Category Ibu dan Anak

eksim susu

Apa Itu Eksim Susu? Berikut Penjelasannya

Merupakan ruam berwarna kemerahan dan menimbulkan rasa gatal serta perih yang muncul pada pipi bayi disebut dengan eksim susu. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang menyebut munculnya keadaan ini disebabkan karena konsumsi susu atau cipratan asi ketika ibu sedang menyusui bayinya.

Karena anggapan itulah tidak sedikit para ibu yang justru membatasi atau menghentikan pemberian asi kepada sang bayi. Padalah bayi masih memerlukan asupan nutrisi dari asi agar tumbuh kembang berjalan dengan baik. Meskipun istilah yang muncul berawal dari pemahaman bahwa segala yang ibu makan selama masa kehamilan dan menyusui akan terserap ke dalam asi.

Penjelasan Eksim Susu

Ketika ibu menyusui mengonsumsi makanan yang dapat memicu reaksi peradangan atau alergi pada kulit, maka zat-zat tersebut juga akan tersalurkan ke dalam bayi lewat asi yang diminum. Zat-zat pemicu peradangan itu juga dipercaya dapat memunculkan ruam pada pipi bayi ketika cairan asi bersentuhan secara langsung dengan kulit saat menyusui.

Inilah mengapa banyak ibu hamil dan menyusui yang biasa diberikan pantangan makanan tertentu, misalnya pantang makan telur, kacang-kacangan dan produk yang mengandung susu. Meski demikian, anggapan ini disebut kurang tepat karena istilah tersebut bukan istilah medis yang resmi dan benar untuk menyebut ruam merah pada kulit bayi.

Dalam dunia kedokteran hanya mengenal istilah eksim alias dermatitis atopik, tergolong sebagai salah satu jenis penyakit dermatitis yang umum terjadi pada bayi dan anak kecil. Kondisi ini tentu tidak muncul dengan sendirinya, dalam artian terdapat beberapa penyebab yang membuat eksim ini menyerang kulit bayi.

Penyebab Ruam Pada Bayi

Eksim merupakan peradangan kronis yang dipicu oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi sel lemak atau ceramide dalam jumlah cukup. Penyebab munculnya ruam ini belum dapat dipastikan, namun memiliki khas dengan pipi bayi merah, bersisik dan terasa gatal tidak disebabkan karena konsumsi atau paparan susu (asi).

Hingga saat ini yang diketahui para peneliti adalah risiko dermatitis atopik yang kemungkinan besar cenderung dipengaruhi oleh faktor genetik, fungsi sistem imun bayi dan faktor eksternal lainnya. Eksim ini muncul pada enam bulan pertama kehidupan bayi, di mana pada kondisi ini bayi sangat disarankan untuk mendapatkan asi eksklusif.

Risiko mengalami eksim lebih besar ketika bayi lahir dari keluarga dengan riwayat alergi makanan, sebanyak 30 persen penderita eksim di dunia juga mengalami ini. Biasanya alergi terhadap suatu makanan yang mengandung kacang, telur dan susu. Meskipun sangat ditekankan sekali jika susu bukanlah penyebab kemunculan kondisi ini.

Perawatan pada Bayi

Penyakit kulit yang dianggap sebagai eksum susu sebenarnya bisa dirawat dengan cara perawatan kulit kering dan sensitif. Selain itu ibu juga harus mengetahui cara untuk menghindari pemicu yang menyebabkan eksim kambuh. Berikut beberapa langkah perawatan yang bisa digunakan untuk mencegah kondisi di atas.

  • Obat Oles

Usakahan semua badan bayi terutama yang terkena eksim terendam air agar mendapat kelembapan menyeluruh. Setelah itu, gunakan krim atau salep eksim dalam tiga menit setelah keluar dari bak mandi guna mempertahankan kelembapan kulitnya.

  • Pilih Sabun

Agar tidak terlalu parah, pilih sabun yang mengandung bahan hypoallergenic, tidak berwarna dan tidak mengandung pewangi. Sabun yang bisasanya wangi dan berwarna mengandung bahan kimia yang bisa memperparah eksim.

