Bahaya Near-Drowning, Pelajari RJP Pada Bayi

Peristiwa ‘near-drowning’ adalah sebuah istilah untuk menggambarkan kondisi hampir meninggal karena kehabisan nafas/mati lemas di dalam air. Kondisi ini adalah kondisi terakhir sebelum ‘fatal drowning’ yang mana mengakibatkan kematian pada korban. Kebanyakan orang yang hampir tenggelam biasanya anak-anak. Namun, kejadian tenggelam dapat terjadi pada siapa saja, tidak peduli jenis kelamin ataupun usia. Meskipun lolos dari maut, para korban ‘near-drowning’ masih tetap membutuhkan perhatian medis untuk mencegah komplikasi kesehatan di kemudian hari. Salah satu tindakan medis, apabila petugas kesehatan tidak ada di tempat saat seseorang hampir tenggelam adalah RJP (resusitasi jantung paru). Artikel ini akan membahas apa itu ‘near-drowning’ dengan lebih mendetail beserta hal-hal apa saja yang bisa Anda lakukan apabila memiliki seseorang yang hampir tenggelam, termasuk bagaimana melakukan RJP pada bayi.

Penyebab ‘near-drowning’

Kondisi ini terjadi ketika Anda atau orang lain tidak mampu bernafas di dalam air selama beberapa waktu. Saat tenggelam, pasokan oksigen ke tubuh terputus hingga sistem kerja tubuh terhenti karena kekurangan oksigen. Dalam beberapa kasus (khususnya pada anak-anak dan bayi), kondisi ini hanya akan memakan waktu beberapa detik. Penting untuk diingat bahwa sangat mungkin untuk kembali “menghidupkan” mereka yang sudah berada di dalam air dalam waktu yang lama, misalnya dengan melakukan RJP pada bayi ataupun orang dewasa.

Kasus ‘near-drowning’ umumnya disebabkan oleh kejadian yang terjadi di dalam air ataupun di dekat sumber air. Beberapa penyebab yang paling umum misalnya tidak bisa berenang, panik saat berada di dalalm air, meninggalkan anak di dalam air tanpa pengawasan, meninggalkan bayi (bahkan dalam waktu yang sebentar) di dalam bak mandi tanpa pengawasan, konsumsi alkohol saat naik perahu atau berenang, gegar otak atau serangan jantung saat berada di dalam air, dan percobaan bunuh diri. Mereka yang hampir tenggelam biasanya akan terlihat tidak responsif, dengan kejala seperti kulit dingin kebiruan, perut yang bengkak, rasa sakit di dada, batuk, sesak napas, dan muntah.

Apa yang terjadi saat seseorang hampir tenggelam

Kondisi ‘near-drowning’ tidak selamanya fatal, namun sering dijumpai hal ini dapat menyebabkan beberapa gangguan komplikasi kesehatan. Agar seseorang dapat tumbuh total, mintalah bantuan ahli atau tenaga medis profesional dalam usaha perawatan dan pengobatan. Komplikasi yang disebabkan oleh near-drowning bermacam-macam, tergantung pada berapa lama seseorang tersebut tidak mendapatkan oksigen, contohnya pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, sindrom gangguan pernapasan akut, ketidakseimbangan cairan dan zat kimia di dalam tubuh, serta kondisi vegetatif permanen. Kebanyakan orang akan selamat dari near-drowning setelah 24 jam kejadian awal bermula. Meskipun seseorang berada di dalam air dalam waktu yang lama, sangat mungkin bagi pihak tenaga medis atau Anda untuk melakukan resusitasi pada korban dan menyelamatkannya.

Pencegahan near-drowning pada anak

Tenggelam adalah salah satu penyebab terbanyak kematian akibat kecelakaan tidak disengaja pada anak usia 1 hingga 4 tahun. Mencegah near-drowning pada anak membutuhkan pencegahan tambahan seperti menutup akses anak ke kolam renang, tidak pernah meninggalkan mainan di kolam renang, berenang dengan anak di kolam renang sedalam lengan, tidak pernah meninggalkan anak sendirian di bak mandi, serta jauhkan anak-anak dari sumur, kolam, danau dan sumber air lain. Selain itu, orang tua juga perlu belajar cara melakukan RJP pada bayi dan anak sebagai salah satu tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>