis tepat dapat mengatasi persoalan umum pada kulit. Bahkan, manfaatnya melebihi pelembap dan tabir surya.

Bagaimana Cara Memilih dan Menggunakan Serum Kulit?

Serum biasanya dioleskan ke kulit wajah setelah mencuci muka dan sebelum mengaplikasikan pelembap, seperti yang disarankan oleh Dr. Maryam M. Asgari, profesor di departemen dermatologi di Harvard Medical School.

Sejumlah serum memiliki bahan utama yang dikombinasikan dengan formula khusus. Misalnya, kombinasi vitamin C, vitamin E, dan asam ferulat. Vitamin C efektif mencegah bitnik-bintik cokelat, dan memperbaiki kerusakan sel kulit akibat sinar UV matahari, sekaligus menstimulasi pertumbuhan kolagen baru.

Sementara itu, kandungan antioksidan termasuk polifenol dari teh hijau dan resveratrol dari anggur pada serum, bermanfaat mengatasi keriput. Pilihan lainnya adalah retinol dan niacinamide, untuk mengobati jerawat.

Jika Anda mengeluhkan warna kulit yang tidak merata atau kusam, carilah formulasi yang dapat mencerahkan dan memudarkan noda flek, seperti asam kojic dan asam glikolat.

Jika kulit Anda kering, kaku, dan terkelupas, temukan serum kulit dengan kandungan vitamin E, niacinamide, dan asam glikolat. Ditambah ceramide, yang merupakan molekul lemak akan mengunci kelembapan kulit, sehingga wajah terlihat lebih kenyal dan bercahaya. Pilihan ideal lainnya adalah serum yang mengandung asam hyaluronic, atau peptida kolagen untuk merangsang sel kulit baru yang segar dan tampak awet muda.

Apakah Semua Serum Kulit Diciptakan Sama?

Tidak semua serum memiliki manfaat yang sama. Kandungan aktif, formulasi, dan stabilitas senyawa pada serum menentukan khasiatnya. Serum kulit yang baik tidak selalu mahal. Pilih jenis serum yang komposisi bahan sesuai kebutuhan kulit Anda, dan baca label komposisi bahannya sebelum membeli.

Peringatan dalam Pemakaian Serum Kulit

Berhati-hatilah dalam memilih serum.  Sebab, bahan-bahan yang terlalu kuat dapat mengiritasi kulit sensitif. Untuk menguji sensitivitas kulit, oleskan dahulu sedikit serum ke bagian belakang telinga dan tunggu reaksi yang muncul.

Jika tidak ada reaksi alergi seperti rasa panas, gatal atau nyeri, seharusnya kulit Anda baik-baik saja dengan serum tersebut. Selain itu, berhati-hatilah jika ingin mengombinasikan beberapa produk serum sekaligus dengan kandungan asam.

Sebagai contoh, kulit Anda baik-baik saja dengan pemakaian serum Vitamin C, yang bersifat asam. Selanjutnya, Anda juga berencana menggunakan krim retinol bersamaan dengan serum Vitamin C.

Hal ini sebaiknya dihindari dan selalu berkonsultasi dengan dokter kulit, untuk memastikan bahan atau produk serum yang cocok bagi kulit Anda.

more
perbedaan flu dan pilek

Perbedaan Antara Flu atau Pilek yang Harus Anda Ketahui

Mengetahui perbedaan pilek dan flu itu penting sekali. Sebab, flu bisa memicu komplikasi serius, seperti infeksi pneumonia pada paru yang mematikan. Penanganan flu sebaiknya dilakukan dalam 48 jam sejak gejala-gejala awal muncul. Obat-obatan antivirus melalui resep dokter bisa mempercepat kesembuhan. Simak perbedaan antara flu dan pilek dalam artikel ini!

Flu Menyerang dengan Cepat

Jika badan terasa remuk redam seketika, mungkin Anda terkena flu. Sakit tenggorokan, sakit kepala, badan pegal-pegal, hidung tersumbat, dan batuk, semua datang seketika.

Pilek tidak seberat flu, tetapi disertai hidung berair atau mampet. Flu bisa sembuh selama 2-5 hari, tetapi tubuh masih terasa tak nyaman selama seminggu bahkan lebih. Sedangkan pilek datang lambat dan sembuhnya cukup lama setelah sekitar 10 hari.

Flu Biasanya Demam

Sebagian orang biasanya sedikit demam ketika pilek, tetapi sebagian lagi tidak. Jika Anda menderita flu, Anda biasanya demam. Suhu bisa mencapai 38-40 derajat Celcius.

Anak-anak biasanya demam meskipun terserang pilek. Tetapi saat menderita flu, suhu tubuh bisa lebih tinggi lagi.

Jika Flu, Pegal Bisa Terasa Berminggu-minggu

Tubuh biasanya terasa sangat capek dan pegal-pegal. Rasa letih dan lemas ini bisa bertahan hingga 3 minggu, atau bahkan lebih lama pada orang-orang tertentu, seperti para lanjut usia, penderita penyakit kronis, ataupun yang daya tahan tubuhnya rendah. Beda dengan pilek, biasanya rasa tak enak badan itu hanya beberapa hari.

Sakit Kepala Flu Terasa Lebih Berat

Kedua penyakit ini sama-sama bikin sakit kepala. Tetapi sakit kepala karena pilek, terasa lebih ringan daripada flu. Begitu juga gejala-gejala pilek lainnya.

Batuk Flu bisa Lebih Parah

Pilek dan flu adalah penyakit pernapasan yang bisa menyebabkan batuk. Namun pneumonia (infeksi paru-paru) bisa terjadi sebagai komplikasi flu. Segera hubungi dokter jika batuk yang dialami parah. Apalagi jika disertai demam lebih dari 39 derajat Celcius, kedinginan, sulit bernapas, dan sakit dada jika batuk.

