MRI Fungsional 

MRI fungsional, atau disingkat sebagai fMRI, merupakan tindakan medis yang melibatkan pemeriksaan pencitraan untuk mengukur aktivitas otak manusia. fMRI mampu mendeteksi perubahan pada kadar oksigen dan aliran darah pada otak. Bagian otak yang lebih aktif akan memakai lebih banyak oksigen, dan hal tersebut membuat aliran darah meningkat.

Mengapa MRI Fungsional Diperlukan?

MRI fungsional diperlukan dokter karena dokter dapat melihat fungsi otak normal dan otak yang bermasalah karena cedera atau kondisi medis tertentu. MRI fungsional juga dapat membantu dokter mengetahui apakah pasien akan mengalami risiko sebelum melakukan operasi atau tindakan terapi invasif lainnya untuk menjaga kondisi otak.

Selain itu, MRI fungsional diperlukan untuk:

  • Memeriksa fungsi anatomis otak.
  • Memeriksa bagian otak yang mengendalikan fungsi penting dalam otak seperti berbicara dan bergerak.
  • Membantu memeriksa efek dari penyakit yang menghambat fungsi otak seperti stroke dan trauma.
  • Memantau pertumbuhan dan fungsi tumor otak.
  • Memantau perencanaan operasi atau terapi invasif lainnya pada otak.

Persiapan Sebelum Melakukan MRI Fungsional

Jika Anda ingin melakukan MRI fungsional, Anda perlu beritahu dokter jika Anda:

  • Memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal atau hati.
  • Memiliki alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
  • Memiliki penyakit asma.
  • Sedang hamil.
  • Baru menjalani operasi.

Selain itu, alat-alat berbahan logam tidak diperbolehkan selama melakukan MRI fungsional, karena medan magnet pada mesin MRI akan menarik logam sehingga dapat menghambat proses pemeriksaan. Berikut adalah alat-alat yang tidak diperbolehkan:

  • Katup jantung buatan.
  • Tindik pada tubuh.
  • Implan koklea di bagian telinga.
  • Gigi palsu.
  • Infus pump.
  • Peluru atau serpihan logam.
  • Implanted nerve stimulator.
  • Sendi buatan berbahan logam.
  • Tato berbahan logam.
  • Alat pacu jantung yang ditanamkan ke dalam tubuh.
  • Klip logam atau sekrup.

Anda diminta untuk melepaskan perlengkapan atau aksesoris seperti kacamata dan jam tangan. Anda juga diminta untuk mengenakan pakaian longgar tanpa kancing atau risleting berbahan logam.

Jika Anda mengidap klaustrofobia atau ketidaknyamanan terhadap ruang tertutup, Anda akan dibawa ke ruang yang lebih terbuka atau menggunakan obat penenang sebelum melakukan MRI fungsional.

Prosedur MRI Fungsional

Berikut adalah prosedur MRI fungsional:

  • Kepala pasien akan diletakkan pada penyangga khusus supaya dapat mempertahankan posisinya.
  • Selama pemeriksaan berlangsung, pasien diminta untuk mengikuti perintah sederhana seperti melihat gambar atau menggerakan jari. Hal tersebut akan meningkatkan aktivitas otak pada bagian yang berperan dalam perintah tersebut. Aktivitas otak meningkat disertai dengan pelebaran pembuluh darah, perubahan unsur kimiawi, dan semakin banyak aliran oksigen yang akan muncul pada prosedur tersebut.
  • Pada sebagian kasus, cairan pewarna kontras akan disuntikkan ke pembuluh darah vena pada bagian lengan pasien. Hal tersebut membantu dokter melihat struktur di dalam tubuh pasien dengan lebih jelas.

MRI fungsional berlangsung sekitar 1 jam.

Hasil Dari MRI Fungsional

Dokter spesialis radiologi akan melihat hasil MRI fungsional, kemudian memberitahu pasien hasil tersebut. Tindakan medis lain akan diperlukan, namun tergantung pada hasil pemeriksaan MRI fungsional pasien.

Meskipun jarang terjadi, MRI fungsional juga bisa menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, nyeri, mual, dan merasakan sensasi terbakar di bagian tubuh yang disuntik. Sebagian pasien juga bisa terkena alergi akibat cairan pewarna kontras.