  • Pelembap Kulit

Eksim susu pada bayi juga bisa dipulihkan dengan menggunakan pelembap dengan pH yang seimbang dan mengandung bahan organik, dan sangat disarankan mengandung ceramide yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan kulti sensitif pada bayi.

more
Blighted Ovum: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Blighted Ovum: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Blighted ovum adalah kondisi sel telur yang telah dibuahi oleh sperma, tetapi tidak berkembang menjadi embrio di dalam rahim. Inilah mengapa seorang wanita mungkin saja mendapatkan hasil positif saat tes kehamilan, tetapi tidak dengan pemeriksaan USG. Plasenta dan kantung embrio terbentuk, tetapi isinya kosong, alias tidak ada janin yang berkembang. Kondisi ini juga dikenal sebagai kehamilan kosong atau kehamilan anembrionik.

Mengapa tidak bisa terdeteksi saat tes kehamilan?

Hal ini terjadi karena meskipun tidak ada embrio yang tumbuh dan berkembang, plasenta tetap menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Ini adalah hormon untuk mendukung kehamilan. Tes kehamilan darah dan urin akan mendeteksi keberadaan hormon ini untuk memberikan hasil positif atau negatifnya. Jadi, blighted ovum bisa memberikan hasil tes kehamilan positif, meskipun sebenarnya kehamilannya kosong. 

Gejala blighted ovum

Blighted ovum terkadang berakhir bahkan sebelum Anda menyadari bahwa Anda hamil. Jika ini terjadi, Anda mungkin mengira sedang menstruasi yang lebih banyak dari biasanya. Blighted ovum mungkin memiliki gejala yang sama layaknya kehamilan normal, seperti:

  1. Tes kehamilan positif.
  2. Payudara sakit.
  3. Tidak mengalami menstruasi.

Anda mungkin akan menyadarinya setelah Anda tahu bahwa Anda mengalami keguguran, sehingga gejalanya bisa saja:

  1. Bercak atau perdarahan pada vagina.
  2. Kram perut.
  3. Tidak nyeri payudara lagi.
  4. Hasil tes kehamilan terus positif sebelum jaringan yang rusak ini keluar.

Apa penyebabnya?

Sebenarnya, blighted ovum tidak disebabkan oleh apa pun yang Anda lakukan atau tidak lakukan, baik itu selama atau sebelum kehamilan terjadi. Penyebab pastinya juga tidak diketahui. Namun, ada dugaan bahwa ini disebabkan oleh kelainan kromosom di dalam sel telur yang telah dibuahi yang berkaitan dengan genetik atau kualitas sel telur atau sperma yang buruk.

Kelainan kromosom di sini mungkin terkait dengan kelainan pada kromosom 9. Jika Anda mengalami kehamilan blighted ovum berulang kali, maka konsultasikan dengan dokter Anda tentang analisis kromosom embrio.

Blighted ovum dapat terjadi begitu awal, sehingga sering tidak dikenali dengan cepat. Tidak jelas juga apakah blighted ovum terjadi paling sering pada kehamilan pertama atau bisa lebih dari sekali. Namun, kebanyakan wanita yang mengalami blighted ovum bisa memiliki kehamilan dan bayi yang sehat.

Diagnosis

Blighted ovum dapat dideteksi dengan pemeriksaan USG pertama. Sonogram akan menunjukkan plasenta dan kantung embrionik yang tanpa isi atau kosong. Blighted ovum biasanya terjadi antara minggu ke-8 dan ke-13 usia kehamilan.

Pengobatan blighted ovum

Beberapa pilihan pengobatan blighted ovum yang dapat Anda diskusikan bersama dokter Anda, termasuk:

  • Menunggu hingga Anda mengalami gejala keguguran secara alami.
  • Minum obat-obatan, seperti misoprostol (Cytotec), untuk merangsang keguguran.
  • Menjalani prosedur operasi D dan C (dilatasi dan kuretase), untuk mengangkat jaringan plasenta yang terbentuk dari rahim.

Lamanya kehamilan, riwayat kesehatan, dan keadaan emosi Anda juga akan diperhitungkan saat memilih pengobatan. Tentunya, ini untuk menekan efek samping atau risiko yang mungkin muncul dari setiap jenis pengobatan ataupun prosedur pembedahan.

Apakah kondisi ini bisa dicegah?

