Category Kesehatan Kulit

Amankah Masker Putih Telur Bagi Wajah?

Menggunakan masker alami bisa menjadi salah satu upaya untuk menjaga kulit wajah. Bahan alami tersebut bisa berupa buah, sayur, umbi-umbian, serta telur. Masker kulit telur dipercaya baik bagi kesehatan kulit. Meski demikian, banyak yang mempertanyakan apakah masker putih telur aman bagi kulit wajah? Pasalnya, beberapa efek samping dapat muncul ketika menggunakan masker putih telur. Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Manfaat masker putih telur

Putih telur mengandung 16 kalori pada setiap butirnya, memiliki kalori rendah, serta dapat dijadikan masker alami yang mengandung banyak manfaat. Beberapa manfaaat masker putih telur diantaranya yaitu dapat mencerahkan wajah, mengencangkan kulit wajah, membantu menghilangkan komedo putih, mengecilkan pori-pori, dan mengangkat sel kulit mati. Selain itu, masker putih telur juga dapat mencegah timbulnya jerawat, mengurangi minyak berlebih di wajah, serta menyamarkan noda bintik hitam.

Efek samping masker putih telur

Meski manfaat masker putih telur tidak perlu diragukan, namun penggunaannya dapat menimbulkan efek samping. Anda dapat merasa gatal saat memakai masker putih telur, wajah menjadi merah dan ruam, serta beberapa dampak buruk lainnya. Hal tersebut bisa disebabkan karena kulit sensitif, penggunaan yang tidak tepat, terlalu sering menggunakan masker putih telur, atau kondisi kulit sedang tidak cocok bersentuhan dengan putih telur. Berikut ini beberapa efek samping masker putih telur yang sebaiknya Anda waspadai.

  • Terjadi iritasi pada kulit

Salah satu efek samping menggunakan masker putih telur yaitu terjadinya iritasi pada kulit. Apabila kulit mengalami iritasi, hentikan pemakaian dengan segera. Cuci wajah dengan air hingga bersih. Jika kondisi semakin parah, Anda dapat mengunjungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

  • Alergi terhadap telur

Bagi pemilik kulit sensitif, kemungkinan terjadinya alergi karena masker putih telur sangat besar. Selain itu, untuk Anda yang memang sudah memiliki alergi ketika mengonsumsi telur, sebaiknya juga tidak menggunakan masker putih telur. Reaksi alergi yang muncul ditandai dengan rasa gatal, panas, perih, serta wajah menjadi berwarna kemerahan. Reaksi alergi bisa berbeda tergantung tingkat keparahannya.

  • Bau amis yang tak kunjung hilang

Putih telur mentah memiliki bau amis yang khas. Bau amis tersebut dapat menempel di segala tempat dan benda terutama jika Anda tidak berhati-hati ketika menggunakannya sehingga masker kulit telur berceceran. Selain itu, bagi Anda yang memiliki penciuman sensitif, sering kali bau amis di wajah tetap tercium meski Anda sudah membilas dengan bersih menggunakan air.

  • Infeksi pada kulit

Efek samping masker putih telur lainnya adalah infeksi pada kulit. Hal ini dapat terjadi jika Anda mengoleskan masker putih telur pada kulit yang luka. Infeksi akan menyebabkan kulit yang luka semakin meradang dan sulit sembuh. Selain itu, Anda dapat terinfeksi bakteri Salmonella. Bakteri ini terdapat pada putih telur dan dapat berakibat buruk bagi pencernaan. Jika masker telur tertelan, meski sedikit, ada kemungkinan Anda terinfeksi bakteri ini.

Aturan memakai masker putih telur

Agar lebih aman, Anda bisas memakai masker putih telur menggunakan beberapa aturan berikut ini. Pertama, cek dulu reaksi alergi kulit dengan mengoleskan masker putih telur dalam jumlah sedikit di area kulit bawah dagu dengan mendiamkannya 15 menit. Kedua, jika Anda tidak memiliki reaksi alergi, penting untuk memperhatikan lama pemakaian masker putih telur. Gunakan maksimal 15 menit dan jangan menggunakannya untuk tidur. Ketiga, pastikan Anda membilas wajah dengan bersih setelah menggunakan masker putih telur.