Kesimpulan

MRI fungsional merupakan salah satu tindakan medis yang diperlukan untuk mengetahui kondisi otak pasien. Prosedur MRI fungsional membutuhkan waktu yang cukup lama dan dapat menyebabkan berbagai efek samping, walaupun jarang terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang MRI fungsional.

more

Obat Untuk Nyeri Pada Otot Tulang Sendi

Nyeri tulang, otot, dan sendi disebabkan oleh berbagai faktor berbeda. Hal ini bisa jadi akibat kecelakaan atau cedera olahraga, atau bisa terjadi begitu saja melalui penggunaan berulang dari waktu ke waktu. Lalu obat otot tulang sendi apa yang bisa membantu kondisi ini?

Meskipun gejala dapat berbeda, terdapat beberapa gejala umum yang mungkin mengindikasikan Anda harus mencari pengobatan. Berikut adalah area masalah dan gejala paling umum:

  • Nyeri kaki, pergelangan kaki, lutut, atau pinggul, terutama saat berjalan
  • Nyeri tangan, pergelangan tangan, atau siku yang membuat tidak mungkin membawa benda
  • Nyeri bahu yang membatasi mobilitas lengan Anda atau menyebabkan bengkak atau memar

Nyeri tulang, otot, dan persendian dapat terjadi di hampir semua area tubuh Anda, dari kepala hingga jari kaki. Mengidentifikasi dimana letak rasa sakit Anda dan mengetahui gejala apa yang harus diperhatikan, akan membantu Anda dan dokter Anda menentukan jenis pengobatan terbaik.

Pengobatan untuk otot tulang sendi termasuk latihan dan tindakan fisik lainnya, obat-obatan yang mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi, dan, untuk perubahan yang sangat parah, penggantian sendi atau operasi lainnya.

Biasanya obat-obatan otot tulang sendiri digunakan untuk melengkapi olahraga dan terapi fisik yang Anda jalani. Obat-obatan digunakan untuk mengurangi gejala dan dengan demikian memungkinkan aktivitas sehari-hari yang lebih normal.

Pereda nyeri sederhana (analgesik), seperti asetaminofen, digunakan sebelum aktivitas yang menyebabkan ketidaknyamanan Anda atau digunakan secara teratur untuk meredakan ketidaknyamanan sendi yang lebih konstan. Namun terkadang, Anda mungkin membutuhkan analgesik yang lebih manjur, seperti tramadol atau opioid.

Relaksan otot (biasanya dalam dosis rendah) terkadang meredakan nyeri yang disebabkan oleh otot yang tegang untuk menopang tulang sendi Anda.

Obat-obatan untuk otot tulang sendi, biasanya merupakan obat yang diresepkan oleh dokter. Jika Anda mengalami nyeri otot tulang sendi yang berlangsung cukup lama, segera temui dokter Anda.

more

Begini Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami

Jerawat tak hanya bisa muncul pada wajah tetapi juga bagian tubuh lain, salah satunya pada punggung. Terdapat beberapa penybeba jerawat ini muncul, terdapat pula beberapa cara menghilangkan di punggung ini. Termasuk menggunakan cara alami atau memakai obat-obatan dari dokter.

Perlu diketahui jika penyebab munculnya jerawat di punggung pada umumnya tidak berbeda dengan penyebab jerawat di wajah atau bagian tubuh lainnya. Jerawat muncul karena folikel atau tepat tumbuhnya rambut di kulit tersumbat oleh sel kulit mati dan minyak alami atau sebum. Sangat penting untuk segera melakukan pengobatan. di Punggung Alami

jerawat di punggung

Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung

  1. Cuka Apel

Bahan alami pertama yang ampuh untuk menghilangkan jerawat di punggung adalah dengan menggunakan cuka apel. Berbahan dasar bah apel menjadikan cuka ini sebagai bahan alami pengobatan jerawat di punggung yang ampuh dengan kandungan antibakteri, dengan satu sendok makan cuka apel dan segelas air lalu oleskan pada jerawat.

  1. Madu

Bahan alami selanjutnya adalah madu, sama seperti cuka apel yang mengandung antibakteri, madu juga demikian. Kandungan ini mampu mencegah dan menyembuhkan infeksi, cara yang perlu dilakukan juga sangat mudah yakni cukup merendam kapas ke dalam madu. Setelah itu oleskan kapas ke bagian punggung yang berjerawat dan tunggu beberapa menit.