Sayangnya, blighted ovum tidak dapat dicegah. Jika Anda khawatir mengalami hal ini pada saat Anda tahu Anda hamil, pengobatan secepatnya tentu lebih baik dilakukan. Anda juga bisa membicarakan dengan dokter Anda tentang kemungkinan penyebab genetiknya yang dapat membantu Anda menghindarinya di kemudian hari. 

Komplikasinya terhadap kehamilan selanjutnya

Sama halnya dengan keguguran, fisik dan psikis Anda membutuhkan waktu untuk pulih. Penting untuk diingat bahwa kebanyakan wanita yang mengalami blighted ovum tetap bisa memiliki kehamilan yang sehat dan sukses.

Ketika Anda mengalami kondisi ini, maka bicarakan dengan dokter Anda kapan waktu terbaik Anda bisa memulai program hamil lagi. Anda  mungkin disarankan dokter untuk menunggu tiga siklus menstruasi penuh, agar tubuh Anda memiliki waktu untuk benar-benar pulih sepenuhnya dan siap mendukung kehamilan. 

Selama waktu tersebut, Anda juga bisa fokus melakukan kebiasaan atau gaya hidup sehat untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental Anda, seperti:

  1. Mengonsumsi makanan yang bernutrisi seimbang.
  2. Hindari stres.
  3. Rajin berolahraga.
  4. Mengonsumsi suplemen prenatal harian, seperti asam folat.

Ingatlah, blighted ovum bukan akhir dari segalanya! Anda tetap memiliki peluang yang tinggi untuk bisa hamil dengan sehat. Jadi, jangan pernah merasa kecewa berlebihan hingga stres berkepanjangan. Hal ini hanya akan menurunkan peluang kehamilan sehat Anda berikutnya. Tetap lakukan gaya hidup sehat dan jaga kesehatan mental Anda dengan baik, agar kehamilan Anda nanti sukses dan buah hati Anda pun sehat.

more
Perkembangan Janin saat Hamil 20 Minggu

Perkembangan Janin saat Hamil 20 Minggu

Pada usia hamil 20 minggu artinya Anda sudah memasuki 5 bulan masa kehamilan dan sudah berhasil dilewati dengan baik. Ukuran janin ibu kira-kira sudah sebesar buah pisang dengan panjang badan dari kepala sampai kaki sekitar 25 sentimeter dan berat badan sekitar 315 gram. Perkembangan janin yang semakin besar ini akan membuat perut ibu juga terlihat semakin menonjol, sehingga orang-orang di sekitar pun akan mulai menyadari kehamilan ibu tanpa perlu diberitahu. Pada minggu ini, selera makan mungkin akan kembali prima seperti sebelum hamil. Tidak hanya itu, perut pun akan semakin menonjol dan tampak garis tipis memanjang di sana yang disebut linea nigra. Garis ini akan semakin tebal seiring pertambahan usia kehamilan Anda.

Perkembangan janin ketika sang bunda hamil 20 minggu

Bila Anda belum mengetahui jenis kelamin janin, mungkin Anda akan mengetahuinya pada jadwal pemeriksaan rutin ke dokter minggu ini. Bila bayi Anda perempuan, rahimnya sudah terbentuk sempurna minggu ini dan saluran vaginanya akan mulai terbentuk. Selain itu, semua sel telurnya juga sudah tersimpan aman dalam ovarium. Sel telur ini awalnya berjumlah 7 juta namun akan berkurang hingga 1-2 juta ketika bayi lahir.Bila bayi Anda laki-laki, testisnya masih berada di bagian perut namun akan turun tak lama lagi ke bawah, ke arah skrotum saat organ ini terbentuk sempurna.

Untuk ukuran, janin usia 20 minggu akan memiliki berat sekitar 280 gram dengan panjang kepala sampai tulang ekor sekitar 16 cm. Besar janin kira-kira adalah seukuran pisang. Anda mungkin mulai terasa gerakan-gerakan lembut janin pada minggu ini bila ini kehamilan pertama Anda. Pada usia kehamilan 20 minggu, lanugo (rambut-rambut halus) juga mulai tumbuh menutupi seluruh tubuh janin. Rambut ini akan menipis dan hilang saat bayi dilahirkan dan tumbuh besar. Selain itu, vernix caseosa yang melapisi kulit janin pun terbentuk di minggu ini. Vernix caseosa adalah zat putih tebal melindungi kulit janin dari cairan ketuban.

