Benzoil Peroxide, Pembasmi Jerawat Paling Ampuh

Di pasaran banyak sekali produk kosmetik atau perawatan wajah yang menawarkan manfaat untuk menghilangkan jerawat, salah satunya termasuk benzoil peroxide. Kandungan benzoil peroksida ini sudah cukup terkenal dikalangan para wanita. Namun, seampuh apakah benzoil peroksida dalam membasmi jerawat?

Apa sih benzoil peroksida itu?

Kandungan yang terdapat dalam benzoil peroksida ini adalah antibakteri, dan sering sekali digunakan sebagai obat anti jerawat. Ia bekerja sebagai antiseptik untuk mengurangi kuman (bakteri) di permukaan kulit. Umumya, benzoil peroksida hadir dalam bentuk gel atau pembersih wajah yang mengandung 5% saja. 

Umumnya, kandungan ini pun dicampur dengan hydroxyquinoline sulfate, yang juga mengandung bahan antimikroba yang akan membunuh mikro-organisme di kulit Anda. Krim atau gel ini pun umumnya dijual bebas di apotik ataupun toko kosmetik. Namun, beberapa jenis benzoil peroksida ada yang hanya tersedia dengan resep dokter. 

Bagaimana benzoil peroksida ampuh untuk jerawat?

  • Benzoil peroksida sekitar 5% hanya membutuhkan waktu sekitar 4 minggu untuk memulai bekerja membasmi jerawat. 
  • Umumnya, Anda hanya perlu menggunakan 1 atau 2 kali dalam sehari
  • Benzoil peroksida akan bekerja membuka pori-pori dan mengurangi peradangan akibat jerawat

Jadi, benzoil peroksida merupakan antimikroba, membunuh bakteri dan organisme lain dan pengelupasan, membantu membuka porit-pori serta dengan lembut akan membersihkan lapisan permukaan kulit akibat jerawat tadi. Inilah yang membuat benzoil peroksida sangat ampuh untuk jerawat, bahkan untuk yang parah sekalipun. 

Siapa saja yang bisa dan tidak bisa menggunakan obat ini?

Kebanyakan orang dewasa yang menggunakan benzoil peroksida untuk mengatasi masalah jerawat dan anak-anak di atas usia 12 tahun sudah bisa menggunakannya. Akan tetapi benzoil peroksia tidak cocok bagi beberapa orang. Misalnya saja seperti:

  • Alergi terhadap benzoil peroksida atau jenis obat-obatan lainnya
  • Memiliki kulit yang rusak atau pecah di mana Anda membutuhkan perawatan
  • Memiliki jerawat yang sangat parah dengan nodul (benjolan besar dan keras yang menumpuk di bawah permukaan kulit dan biasa menimbulkan rasa sakit) atau kista (benjolan besar berisi nanah yang terlihat mirip dengan bisul). Pasalnya, jika Anda mengalami hal tersebut maka Anda perlu perawatan dokter untuk menghindari jaringan parut.

Efek samping

Seperti semua obat-obatan pada umumnya, benzoil peroksida pun dapat menyebabkan efek samping, meskipun tidak semua orang mengalaminya. 

Efek samping yang umum ini bisa terjadi pada lebih dari 1 dari 10 orang. Bicaralah dengan dokter atau apoteker jika efek sampingn ini mengganggu Anda atau tidak kunjung hilang:

  • Kulit kering
  • Kulit merah atau mengelupas
  • Terbakar atau menyengat (iritasi kulit)

Sedangkan pada efek samping yang serius pun jarang sekali terjadi. Jadi, hentikan penggunaan benzoil peroksida jika efek samping berat ini terjadi pada Anda:

  • Kulit yang sedang Anda rawat menjadi bengkak
  • Kulit Anda menjadi melepuh

Bahkan ada beberapa kasus yang jarang sekali terjadi, mungkin bisa mengalami reaksi alergi serius (anafilaksis) terhadap benzoil peroksida. Jika hal berikut terjadi, harap segera menghubungi dokter atau mendatangi ruah sakit untuk mendapatkan perawatan:

  • Anda mengalami ruam kulit yang mungkin termasuk gatal, merah, bengkak, melepuh, atau mengelupas
  • Mengalami mengi
  • Mengalami sesak di dada atau tenggorokan
  • Kesulitan bernapas atau berbicara
  • Mulut, wajah, bibir, lidah atau tenggorokan Anda mulai bengkak

Cara mengatasi efek samping

Jika efek samping yang Anda alami:

  • Kulit kering. Oleskan pelembab dan lip balm secara teratur (jenis pelembab terbaik adalah pelembab wajah bebas minyak untuk kulit sensitif). Usahakan mandi lebih singkat, jangan terlalu lama, dan gunakan air hangat jangan air panas.
  • Kulit merah dan mengelupas. Coba gunakan  benzoil peroksida atau hentikan penggunaan selama beberapa  hari hingga iritasi hilang, lalu coba mulai lagi. Semnetar itu, jangan gunakan produk lain pada kulit Anda. Bicaralah dengan dokter jika gejala tidak membaik.
  • Terbakar atau menyengat (iritasi kulit). Cobalah untuk menggunakan gel lebih jarang, sekali sehari, atau dua hari sekali. Hentikan penggunakan benzoil peroksida beberapa hari sampai iritasi hilang, lalu bisa mulai lagi ketika iritasi hilang. Temui dokter jika iritasi tak kunjung membaik. 

Meskipun benzoil peroksida sangat ampuh digunakan untuk mengobati jerawat, tetapi jika ibu hamil atau menyusui ingin menggunakannya, ada baiknya untuk konsultasikan pada dokter mengenai hal tersebut. Umumnya, ibu hamil dan menyusui aman menggunakan benzoil perokdisa ini, tetapi hindari bayi bersentuhan langsung dengan kandungan ini. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>