  1. Tomat

Kaya akan vitamin A, tomat ternyata juga bisa digunakan untuk mengobati jerawat di punggung menggunakan kandungan asam salisilat yang terdapat di dalamnya. Caranya, cukup menggosok potongan tomat pada area kulit badan yang terdapat jerawat. Lakukan secara merata, setelah itu bilas menggunakan air hangat.

  1. Lemon

Lemon merupakan buah yang mengandung asam L-askorbat yang berfungsi menghilangkan sel kuliy mati dan decongerst pori-pori. Lemon juga mengandung sifat antibakteri dan melawan penyebab munculnya jerawat di punggung. Bisa dengan cara dioleskan secara langsung potongan lemon pada area jerawat, tetapi tidak disarankan untuk kulit sensitif.

  1. Kunyit

Bukan hal yang mengejutkan jika kunyit menjadi salah satu bahan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, salah satunya untuk menghilangkan jerawat di punggung. Penggunaan kunyit juga bisa untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri.

Kebiasaan Pemicu Jerawat di Punggung

Beberapa langkah yang dijelaskan di atas tidak akan efektif jika seseorang tidak memperhatikan detail kecil dalam aktivitas sehari-hari yang bisa memicu munculnya jerawat di punggung. Selain menerapkan cara menghilangkan jerawat di punggung, perhatikan pula pemicunya agar dapat mencegah munculnya jerawat tersebut.

  • Gesekan Kulit dan Pakaian

Kondisi bisa dibilang sebagai penyebab utama munculnya jerawat di punggung dan area badan, seperti jgesekan baju dan tas terhadap kulit punggung. Jerawat muncul karena iritasi kulit, kondisi ini disebut dengan acne mechanica.

  • Penggunaan Perhiasan

Perhiasan juga memicu munculnya jerawat sama seperti pakaian, salah satunya di area leher. Gesekan perhiasan dengan leher secara langsung bisa membuat iritasi kulit hingga menimbulkan jerawat, meski demikian kondisi ini hanya dialami beberapa orang saja.

  • Badan Kotor dan Berkeringat

Jerawat yang muncul di area punggung dan leher terjadi karena area tersebut kotor dan sedang berkeringat, salah satunya ketika berolahraga. Kondisi ini perlu diperhatikan bagi seseorang dengan rambut panjang dan gemar berolahraga.

Gesekan rambut kotor atau pakaian berbahan kasar dan kotor dengan kulit secara langsung dapat membuat munculnya peradangan. Sehingga jerawat dapat muncul pada bagian-bagian yang terkena kotoran itu.

more
Perkembangan Janin saat Hamil 20 Minggu

Perkembangan Janin saat Hamil 20 Minggu

Pada usia hamil 20 minggu artinya Anda sudah memasuki 5 bulan masa kehamilan dan sudah berhasil dilewati dengan baik. Ukuran janin ibu kira-kira sudah sebesar buah pisang dengan panjang badan dari kepala sampai kaki sekitar 25 sentimeter dan berat badan sekitar 315 gram. Perkembangan janin yang semakin besar ini akan membuat perut ibu juga terlihat semakin menonjol, sehingga orang-orang di sekitar pun akan mulai menyadari kehamilan ibu tanpa perlu diberitahu. Pada minggu ini, selera makan mungkin akan kembali prima seperti sebelum hamil. Tidak hanya itu, perut pun akan semakin menonjol dan tampak garis tipis memanjang di sana yang disebut linea nigra. Garis ini akan semakin tebal seiring pertambahan usia kehamilan Anda.

Perkembangan janin ketika sang bunda hamil 20 minggu

Bila Anda belum mengetahui jenis kelamin janin, mungkin Anda akan mengetahuinya pada jadwal pemeriksaan rutin ke dokter minggu ini. Bila bayi Anda perempuan, rahimnya sudah terbentuk sempurna minggu ini dan saluran vaginanya akan mulai terbentuk. Selain itu, semua sel telurnya juga sudah tersimpan aman dalam ovarium. Sel telur ini awalnya berjumlah 7 juta namun akan berkurang hingga 1-2 juta ketika bayi lahir.Bila bayi Anda laki-laki, testisnya masih berada di bagian perut namun akan turun tak lama lagi ke bawah, ke arah skrotum saat organ ini terbentuk sempurna.