Usia kehamilan 20 minggu atau pada trimester dua ini kerap disebut sebagai masa terbaik selama hamil. Hal ini karena mual dan lelah pada trimester satu menghilang dan digantikan dengan selera makan yang kembali baik. Selain itu, sejumlah gejala berikut juga mungkin akan dirasakan ibu pada minggu ke-20 seperti Rambut dan kuku tumbuh cepat. Anda mungkin mulai menyadari bahwa kuku dan rambut tumbuh lebih cepat dari biasanya. Rambut Anda pun mungkin terasa lebih tebal. Hal ini normal dan terjadi berkat produksi hormon selama kehamilan yang memicu sirkulasi darah sehingga nutrisi ke rambut dan kuku bertambah banyak.

Pada usia kehamilan 20 minggu, seiring selera makan yang bertambah, Anda mungkin menginginkan makanan atau campuran tertentu atau kita biasa menyebutnya “ngidam”. Biasanya makanan ini berupa makanan manis atau tinggi lemak. Anda boleh saja memakannya namun tetap konsumsi dalam batas wajar. Pasalnya, bayi Anda membutuhkan asupan nutrisi yang bergizi agar dapat tumbuh sehat. Jadi porsi makan sehat Anda tetap perlu jauh lebih banyak dari yang tidak sehat.

more
Melihat Perkembangan Bayi Usia Hamil 11 Minggu, Sudah Mulai Tumbuh Rambut!

Melihat Perkembangan Bayi Usia Hamil 11 Minggu, Sudah Mulai Tumbuh Rambut!

Saat hamil 11 minggu, para ibu akan merasa sangat senang karena di periode ini janin dalam kandungan terus berkembang. Ibu mungkin juga bertanya-tanya bagaimana perkembangan janin saat minggu ke 11 kehamilan ini. Simak perkembangan janin di akhir-akhir trimester pertama berikut ini.

Perkembangan Janin Usia Hamil 11 MInggu

Kira-kira ukuran janin saat usia hamil 11 minggu ini sebesar buah stroberi dengan panjang 5 centimeter. Meski terdengar sangat kecil, tapi perkembangan pada janin sudah banyak. Berikut perkembangan yang terjadi pada janin usia hamil 11 minggu.

  • Sudah Terjadi Pembentukan Kepala dan Wajah Bayi

Perkembangan yang paling terlihat dari usia hamil 11 minggu ini adalah pembentukan kepala dan wajah bayi. Kepalanya cukup besar, panjangnya bisa mencapai setengah dari ukuran keseluruhan janin. 

Meskipun ukuran kepala janin belum proporsional dibanding tubuhnya, tapi perlahan akan berkembang sehingga proporsi tubuhnya akan terus berkembang di minggu-minggu berikutnya.

Selain itu, sudah terbentuk juga wajah bayi seperti mata, hidung, mulut, serta telinga. Hanya saja, pada minggu ke 11 kehamilan ini, kelopak mata bayi belum terbentuk, dan akan ada di usia kehamilan 24 minggu nanti. 

  • Pertumbuhan Folikel Rambut

Memasuki usia 11 minggu, folikel rambut janin sudah mulai muncul dan bahkan tumbuh. Selain folikel rambut di bagian kepala, juga muncul di sekujur tubuh bayi. 

  • Perkembangan Organ Reproduksi Bayi

Usia hamil 11 minggu ini juga bisa terlihat perkembangan organ reproduksi janin. Hanya saja, di usia kehamilan 11 minggu ini masih terlalu cepat untuk mendeteksi jenis kelamin janin melalui pemeriksaan USG.

Biasanya alat kelamin baru akan muncul dan terlihat jelas di minggu 14 kehamilan nanti. Jadi, bersabar ya.

  • Pertumbuhan Jari Tangan dan Kaki

Di minggu 11 kehamilan ini, perkembangan yang terjadi pada janin adalah sudah adanya jari tangan dan kaki bayi bahkan sudah terlihat jelas. Sehingga saat dilihat melalui pemeriksaan USG, tampilan tangan maupun kakinya sudah tidak berselaput seperti katak lagi, tetapi sudah terlihat seperti tangan bayi manusia.

Bahkan di usia hamil 11 minggu ini juga sudah terjadi perkembangan kuku jari tangan dan kaki janin.

