Anjuran Penggunaan ACE Inhibitor dalam Penanganan COVID-19

ACE inhibitor adalah kelompok obat hipertensi yang diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi

Merupakan obat yang berfungsi untuk melemaskan pembuluh darah, sehingga mampu meringankan kinerja jantung disebut dengan ACE Inhibitor. Dalam penanganan kasus Covid-19 atau virus corona, dokter lebih memerhatikan kebutuhan pasien dengan menggunakan obat tersebut disertai dengan angiotensin receptor blockers (ARBs).

Angiotensin II reseptor blockers (ARBs) merupakan golongan obat-obatan yang digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Pada dasarnya kedua obat ini sama hanya saja cara kerja kedua obat tersebut berbeda. Satu hal yang perlu digaris bawahi dan dimengerti adalah orang dengan penyakit kardiovaskular berisiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat Covid-19.

Penggunaan ACE Inhibitor

Virus corona baru atau dikenal juga dengan nama Covid-19 telah menyebabkan pandemi di seluruh belahan dunia. Kepanikan ini membuat empat organisasi kardiologi terbesar dunia turut melawan virus berbahaya tersebut, tentunya guna meminimalisir banyaknya korban yang berjatuhan karena penyebaran virus tersebut.

Keempat organisasi ini antara lain, Dewan Masyarakat Kardiologi Eropa (ESC) tentang Hipertensi, American College of Cardiology (ACC), American Heart Association (AHA) dan Heart Failure Society of America (HSFA). Keempat organisasi ini sepakat menyebut bahwa pasien penderita jantung rentan terhadap virus corona.

Selain itu, organisasi tersebut juga sangat menyarankan kepada para dokter yang ingin membuat perubahan pada regimen pengobatan baik ACEi atau ARBs. Hal ini dilakukan karena banyak terjadi gerakan di media sosial yang memperlihatkan ahli jantung menyarankan untuk penghentian penggunaan ACEi dan ARBs.

Pemakaian obat ini sangat disarankan dengan bukti bahwa angiotensin-converting enzyme 2 diidentifikasi sebagai reseptor fungsional yang mengarah pada virus corona. Akan tetapi, kepantasannya dipertanyakan karena munculnya kekhawatiran yang dikemukakan oleh Dewan ESC tentang Hipertensi, Giovanni de Simone menyusul keberhasilan penelitian pada hewan.

Mengenai manfaat menjaga fungsi paru-paru dari penggunaan obat tersebut, Simone mengaku masih dibutuhkan uji lebih jauh mengenai protektif terhadap komplikasi paru-paru yang serius pada pasien dengan infeksi Covid-19. Karena pengobatan menggunakan ACE-i atau ARBs baru teruji terhadap hewan.

Hal senada diungkapkan Presiden HFSA, Biykem Bozkurt yang menyebut bahwa Covid-19 termasuk gejala pernapasan, bukti terbaru menunjukkan beberapa pasien yang juga mungkin mengalami kerusakan kardiovaskular yang parah. Maka dari itu, keempat organisasi ini kemudian memberi saran terhadap dokter.

Yakni untuk tetap menggunakan ACEi atau ARBs untuk menangani pasien Covid-19 atau virus corona yang memiliki riwayat kardiovaskular sembari menunggu penelitian dan evaluasi lanjutan. Sementara itu, penelitian lain menyatakan bahwa ACE 2 mempunyai efek protektif terhadap infeksi virus corona.

Faktor Pendukung Lain

ACE2 diklaim mampu mengurangi inflamasi sehingga memunculkan potensi dalam terapi virus corona yang disertai dengan penyakit komorbid, misalnya seperti hipertensi dan diabetes melitus. Kondisi ini juga telah diteliti lebih lanjut mengenai pengaruh sensitivitas individu terhadap terapi dan polimorfisme ACE2 individual.

Obat ACE Inhibitor dan ARBs memiliki efek protektif terhadap kerusakan paru-paru atau memiliki efek paradoks pada peningkatan virus. Obat ini memiliki peran penting dalam sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAS) di mana ketidakseibangan angiotensin-mediated angiotensin II-receptor –type1-ACE 2 dapat menyebabkan inflamasi di berbagai sistem tubuh.

Meningkatnya ACE dan Angiotensin II merupakan faktor prognostik yang buruk pada pneumonia berat, penelitian menyebutkan bahwa hewan inhibitor RAS (termasuk ACEi dan ARBs) dapat mengurangi gejala pneumonia berat dan gagal napas. Penelitian lain yang ditemukan lebih tinggi pada tikus yang lebih tua.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>