Untuk ukuran, janin usia 20 minggu akan memiliki berat sekitar 280 gram dengan panjang kepala sampai tulang ekor sekitar 16 cm. Besar janin kira-kira adalah seukuran pisang. Anda mungkin mulai terasa gerakan-gerakan lembut janin pada minggu ini bila ini kehamilan pertama Anda. Pada usia kehamilan 20 minggu, lanugo (rambut-rambut halus) juga mulai tumbuh menutupi seluruh tubuh janin. Rambut ini akan menipis dan hilang saat bayi dilahirkan dan tumbuh besar. Selain itu, vernix caseosa yang melapisi kulit janin pun terbentuk di minggu ini. Vernix caseosa adalah zat putih tebal melindungi kulit janin dari cairan ketuban.

Usia kehamilan 20 minggu atau pada trimester dua ini kerap disebut sebagai masa terbaik selama hamil. Hal ini karena mual dan lelah pada trimester satu menghilang dan digantikan dengan selera makan yang kembali baik. Selain itu, sejumlah gejala berikut juga mungkin akan dirasakan ibu pada minggu ke-20 seperti Rambut dan kuku tumbuh cepat. Anda mungkin mulai menyadari bahwa kuku dan rambut tumbuh lebih cepat dari biasanya. Rambut Anda pun mungkin terasa lebih tebal. Hal ini normal dan terjadi berkat produksi hormon selama kehamilan yang memicu sirkulasi darah sehingga nutrisi ke rambut dan kuku bertambah banyak.

Pada usia kehamilan 20 minggu, seiring selera makan yang bertambah, Anda mungkin menginginkan makanan atau campuran tertentu atau kita biasa menyebutnya “ngidam”. Biasanya makanan ini berupa makanan manis atau tinggi lemak. Anda boleh saja memakannya namun tetap konsumsi dalam batas wajar. Pasalnya, bayi Anda membutuhkan asupan nutrisi yang bergizi agar dapat tumbuh sehat. Jadi porsi makan sehat Anda tetap perlu jauh lebih banyak dari yang tidak sehat.

more

Hifema, Kondisi Menyakitkan Yang Dapat Sebabkan Gangguan Penglihatan

Hifema adalah terjadinya pengumpulan darah pada ruang anterior mata (daerah antara kornea dan iris). Darah dapat menutupi hampir semua bagiain iris dan pupil, sehingga menghalangi penglihatan sebagian atau keseluruhan. Hifema biasanya terasa menyakitkan, dan apabila tidak dirawat atau diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Hifema disebabkan karena adanya trauma pada mata dan disertai dengan meningkatnya tekanan intraocular (tekanan di dalam mata). Akan tetapi, hifema dapat muncul dengan tiba-tiba pada anak-anak yang menderita kondisi medis lain seperti hemofilia dan anemia sel sabit. Perawatan medis secepatnya diperlukan apabila hifema terjadi. Cara terbaik dalam mencegah hifema adalah dengan menggunakan pelindung mata saat berolahraga. Selain itu, jangan pernah menganggap remeh cidera mata. Meskipun tidak ada pendarahan, Anda harus tetap memeriksakannya pada dokter mata.

Gejala dan penyebab

Gejala hifema mudah diketahui, yaitu adanya darah pada bagian depan mata, sensitivitas terhadap cahaya, rasa nyeri, padangan yang terhalang atau kabur, dengan darah mungkin tidak dapat terlihat apabila hifema berukuran kecil. Penyebab umum hifema adalah adanya trauma mata, biasanya akibat cidera olahraga, kecelakaan di tempat kerja atau rumah, dan terjatuh. Hifema juga dapat disebabkan oleh pembuluh darah tidak normal pada permukaan iris (bagian berwarna mata), infeksi mata yang disebabkan oleh virus herpes, gangguan penggumpalan darah seperti hemofilia dan anemia sel sabit, ganggaun lensa intraocular (implant lensa buatan), dan kanker mata.

Diagnosa dan perawatan

Pertama, dokter akan meninjau riwayat medis lengkap Anda untuk melihat apakah Anda pernah menderita trauma mata sebelumnya atau memiliki kondisi lain yang dapat menyebabkan pendarahan pada mata. Setelah melakukan pemeriksaan fisik pada daerah mata, dokter akan menggunakan metode diagnosa seperti pemeriksaan mata komprehensif guna menguji kemampuan Anda dalam melihat, pemeriksaan tekanan mata, pemeriksaan bagian dalam mata dengan menggunakan mikroskop khusus bernama “slit lamp”, dan pemindain CT untuk memeriksa kerusakan pada area orbita guna melihat apakah ada trauma mata atau tidak.