Di minggu ini, tulang-tulang bayi juga sudah mulai mengeras. Tungkai kakinya sudah mulai bergerak, hanya saja ibu hamil belum bisa merasakan tendangannya di usia ini. 

Gejala Kehamilan Usia 11 Minggu

Di usia kehamilan 11 minggu ini, gejala mual dan muntah (morning sickness) biasanya sudah akan mulai berkurang pada sebagian orang, meskipun ada juuga sebagian ibu hamil masih merasakan gejala ini. 

Gejala lain yang mungkin juga dirasakan oleh ibu hamil di minggu ini adalah sakit kepala, migrain, stres, perubahan suasana hati, kelelahan, dan adanya perubahan emosi. Namun, berbagai gejala ini biasanya akan membaik seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia kehamilan.

Biasanya wanita hamil akan merasa lebih lega dan bahagia karena akan memasuki trimester kedua. 

Dan, di usia kehamilan yang terus bertambah ini, beberapa ibu hamil sudah mulai merasa payudaranya penuh dan areola berubah warna menjadi semakin gelap. Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut adalah wajar dan normal. Sebab, tubuh Anda sedang bersiap untuk menyambut kehadiran sang bayi lahir. 

Usia hamil 11 minggu ini sebaiknya ibu hamil menghindari melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat seperti mengangkat barang berat, misalnya. Meskipun Anda tetap dianjurkan untuk tetap aktif bergerak, tapi jenis aktivitas yang ringan saja.

more

Pentingnya Edukasi Anak Sejak Dini

Edukasi anak dapat diberikan sejak anak lahir hingga menginjak usia 6 tahun.

Usia dini merupakan masa hidup yang penting bagi perkembangan fisik, intelek, emosi, dan sosial anak. Perkembangan keterampilan mental dan fisik akan bergerak dalam laju yang sangat cepat, dan proporsi yang besar dalam pembelajaran dan edukasi anak dimulai sejak anak lahir hingga berusia 6 tahun. Di masa-masa itulah anak membutuhkan perawatan pribadi dan pengalaman belajar yang berkualitas. Pembelajaran dimulai sejak waktu anak dibawa pulang dari rumah sakit dan berlanjut ketika anak mulai menghadiri kelompok bermain dan taman kanak-kanak. Kemampuan belajar manusia akan terus berlanjut selama mereka hidup namun tidak dalam intensitas yang didemonstrasikan pada masa-masa preschool. Dengan pemikiran ini, bayi dan balita membutuhkan edukasi anak dini yang positif untuk membantu perkembangan intelektual, sosial, dan emosional. 

Tiga tahun pertama

Pada masa tiga tahun pertama anak, orang tua akan menjadi pengaruh utama pada pengalaman dan edukasi anak. Apa yang orang tua lakukan dan paparkan pada anak akan memiliki dampak yang kuat terhadap perkembangan diri anak. Orang tua kadang lupa bahwa tertarik dan penuh perhatian pada anak akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap edukasi anak pada umur berapapun. Apabila orang tua memilih untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan anak, termasuk menemaninya di pusat penitipan anak dan preschool, hal tersebut memiliki potensi dalam memberikan pengalaman berkualitas tinggi dan responsif guna merangsang dan memengaruhi pengalaman belajar anak. Begitu pula sebaliknya. Anak-anak yang hidup di lingkungan yang negatif akan menghasilkan hasil yang negatif pula. Untuk itu, penting memberikan lingkungan yang sepositif mungkin pada masa-masa perkembangan dini anak. Lingkungan tersebut juga harus mampu merangsang intelektual buah hati. 

Perkembangan kemampuan berbicara adalah keterampilan pertama yang akan didemonstrasikan oleh anak pada masa edukasi anak. Bayi dan balita akan mulai mengenal suatu objek, dan mulai mengetahui sifat-sifat dari suatu benda. Dengan bantuan buku dan interaksi, anak kemudian akan mulai memahami kosakata. Sangat penting untuk paham dan tahu bagaimana bahasa berkembang pada edukasi anak. Kata-kata pertama yang anak biasanya akan pelajari adalah nama-nama dari orang-orang di sekelilingnya, seperti orang tua ataupun saudara kandung dan benda-benda yang sering berada di sekitarnya. Setelah itu, edukasi anak berkembang, dan anak mulai mengenal kata kerja, untuk kemudian mereka belajar bagaimana mendeskripsikan dunianya dan ide-ide yang dimilikinya. Perkembangan ini biasanya akan dimulai pada tahun kedua usianya. Orang tua atau baby sitter biasanya memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan berbicara anak. Seberapa sering mereka berinteraksi, berbicara, atau membaca buku untuk anak akan memiliki manfaat dalam menunjang edukasi anak dari segi kemampuan berbicara dan bahasa. 