Masker putih telur bisa aman digunakan asal Anda memahami kondisi kulit wajah Anda. Berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dapat menghindari alergi atau munculnya iritasi sebab Anda dapat mengetahui jenis masker apa yang cocok bagi kulit Anda. Jika Anda ingin mengencangkan serta mencerahkan kulit, terdapat beberapa produk perawatan lain yang bisa digunakan selain masker putih telur. Anda dapat mencoba menggunakan ekstrak teh hijau, vitamin C, retinoid, niacinamide, minyak kelapa, serta Alpha Hydroxy Acid (AHA).

more
manfaat serum kulit

Mengenal Serum Kulit dan Manfaatnya

Seiring waktu, elastisitas kulit akan menurun. Tanda-tanda penuaan kulit seperti kerutan, bintik cokelat, kusam dan garis-garis halus di sekitar mata mulai tampak secara bertahap. Untuk mengatasi hal ini, banyak wanita yang mengandalkan serum kulit. Serum bertekstur cairan dan mudah diserap ke dalam lapisan kulit.

Biasanya, serum dikemas dalam botol kecil yang dilengkapi pipet. Serum berbahan dasar minyak dan Anda hanya perlu beberapa tetes saja untuk diratakan ke seluruh wajah.

Mencegah Gejala Penuaan Kulit

Dr. Abigail Waldman, instruktur dermatologi di Harvard Medical School, Amerika Serikat menjelaskan, serum kulit bukanlah pelembap seperti losion atau krim. Melainkan, formulasi yang sangat terkonsentrasi dan diramu agar bisa meresap dengan cepat ke dalam kulit. Pemakaian serum dengan dosis tepat dapat mengatasi persoalan umum pada kulit. Bahkan, manfaatnya melebihi pelembap dan tabir surya.

Bagaimana Cara Memilih dan Menggunakan Serum Kulit?

Serum biasanya dioleskan ke kulit wajah setelah mencuci muka dan sebelum mengaplikasikan pelembap, seperti yang disarankan oleh Dr. Maryam M. Asgari, profesor di departemen dermatologi di Harvard Medical School.

Sejumlah serum memiliki bahan utama yang dikombinasikan dengan formula khusus. Misalnya, kombinasi vitamin C, vitamin E, dan asam ferulat. Vitamin C efektif mencegah bitnik-bintik cokelat, dan memperbaiki kerusakan sel kulit akibat sinar UV matahari, sekaligus menstimulasi pertumbuhan kolagen baru.

Sementara itu, kandungan antioksidan termasuk polifenol dari teh hijau dan resveratrol dari anggur pada serum, bermanfaat mengatasi keriput. Pilihan lainnya adalah retinol dan niacinamide, untuk mengobati jerawat.

Jika Anda mengeluhkan warna kulit yang tidak merata atau kusam, carilah formulasi yang dapat mencerahkan dan memudarkan noda flek, seperti asam kojic dan asam glikolat.

Jika kulit Anda kering, kaku, dan terkelupas, temukan serum kulit dengan kandungan vitamin E, niacinamide, dan asam glikolat. Ditambah ceramide, yang merupakan molekul lemak akan mengunci kelembapan kulit, sehingga wajah terlihat lebih kenyal dan bercahaya. Pilihan ideal lainnya adalah serum yang mengandung asam hyaluronic, atau peptida kolagen untuk merangsang sel kulit baru yang segar dan tampak awet muda.

Apakah Semua Serum Kulit Diciptakan Sama?

Tidak semua serum memiliki manfaat yang sama. Kandungan aktif, formulasi, dan stabilitas senyawa pada serum menentukan khasiatnya. Serum kulit yang baik tidak selalu mahal. Pilih jenis serum yang komposisi bahan sesuai kebutuhan kulit Anda, dan baca label komposisi bahannya sebelum membeli.

Peringatan dalam Pemakaian Serum Kulit

Berhati-hatilah dalam memilih serum.  Sebab, bahan-bahan yang terlalu kuat dapat mengiritasi kulit sensitif. Untuk menguji sensitivitas kulit, oleskan dahulu sedikit serum ke bagian belakang telinga dan tunggu reaksi yang muncul.

Jika tidak ada reaksi alergi seperti rasa panas, gatal atau nyeri, seharusnya kulit Anda baik-baik saja dengan serum tersebut. Selain itu, berhati-hatilah jika ingin mengombinasikan beberapa produk serum sekaligus dengan kandungan asam.

Sebagai contoh, kulit Anda baik-baik saja dengan pemakaian serum Vitamin C, yang bersifat asam. Selanjutnya, Anda juga berencana menggunakan krim retinol bersamaan dengan serum Vitamin C.

Hal ini sebaiknya dihindari dan selalu berkonsultasi dengan dokter kulit, untuk memastikan bahan atau produk serum yang cocok bagi kulit Anda.

more