Apabila hifema Anda bersifat ringan, kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu. Anda dapat mengobati nyeri yang dirasakan menggunakan obat-obatan penghilang rasa sakit OTC yang tidak mengandung aspirin. Aspirin harus dihindari karena obat ini akan mengencerkan darah, dan malah dapat meningkatkan pendarahan. Sementara itu, dokter akan memutuskan bagaimana ia perlu merawat hifema berdasarkan beberapa jenis faktor, seperti usia, riwayat kesehatan, dan kondisi keseluruhan Anda; seberapa parah cidera yang dialami; toleransi Anda terhadap obat-obatan khusus; serta pendapat dan preferensi pribadi. Setelah dokter menerima informasi ini, ia dapat memutuskan perawatan apa yang cocok dengan kondisi ini. Adapaun jenis pilihan perawatan hifema di antaranya adalah obat tetes mata (obat tetes steroid untuk membatasi peradangan dan obat tetes dilatasi untuk mengatasi rasa nyeri), menutupi mata yang sakit, istirahat, membatasi pergerakan mata (Anda disarankan untuk tidak banyak membaca), mengangkat kepala setidaknya 40 derajat saat tidur (untuk membantu tubuh menyerap darah), dan memeriksa tekanan mata setiap hari.

Salah satu komplikasi paling serius dari hifema adalah adanya peningkatan tekanan pada mata. Apabila hal ini terjadi, dokter dapat melakukan operasi untuk membersihkan darah berlebih. Ambang tekanan intraocular akan lebih rendah pada mereka yang menderita penyakit sel sabit. Tekanan di mata dapat meningkat karena darah akibat hifema dapat menggumpal di kanal drainase mata, menyebabkan kerusakan jangka panjang yang dihubungkan dengan glaukoma.

more
Melihat Perkembangan Bayi Usia Hamil 11 Minggu, Sudah Mulai Tumbuh Rambut!

Melihat Perkembangan Bayi Usia Hamil 11 Minggu, Sudah Mulai Tumbuh Rambut!

Saat hamil 11 minggu, para ibu akan merasa sangat senang karena di periode ini janin dalam kandungan terus berkembang. Ibu mungkin juga bertanya-tanya bagaimana perkembangan janin saat minggu ke 11 kehamilan ini. Simak perkembangan janin di akhir-akhir trimester pertama berikut ini.

Perkembangan Janin Usia Hamil 11 MInggu

Kira-kira ukuran janin saat usia hamil 11 minggu ini sebesar buah stroberi dengan panjang 5 centimeter. Meski terdengar sangat kecil, tapi perkembangan pada janin sudah banyak. Berikut perkembangan yang terjadi pada janin usia hamil 11 minggu.

  • Sudah Terjadi Pembentukan Kepala dan Wajah Bayi

Perkembangan yang paling terlihat dari usia hamil 11 minggu ini adalah pembentukan kepala dan wajah bayi. Kepalanya cukup besar, panjangnya bisa mencapai setengah dari ukuran keseluruhan janin. 

Meskipun ukuran kepala janin belum proporsional dibanding tubuhnya, tapi perlahan akan berkembang sehingga proporsi tubuhnya akan terus berkembang di minggu-minggu berikutnya.

Selain itu, sudah terbentuk juga wajah bayi seperti mata, hidung, mulut, serta telinga. Hanya saja, pada minggu ke 11 kehamilan ini, kelopak mata bayi belum terbentuk, dan akan ada di usia kehamilan 24 minggu nanti. 

  • Pertumbuhan Folikel Rambut

Memasuki usia 11 minggu, folikel rambut janin sudah mulai muncul dan bahkan tumbuh. Selain folikel rambut di bagian kepala, juga muncul di sekujur tubuh bayi. 

  • Perkembangan Organ Reproduksi Bayi

Usia hamil 11 minggu ini juga bisa terlihat perkembangan organ reproduksi janin. Hanya saja, di usia kehamilan 11 minggu ini masih terlalu cepat untuk mendeteksi jenis kelamin janin melalui pemeriksaan USG.

Biasanya alat kelamin baru akan muncul dan terlihat jelas di minggu 14 kehamilan nanti. Jadi, bersabar ya.

  • Pertumbuhan Jari Tangan dan Kaki

Di minggu 11 kehamilan ini, perkembangan yang terjadi pada janin adalah sudah adanya jari tangan dan kaki bayi bahkan sudah terlihat jelas. Sehingga saat dilihat melalui pemeriksaan USG, tampilan tangan maupun kakinya sudah tidak berselaput seperti katak lagi, tetapi sudah terlihat seperti tangan bayi manusia.

