Mudah Dilakukan, Inilah Langkah Pertama Atasi Tendinitis

Bagi Anda yang sering melakukan olahraga atau aktivitas berat, mungkin, sudah tidak asing lagi dengan rasa nyeri di beberapa bagian tubuh. Meski tidak selalu, tetapi kemungkinan besar rasa sakit itu terjadi akibat ada yang salah pada tendon Anda. Kondisi itu disebut tendinitis.

Tendon adalah jaringan ikat kuat yang menghubungkan otot dengan tulang. Ketika seseorang mengalami tendinitis, bagian itu mengalami peradangan atau iritasi. Bagian yang paling sering terserang tendinitis adalah tumit, lutut, siku, dan bahu, meski tidak selalu lantaran tendinitis bisa terjadi di mana saja.

Selain merasakan sakit dan nyeri di bagian persendiannya, seseorang yang terserang tendinitis juga amat mungkin mengalami pembengkakan ringan. Warna kemerahan atau lebam dan rasa panas juga dapat menyertai gejala tendinitis.

Seperti halnya jenis cedera yang lain, tendinitis masih dalam taraf yang tidak terlalu membahayakan. Namun, hal itu bukan berarti seseorang bisa mengabaikan gejala atau keluhan yang terjadi akibat tendinitis.

Mereka perlu melakukan upaya atau langkah-langkah untuk mengatasi atau setidaknya meredakan gejala dan keluhannya itu. Sebagai langkah awal, seseorang bisa melakukan beberapa metode terapi sederhana.

Metode tersebut biasa disebut “RICE” yang merupakan singkatan dari rest, ice, compression, dan elevation. Metode ini dinilai amat efektif membantu seseorang terbebas dari gejala tendinitis yang mereka rasakan:

  • Rest (beristirahat): Saat tubuh terserang tendinitis, maka seseorang wajib memberikan tubuh kesempatan untuk memulihkan diri dengan beristirahat dari kegiatan yang tengah dijalani.
  • Ice (kompres dengan es): Seseorang yang terserang tendinitis dapat menempelkan kantong es ke bagian tendon yang sakit. Hal ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri. Namun, pastikan agar tidak menempelkan es secara langsung dengan kulit.

Disarankan menggunakan kain untuk melindungi kulit dari radang dingin. Lakukan kompres sesuai kebutuhan, biasanya tak lebih dari 20 menit dalam setiap kesempatan. Saat ingin mengompres kembali, beri jeda sekitar 40 menit untuk kembali melakukan kompres.

  • Compression (membalut): Gunakan perban elastis atau perban kompresi untuk membalut bagian yang mengalami tendinitis. Balutan ini membantu meredakan pembengkakan dan membatasi gerakan sendi yang mungkin terjadi.
  • Elevation (meninggikan kaki): Angkat tendon atau sendi yang sakit hingga lebih tinggi dari jantung. Posisi ini membantu meredakan pembengkakan yang terjadi dan membatasi gerakan sendi. Cara ini bermanfaat terutama bagi tendinitis di bagian lutut.

Meski sudah melakukan langkah awal perawatan tersebut, seseorang yang terserang tendinitis tetap wajib memberikan perawatan setelah 48 jam dan selanjutnya. Sebab, sekalipun perawatan untuk mengatasi nyerinya diberikan sejak dini, tendinitis akan berlangsung selama lebih dari 3 bulan.

Selain melakukan beberapa langkah terapi sederhana di atas, seseorang yang terserang tendinitis juga bisa mencoba untuk minum obat antiradang. Obat ini berguna untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Obat yang bisa dikonsumsi adalah obat dengan jenis antiinflamasi non-steroid (OAINS) seperti paracetamol, aspirin, dan ibuprofen.

Pastikan konsumsinya sesuai dengan anjuran dokter. Jika radang tendon berada di dekat permukaan kulit, seseorang dapat menggunakan krim atau jel pereda nyeri agar rasa sakit lebih cepat mereda.

Tendinitis yang tidak diatasi dengan baik atau yang dibiarkan begitu saja tanpa penanganan bisa menyebabkan masalah baru. Seperti misalnya meningkatkan risiko putusnya tendon. Selain itu komplikasi lainnya bisa berupa tendinosis (tendon mengalami perubahan degeneratif).

Oleh karena itu, penting bagi seseorang yang mengalami beberapa gejala seperti tendinitis setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat untuk segera menemui dokter agar mendapat diagnosis dan perawatan yang tepat.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>