Cara Mencegah dan Mengobati Kutu Air

Infeksi jamur dermatofita bisa menyebabkan kutu air. Umumnya kutu air terjadi di area tangan dan kaki. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan, kutu air bisa muncul di bagian tubuh lain. Kondisi tubuh tertentu bisa menyebabkan jamur dermatofita lebih mudah menyerang. Beberapa kondisi tersebut seperti keringat berlebih pada permukaan tangan atau kaki, menyentuh kulit penderita kutu air, memegang tanah tanpa menggunakan sarung tangan, atau menggunakan kamar mandi umum. Meski demikian, Anda tetap bisa mencegah munculnya kutu air dengan berbagai cara sederhana.

kutu air

Mencegah munculnya kutu air

Agar kulit tubuh terhindar dari serangan kutu air, hal yang paling utama untuk dilakukan yaitu menjaga kebersihan. Bagian tangan dan kaki sebaiknya dijaga kelembapannya agar tidak terlalu berlebihan. Hal itu dikarenakan jamur sangat suka hidup di tempat lembap dan kotor. Berikut ini 5 cara untuk mencegah munculnya kutu air.

  1. Bersihkan kaki dan tangan dengan sabun

Cegah kutu air dengan rutin membersihkan kaki dan tangan. Gunakan sabun ketika mencuci kaki dan tangan sehingga bakteri dan kuman mati. Area kulit yang senantiasa bersih menjadi sulit ditumbuhi jamur, lho.

  • Gunakan sepatu yang sesuai ukuran

Tentu akan kurang nyaman rasanya jika Anda menggunakan sepatu dengan ukuran yang tidak sesuai. Entah itu terlalu besar atau terlalu kecil. Ternyata hal itu juga bisa memicu munculnya kutu air di kaki. Sepatu yang terlalu longgar dan sempit membuat tingkat gesekan meningkat, serta membuat kaku menjadi mudah berkeringat. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki Anda.

  • Ganti kaus kaki secara rutin

Mengganti kaos kaki secara rutin juga merupakan cara untuk mencegah timbulnya kutu air. Kaus kaki yang jarang diganti menimbulkan lembap dan bau busuk, sehingga dijadikan tempat bersarang jamur. Gantilah kaus kaki minimal 2 hari sekali.

  • Gunakan bedak agar tidak lembab

Apakah kulit Anda memiliki kondisi khusus yang menyebabkan keringat berlebih? Kondisi tersebut menyebabkan kaki dan tangan menjadi lebih mudah lembab. Untuk mencegah kutu air muncul, Anda bisa menggunakan bedak tabur pada area tangan dan kaki guna menjaga tetap kering.

  • Hindari kontak langsung dengan penderita kutu air

Untuk mencegah terkena kutu air, Anda harus menghindari kontak langsung dengan penderita. Kutu air bisa menular lewat sentuhan. Selain itu, kutu air juga bisa menular melalui hewan atau benda sekitar seperti tanah.

Mengobati kutu air

Anda sudah terinfeksi jamur dermatofita dan kutu air pun merajalela? Tidak perlu khawatir. Terdapat banyak cara untuk mengobati kutu aiir. Simak penjelasan berikut ini.

  1. Rendam dengan air garam

Kutu air yang baru muncul tentunya lebih mudah dibasmi. Segeralah rendam tangan atau kaki yang terkena kutu air menggunakan air garam. Tuangkan garam secukupnya pada baskom berisi air hangat. Rendam kaki dan tangan selama 15 menit untuk mengurangi rasa gatal.

  • Oleskan salep antijamur

Anda bisa menggunakan salep antijamur yang dijual di apotek seperti miconazole. Salep antijamur memiliki harga yang terjangkau. Anda juga bisa mendapatkannya langsung tanpa resep dokter. Ikuti petunjuk pada kemasan ketika mengoleskan salep antijamur agar hasil maksimal.

  • Seemprotkan terbinafine

Selain miconazole, obat lain yang bisa digunakan untuk melawan jamur penyebab kutu air yaitu terbinafine. Obat ini tidak berbentuk salep, melainkan spray. Penggunaannya mudah, Anda hanya perlu menyemprotkan terbinafine pada area yang terkena kutu air.

  • Minum hidrokortison

Kutu air bisa menyebar dengan cepat sebab penularannya mudah. Jika tangan Anda terkena kutu air, kemudian menyentuh kaki, maka dengan cepat kutu air pun ikut bermunculan di area kaki. Jika kutu air muncul terlalu banyak dan membuat perih kulit, Anda bisa minum hidrokortison untuk menghilangkan rasa perih tersebut. Kutu air memang tidak tergolong penyakit yang mengancam jiwa. Meski demikian, penanganannya harus diperhatikan sebab kutu air yang menyebar di area tangan dan kaki bisa terasa sangat mengganggu dan tidak nyaman. Dalam kasus parah, kutu air bahkan menghambat aktivitas sehari-hari. Jika berbagai upaya untuk mengobati kutu air sudah dicoba namun tidak kunjung sembuh, hubungi dokter kulit agar mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>