Bahkan di usia hamil 11 minggu ini juga sudah terjadi perkembangan kuku jari tangan dan kaki janin.

Di minggu ini, tulang-tulang bayi juga sudah mulai mengeras. Tungkai kakinya sudah mulai bergerak, hanya saja ibu hamil belum bisa merasakan tendangannya di usia ini. 

Gejala Kehamilan Usia 11 Minggu

Di usia kehamilan 11 minggu ini, gejala mual dan muntah (morning sickness) biasanya sudah akan mulai berkurang pada sebagian orang, meskipun ada juuga sebagian ibu hamil masih merasakan gejala ini. 

Gejala lain yang mungkin juga dirasakan oleh ibu hamil di minggu ini adalah sakit kepala, migrain, stres, perubahan suasana hati, kelelahan, dan adanya perubahan emosi. Namun, berbagai gejala ini biasanya akan membaik seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia kehamilan.

Biasanya wanita hamil akan merasa lebih lega dan bahagia karena akan memasuki trimester kedua. 

Dan, di usia kehamilan yang terus bertambah ini, beberapa ibu hamil sudah mulai merasa payudaranya penuh dan areola berubah warna menjadi semakin gelap. Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut adalah wajar dan normal. Sebab, tubuh Anda sedang bersiap untuk menyambut kehadiran sang bayi lahir. 

Usia hamil 11 minggu ini sebaiknya ibu hamil menghindari melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat seperti mengangkat barang berat, misalnya. Meskipun Anda tetap dianjurkan untuk tetap aktif bergerak, tapi jenis aktivitas yang ringan saja.

more

Episiotomi Bukan Prosedur Caesar, Ini Penjelasannya

Melahirkan normal bukan berarti melahirkan tanpa tersentuh pisau bedah sama sekali. Tak jarang wanita yang melalui proses ini juga mendapatkan beberapa jahitan. 

episiotomi

Episiotomi adalah sayatan bedah yang dilakukan di jaringan perineum yang terletak antara lubang vagina dan anus. Sebelumnya, prosedur ini merupakan bagian rutin dalam persalinan normal. Sekarang, tak semua persalinan normal harus disertai cara ini.

Episiotomi berbeda dengan prosedur caesar atau c-section. Caesar adalah prosedur melahirkan dimana dokter melakukan sayatan besar di perut. Jika pada episiotomi bayi keluar melalui vagina, pada prosedur caesar bayi dikeluarkan melalui perut. 

Untuk apa episiotomi dilakukan?

Terkadang lubang vagina tidak cukup lebar untuk mengeluarkan bayi. Sayatan bedah dimaksudkan untuk meloloskan bayi dengan mudah, serta mencegah vagina robek terlalu parah selama proses bersalin.

Luka sayatan juga dipercaya dapat pulih lebih cepat dibandingkan luka robek. Namun, penelitian terbaru menunjukkan episiotomi mungkin memicu infeksi dan komplikasi, sehingga prosedur ini tak lagi dimasukkan ke dalam rutinitas persalinan normal.

Siapa saja yang membutuhkan episiotomi?

Dokter merekomendasikan episiotomi jika terjadi kondisi berikut:

  • Bayi tidak memiliki cukup oksigen (gawat janin)
  • Bahu bayi tersangkut di belakang tulang panggul ibu (distosia bahu)
  • Bayi memiliki detak jantung tak normal selama proses persalinan
  • Ukuran bayi lebih besar dari bayi pada umumnya
  • Kelahiran prematur
  • Posisi bayi sungsang
  • Tahap persalinan yang lama
  • Penggunaan forsep atau vakum saat persalinan

Ketika Anda disarankan melalui prosedur ini, tanyakan hal yang harus disiapkan, risiko, pencegahan, serta berapa lama luka sayatan pulih.

Persiapan episiotomi

Sebelum melakukan prosedur bedah, Anda diminta mengisi formulir persetujuan terlebih dahulu. Beritahu penyedia layanan obat-obatan yang Anda konsumsi, serta kemungkinan alergi terhadap obat-obatan.

Jika Anda memiliki riwayat gangguan pendarahan, konsultasikan dengan dokter untuk menghindari pendarahan berlebih selama proses persalinan. Selebihnya, ikuti instruksi yang diberikan.

