eksim susu

Apa Itu Eksim Susu? Berikut Penjelasannya

Merupakan ruam berwarna kemerahan dan menimbulkan rasa gatal serta perih yang muncul pada pipi bayi disebut dengan eksim susu. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang menyebut munculnya keadaan ini disebabkan karena konsumsi susu atau cipratan asi ketika ibu sedang menyusui bayinya.

Karena anggapan itulah tidak sedikit para ibu yang justru membatasi atau menghentikan pemberian asi kepada sang bayi. Padalah bayi masih memerlukan asupan nutrisi dari asi agar tumbuh kembang berjalan dengan baik. Meskipun istilah yang muncul berawal dari pemahaman bahwa segala yang ibu makan selama masa kehamilan dan menyusui akan terserap ke dalam asi.

Penjelasan Eksim Susu

Ketika ibu menyusui mengonsumsi makanan yang dapat memicu reaksi peradangan atau alergi pada kulit, maka zat-zat tersebut juga akan tersalurkan ke dalam bayi lewat asi yang diminum. Zat-zat pemicu peradangan itu juga dipercaya dapat memunculkan ruam pada pipi bayi ketika cairan asi bersentuhan secara langsung dengan kulit saat menyusui.

Inilah mengapa banyak ibu hamil dan menyusui yang biasa diberikan pantangan makanan tertentu, misalnya pantang makan telur, kacang-kacangan dan produk yang mengandung susu. Meski demikian, anggapan ini disebut kurang tepat karena istilah tersebut bukan istilah medis yang resmi dan benar untuk menyebut ruam merah pada kulit bayi.

Dalam dunia kedokteran hanya mengenal istilah eksim alias dermatitis atopik, tergolong sebagai salah satu jenis penyakit dermatitis yang umum terjadi pada bayi dan anak kecil. Kondisi ini tentu tidak muncul dengan sendirinya, dalam artian terdapat beberapa penyebab yang membuat eksim ini menyerang kulit bayi.

Penyebab Ruam Pada Bayi

Eksim merupakan peradangan kronis yang dipicu oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi sel lemak atau ceramide dalam jumlah cukup. Penyebab munculnya ruam ini belum dapat dipastikan, namun memiliki khas dengan pipi bayi merah, bersisik dan terasa gatal tidak disebabkan karena konsumsi atau paparan susu (asi).

Hingga saat ini yang diketahui para peneliti adalah risiko dermatitis atopik yang kemungkinan besar cenderung dipengaruhi oleh faktor genetik, fungsi sistem imun bayi dan faktor eksternal lainnya. Eksim ini muncul pada enam bulan pertama kehidupan bayi, di mana pada kondisi ini bayi sangat disarankan untuk mendapatkan asi eksklusif.

Risiko mengalami eksim lebih besar ketika bayi lahir dari keluarga dengan riwayat alergi makanan, sebanyak 30 persen penderita eksim di dunia juga mengalami ini. Biasanya alergi terhadap suatu makanan yang mengandung kacang, telur dan susu. Meskipun sangat ditekankan sekali jika susu bukanlah penyebab kemunculan kondisi ini.

Perawatan pada Bayi

Penyakit kulit yang dianggap sebagai eksum susu sebenarnya bisa dirawat dengan cara perawatan kulit kering dan sensitif. Selain itu ibu juga harus mengetahui cara untuk menghindari pemicu yang menyebabkan eksim kambuh. Berikut beberapa langkah perawatan yang bisa digunakan untuk mencegah kondisi di atas.

  • Obat Oles

Usakahan semua badan bayi terutama yang terkena eksim terendam air agar mendapat kelembapan menyeluruh. Setelah itu, gunakan krim atau salep eksim dalam tiga menit setelah keluar dari bak mandi guna mempertahankan kelembapan kulitnya.

  • Pilih Sabun

Agar tidak terlalu parah, pilih sabun yang mengandung bahan hypoallergenic, tidak berwarna dan tidak mengandung pewangi. Sabun yang bisasanya wangi dan berwarna mengandung bahan kimia yang bisa memperparah eksim.

  • Pelembap Kulit

Eksim susu pada bayi juga bisa dipulihkan dengan menggunakan pelembap dengan pH yang seimbang dan mengandung bahan organik, dan sangat disarankan mengandung ceramide yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan kulti sensitif pada bayi.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>