Sakit Telinga Bisa Terjadi pada Pilek dan Flu

Baik pilek maupun flu bisa menyebabkan gangguan pada telinga. Itu terjadi karena tekanan pada telinga meningkat. Akibatnya kita tidak bisa mendengar dengan baik, nyeri, dan terkadang terdengar seperti letupan di telinga. Biasanya semua akan menghilang seiring hilangnya gejala-gejala lain.

Hubungi dokter jika sakit telinga berlanjut meskipun pilek dan flu telah berlalu. Apalagi jika tiba-tiba menjadi sakit luar biasa. Bisa jadi terjadi infeksi telinga dan butuh penanganan lebih lanjut.

Pilek Sering Diawali Sakit Tenggorokan

Gejala awal ini biasanya menghilang dalam 1-2 hari, begitu juga hidung berair. Sakit tenggorokan kadang juga terjadi pada flu. Jika demikian, kemungkinan besar sakit tenggorokan itu datang bersama gejala flu lainnya.

Hidung Mampet Biasanya Gejala Pilek

Jika hidung mampet tetapi tidak demam, pegal-pegal, dan hanya sedikit tak enak badan, kemungkinan itu pilek. Meskipun mereka yang menderita flu bisa jadi juga mengalami hidung mampet dan bersin-bersin.

Kedua penyakit ini bisa memicu infeksi sinus. Di antara gejalanya adalah ingus berubah warna menjadi kuning atau hijau. Kemudian sakit kepala, sakit di kening, pipi, serta area tulang hidung. Anda bisa kesakitan jika menoleh atau menggerakkan kepala.

Kadang dari pilek atau flu, kita bisa terjangkit bakteri lain dan membutuhkan antibiotik.

more
cara menangani cedera di rumah

RICE: Cara Menangani Cedera di Rumah dengan Tepat


Jika Anda pergi ke dokter dengan keluhan cedera pergelangan kaki, keseleo, atau otot tegang. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan perawatan rumah dengan banyak melakukan istirahat, kompres es, penggunaan perban, dan meninggikan bagian cedera. Metode yang banyak dikenal dengan sebutan RICE (Rest, Ice, Compress, dan Elevation) ini merupakan teknik perawatan cedera sederhana dapat membantu mengurangi pembengkakan, mengurangi rasa sakit, dan mempercepat penyembuhan.

Teknik pengobatan cedera ringan ini sangat bisa untuk dilakukan di rumah. Anda dapat mencobanya jika lutut, pergelangan kaki, atau pergelangan tangan Anda mengalami cedera setelah berolahraga. Namun, apabila Anda merasa sakit atau bengkak yang tidak membaik atau malah semakin, segera temui dokter.

Metode RICE
Langkah 1: Rest
Rasa nyeri saat cedera merupakan sebuah sinyal yang menandakan bahwa ada sesuatu yang salah pada tubuh. Apabila Anda mengalami cedera, segera hentikan segala aktivitas Anda. Upayakan untuk langsung beristirahat sebanyak mungkin setidaknya selama 2 hari setelah cedera terjadi. Jangan memaksakan diri dengan berpegang teguh pada “no pain, no gain”. Pasalnya, jika Anda terus memaksakan latihan pada cedera tertentu, seperti keseleo pergelangan kaki misalnya, Anda dapat mengalami cedera yang semakin parah hingga memperlambat proses pemulihan Anda. Selain itu, istirahat juga penting dalam membantu mencegah memar menyebar dan semakin parah.

Langkah 2: Ice
Es dapat digunakan sebagai media untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Anda cukup dengan membungkus es dengan handuk dan letakkan pada bagian tubuh yang mengalami cedera selama 10 menit, kemudian angkat selama 10 menit juga. Ulangi langkah ini sesering mungkin selama 24 hingga 48 jam pertama setelah cedera terjadi. Selain menggunakan es batu, Anda juga bisa menggunakan sayur-sayuran beku di freezer untuk mengurangi bengkak dan nyeri. Yang terpenting, dinginkan area cedera sesegera mungkin.


Langkah 3: Compress
Kompres dilakukan dengan membungkus area yang terluka untuk mencegah pembengkakan. Anda dapat membungkus bagian tubuh yang terluka atau cedera dengan perban medis elastis. Pastikan untuk memasangnya dengan tepat agar tetap nyaman dipakai tetapi tidak terlalu ketat. Jika terlalu ketat, perban ini akan mengganggu aliran darah. Apabila Anda merasa kulit di bawah perban tambak berwarna pucat, terasa dingin, mati rasa, atau kesemutan, segera kendurkan lilitan perban.

Langkah 4: Elevation
Langkah ini dilakukan dengan memosisikan bagian tubuh yang sakit atau cedera lebih ke atas, setidaknya sejajar dengan dada. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi rasa sakit, nyeri, serta pendarahan internal yang dapat menyebabkan memar. Meskipun terkesan merepotkan, langkah ini sebenarnya mudah untuk dilakukan. Misalnya, jika Anda mengalami keseleo pergelangan kaki, Anda dapat menyangga kaki Anda di atas bantal sambil duduk di sofa. Para ahli medis menyarankan Anda untuk menjaga agar area yang cedera tetap terangkat kapan pun, bahkan saat Anda sedang tidak mengompresnya dengan es.

Perawatan dengan RICE
Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (seperti ibuprofen atau naproxen) bersama dengan perawatan RICE di rumah. Obat-obatan ini tersedia di apotek dan dapat ditebus dengan menggunakan resep. Pastikan untuk menjelaskan riwayat kesehatan dan kemungkinan alergi yang Anda miliki sebelum mengonsumsi obat-obatan ini.

Referensi:

more