Prosedur episiotomi

Sebelum melakukan prosedur ini, mula-mula Anda akan dibius lokal terlebih dahulu. Pada tahap mendorong ketika kepala bayi mulai meregangkan lubang vagina, dokter akan membuat sayatan sepanjang 3 sampai 4 cm di perineum dengan gunting atau pisau bedah.

Setelah bayi keluar, dokter akan menjahit luka sayatan untuk memperbaiki jaringan dan otot perineum. Jahitan ini akan pulih seiring waktu, kira-kira sekitar empat hingga enam minggu setelah melahirkan.

Risiko melakukan episiotomi

Luka sayatan mungkin lebih lebar dari rencana awal. Selama masa pemulihan, jahitan episiotomi akan terasa sakit, nyeri, dan tidak nyaman terutama saat berhubungan seksual di bulan-bulan pertama melahirkan.

Untuk meredakan nyeri, Anda bisa melakukan cara berikut:

  • Kompres air dingin di area perineum
  • Gunakan minyak atau pelumas sebelum melakukan hubungan seksual
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri

Infeksi juga sangat mungkin terjadi. Jika setelah prosedur Anda mengalami demam atau kedinginan, nyeri perineum yang parah bahkan mengeluarkan nanah, disarankan untuk segera menemui dokter. 

Episiotomi vs c-section, mana yang lebih baik?

Tidak ada prosedur yang lebih baik dari yang lain. Episiotomi dan caesar, kedua prosedur tersebut sama baiknya tergantung pada kondisi yang dialami oleh ibu dan bayi.

Adapun alasan dilakukannya kedua prosedur tersebut hampir sama, yakni kondisi bayi yang tidak memungkinkan lahir secara normal. Operasi caesar juga menjadi alternatif bila ibu atau bayi mengalami kondisi seperti:

  • Ibu memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi
  • Kondisi uterus ibu menghalangi serviks
  • Bayi terlilit plasenta
  • Ibu terkena virus menular, seperti herpes atau HIV, yang bisa ditularkan ke bayi melalui kelahiran melalui vagina

Tak jarang juga ibu memilih operasi caesar walau tidak ada masalah medis apapun. 

Catatan

Baik episiotomi maupun caesar, keputusan bagaimana persalinan akan dilakukan sepenuhnya berada di tangan ibu dan dokter. Namun perlu diketahui, kedua prosedur ini sama-sama memiliki efek samping.

more
Gejala alergi telur mirip dengan alergi lain, seperti reaksi kulit seperti eksim, bintik, atau pembengkakan

Mengenal Alergi Telur Pada Anak dan Orang Dewasa

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang zat yang tidak berbahaya, contohnya protein dalam makanan. Sistem kekebalan tubuh menciptakan antibodi untuk menyerang makanan tersebut. Saat makanan tersebut dimakan, tubuh akan melepaskan zat kimia seperti histamine untuk melindungi tubuh. Alergi makanan meningkat 18 persen pada tahun antara 1997 dan 2007. Alergi susu merupakan alergi makanan yang paling sering dijumpai, diikuti alergi kacang dan alergi telur. Sekitar 2 persen anak memiliki alergi telur. Dalam kasus telur, protein di dalam putih telur menjadi penyebab reaksi alergi dibandingkan dengan kuning telur, meskipun beberapa orang dapat menderita alergi karena keduanya. 

Gejala alergi telur

Gejala alergi telur mirip dengan alergi lain, seperti reaksi kulit seperti eksim, bintik, atau pembengkakan; sakit perut, mual, diare, dan muntah; mengi dan kesulitan bernapas; hidung meler atau tersumbat; dan detak jantung yang cepat. Dalam kasus yang langka, syok anaphylactic dapat terjadi, yang mana membutuhkan tindakan kegawatdaruratan medis mengingat kondisi ini dapat mengancam nyawa. 

Alergi telur merupakan alergi makanan yang paling sering ditemui pada anak-anak. Hampir semua reaksi alergi terhadap telur terjadi pada anak-anak dengan eksim kekanak-kanakan. Alergi telur biasanya muncul pada usia dini, dengan reaksi yang paling parah terjadi saat anak berusia 6 hingga 15 bulan. Gejala umum alergi telur pada anak di antaranya adalah reaksi kontak kulit, tanda-tanda kemerahan pada wajah, dan gatal-gatal di sekitar mulut. 