Pentingnya bermain

Para ahli perkembangan anak setuju bahwa waktu bermain untuk anak sangat penting bagi perkembangan emosional dan pembelajaran si kecil. Meskipun disebut sebagai ‘waktu bermain’, kegiatan atau aktivitas tersebut juga harus memberikan edukasi anak. Bermain dapat menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan, namun keterampilan-keterampilan penting bagi perkembangan edukasi anak harus didapatkan dari aktivitas bermain tersebut. Dengan bermain, anak diharapkan dapat mempelajari hubungan dan keterampilan sosial, mengembangkan nilai-nilai moral dan etika. Karena sebab itulah waktu bermain dianggap sebagai bagian penting dalam edukasi anak dini. Permainan yang fungsional juga dapat membantu anak mengembangkan keterampilan motorik dan berlatih. Permainan tersebut menggunakan mainan edukasi seperti balok susun dan mainan ketangkasan lainnya.

more
anak bermain saat cuaca panas

Menjaga Anak Tetap Aman di Tengah Cuaca Panas

Di tengah perubahan cuaca yang tidak tentu seperti sekarang, menjaga kondisi kesehatan jadi tugas ekstra para orang tua. Apalagi kalau cuaca sedang panas luar biasa. Suhu tinggi ini kadang mengakibatkan hal yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar gerah dan berkeringat. Menjaga anak dari kondisi semacam ini bisa Anda lakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini!

  1. Jangan Pernah Meninggalkan Anak di Dalam Mobil Ketika Panas

Tubuh anak-anak dapat memanas dengan sangat cepat  dapat menyebabkan kerusakan organ dan bahkan kematian. Setiap tahun anak-anak meninggal karena berada dalam mobil yang panas. Banyak pengasuh dan orang tua menganggap remeh masalah ini dan meninggalkan anak di dalam mobil karena ada urusan yang harus diselesaikan

Tidak ada waktu aman atau suhu yang aman untuk meninggalkan anak-anak dalam mobil, jadi jangan pernah melakukannya (tidak aman meninggalkan anak di dalam mobil karena alasan apapun juga). Selalu periksa kursi belakang sebelum Anda meninggalkan mobil karena Anda bisa saja lupa meninggalkan anak di sana. The American Academy of Pediatrics memiliki beberapa informasi yang sangat berguna tentang mencegah kematian anak-anak di mobil-mobil panas melalui situs mereka.

  • Ketahui Tanda-Tanda Kelelahan Karena Panas

Kelelahan karena panas adalah apa yang bisa terjadi pada tubuh ketika terlalu panas, terutama jika terjadi dehidrasi. Kondisi ini lebih umum terjadi ketika suhu di atas 32 derajat celsius, dan ketika kelembaban lebih dari 60 persen. Gejalanya antara lain keram otot, keringat berlebih, kulit dingin namun berkeringat, pusing, detak jantung lebih cepat dan muntah.

Mengatasi Serangan Heat Stroke

Heat stroke adalah kondisi yang umum terjadi ketika tubuh tidak sanggup mengatasi suhu yang terlalu tinggi. Ini merupakan kondisi darurat yang bisa menyebabkan kematian. Jika Anda melihat anak mulai berkeringat dingin atau tampak mulai tidak sadarkan diri, Anda harus segera mencurigai adanya heat stroke. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak ke pusat kesehatan terdekat atau baringkan mereka di tempat sejuk dan beri air dingin. Jika mereka terlalu mengantuk, jangan paksa untuk minum karena bisa menyebabkan tersedak.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk melindungi anak dari panas:

  • Batasi waktu di bawah sinar matahari langsung (terutama selama jam tengah hari). Cari naungan, atau buat sendiri dengan payung, tenda, atau topi bertepi lebar
  • Bawalah air bersama setiap kali Anda akan berada di luar di bawah sinar matahari untuk minum maupun mendinginkan kulit wajah
  • Sebelum memutuskan keluar rumah, cek berapa suhu dan kelembaban udara untuk memastikan kondisinya cukup aman untuk anak
  • Jika memang harus keluar, berikan jeda waktu istirahat untuk anak. Setiap anak biasanya memiliki daya tahan yang berbeda-beda terhadap cuaca di sekitarnya. Penting untuk memahami berapa suhu yang sanggup diatasi anak.

Dengan menerapkan beberapa tips di atas, Anda bisa membantu melindungi anak dari cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan berbagai masalah pada tubuh hingga kematian.

more
tips membesarkan anak di era digital

10 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

Tingkat penggunaan internet dan gadget yang semakin tinggi memang terbukti memudahkan urusan kita dari berbagai aspek. Namun di sisi lain ini menjadi PR besar bagi para orang tua yang anak-anaknya masih dalam masa pertumbuhan. Bahaya kecanduan gadget pun mengincar. Bagaimana cara mengatasinya?

Anak-anak dan Era Digital

Selama bertahun-tahun, rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP) ketika menyangkut media dan anak-anak sangat mudah: batasi TV hingga 2 jam sehari, dan jangan biarkan anak-anak di bawah usia 2 tahun ikut menonton. Ketika Internet muncul dan perangkat baru muncul, rekomendasi itu diubah menjadi 2 jam di depan layar dan anak-anak di bawah usia 2 tahun tetap dilarang menonton apapun.

Namun teori tetaplah tidak mudah dalam penerapannya.  Simak 10 langkah berikut demi menghindarkan anak dari bahaya berlebih media digital!

  1. Perlakukan Media Digital Seperti Bagian Lain dari Lingkungan Anak. Normalnya, Anda pasti ingin tahu bagaimana lingkungan sekolah anak, seperti apa teman-teman dan gurunya. Gunakan rasa penasaran yang sama untuk mengetahui aktivitas yang mereka lakukan di internet.
  2. Lakukan Semua Bersama-sama. Jika Anda merasa penggunaan media digital adalah hal penting, lakukan bersama-sama. Ini aka memudahkan Anda mengarahkan anak dalam memahami dan menggunakannya.
  3. Batasi Waktu dan Ajak Anak Aktif Bergerak. Menggunakan gadget terlalu lama akan membuat anak malas bergerak. Batasi waktunya bermain tablet dan anjurkan anak untuk bermain aktif dengan bergerak.
  4. Beri Contoh. Jika Anda sebagai orang tua sibuk di depan laptop atau menonton TV seharian, apa yang bisa Anda harapkan dari anak?
  5. Pahami Pentingnya Komunikasi. Tidak hanya penting untuk perkembangan otak, berbicara langsung bisa membantu berkembangnya hubungan dan kesehatan mental. Jika bisa bertemu, kenapa harus bicara melalui video call?
  6. Ciptakan Wilayah Bebas Digital. Teknologi bisa mengganggu banyak hal: hubungan dengan anggota keluarga hingga jam tidur. Jauhkan segala bentuk perangkat dari meja makan dan kamar tidur anak.
  7. Jangan Gunakan Teknologi Sebagai Iming-iming. Banyak orang tua yang tidak sabaran dan melakukan jalan pintas untuk menenangkan anak ketika sedang rewel. Salah satunya adalah dengan memberikan gadget yang mereka sukai. Jangan pernah menjadikan gadget sebagai iming-iming apapun untuk anak.
  8. Perbanyak Pengetahuan tentang Sumber Online yang Bagus. Tidak semua yang ada di media digital itu buruk. Temukan yang terbaik yang paling bermanfaat untuk anak.
  9. Beri Kesempatan Lebih Ketika Anak Sudah Remaja. Membiarkan anak jauh dari media digital juga bukan hal baik. Menjelang usia remaja, biarkan anak mulai online namun tetap bertanggung jawab dan dalam pengawasa Anda.
  10. Jangan Mudah Menyalahkan. Seperti halnya di dunia nyata, anak-anak juga melakukan kesahalan secara online. Jika Anda mulai menemukan aktivitas online yang tidak baik dari anak, cobalah berikan nasehat dengan penuh empati.

Dengan 10 langkah di atas, Anda bisa membesarkan anak dengan lebih baik di era digital ini.

more