Pada orang dewasa, alergi telur sangat jarang ditemui. Gejala klinis pada orang dewasa hampir selalu bermula saat anak-anak atau remaja. Namun, ada kasus-kasus terdokumentasi serangan alergi telur pada orang dewasa. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menjadi peka terhadap telur dan bereaksi karenanya. Apabila dikonsumsi, protein di dalam telur akan diidentifikasi sebagai penyerang dan tubuh mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan reaksi alergi. Gejala bervariasi, mulai dari mual ringan atau timbulnya eksim, hingga reaksi anaphylactic. Gejala lain alergi telur pada orang dewasa di antaranya adalah pembengkakan bibir dan kelopak mata, mata yang gatal dan berair, tenggorokan atau telinga yang gatal, sesak napas, dan mengi atau batuk. Carilah bantuan medis apabila gejala-gejala tersebut terjadi. 

Komplikasi kesehatan

Faktor tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang menderita alergi telur, seperti anak-anak dengan kondisi atopic dermatitis. Anak-anak dengan reaksi kulit jenis ini memiliki risiko lebih tinggi menderita alergi makanan dibandingkan dengan mereka yang tidak. Selain itu, risiko menderita alergi telur lebih besar terjadi pada mereka yang memiliki orangtua dengan kondisi asma, alergi makanan, dan alergi jenis lain seperti eksim dan gatal-gatal. Alergi telur juga lebih sering dijumpai pada anak-anak. Dengan bertambahnya usia, sistem pencernaan menguat dan reaksi alergi makanan perlahan mulai berkurang. 

Namun, komplikasi akibat alergi telur masih bisa terjadi. Dalam kasus yang paling parah, reaksi alergi telur membutuhkan suntikan epinephrine dan perawatan kegawatdaruratan. Reaksi sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan alergi telur juga dapat menyebabkan kondisi kesehatan lain. Apabila Anda atau anak Anda memiliki alergi telur, ia atau Anda memiliki risiko yang lebih tinggi memiliki alergi terhadap makanan lain seperti susu, kacang, dan kedelai; memiliki alergi terhadap bulu hewan, tungau debu, atau serbuk sari rumput; reaksi kulit alergi seperti atopic dermatitis; dan asma, yang mana meningkatkan risiko reaksi alergi parah terhadap telur dan makanan lain.

more

Rangka Aksial dan Apendikular, Si Penyusun Tubuh Manusia

Rangka Aksial dan Apendikular, Si Penyusun Tubuh Manusia

Pernahkah Anda merasa penasaran bagaimana susunan tulang pada manusia dapat terbentuk sedemikian rupa? Berapa banyak tulang dan rangka yang kita miliki? Kenyataannya, di dalam tubuh manusia terdapat lebih dari 200 jenis tulang, yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu rangka aksial dan apendikular.

Namun, Bagaimana struktur dari rangka aksial dan apendikular ini? Seperti apa peranannya dalam penyusunan tubuh manusia? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Rangka aksial

Orang dewasa memiliki sekitar 80 tulang pada rangka aksial yang terletak pada sumbu vertikal atau garis tegak pada tubuh. Tulang-tulang tersebut termasuk di dalamnya, tulang tengkorak, kolom vertebral, dan toraks. 

  • Tengkorak

Dalam rangka aksial terdapat tulang tengkorak tersusun dari 22 tulang yang terbagi menjadi dua lokasi, tulang kranial dan fasial. Tulang kranial (delapan tulang) merujuk pada batok kepala yang melindungi otak, sementara itu tulang fasial (14 tulang) tersusun dari tulang yang membentuk wajah manusia. 

Lebih lengkap di dalam tulang tengkorak atau tepatnya di telinga bagian dalam, terdapat tulang auditori yang sangat kecil. Tulang yang tersusun dari malleus, incus, dan stapes, berperan dalam menerima dan menangkap suara.

  • Kolom vertebral

Susunan lain dalam rangka aksial, yaitu kolom vertebral yang terdiri dari 26 tulang yang mana 24 di antaranya adalah tulang belakang, sedangkan sisanya adalah sakrum dan tulang ekor. 24 tulang tersebut dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:

  1. Vertebra servikal: terletak di kepala dan leher, terdiri atas tujuh tulang
  2. Vertebra toraks: terletak di punggung atas, terdiri dari 12 tulang
  3. Vertebra lumbal: terletak di punggung bawah, terdiri dari lima tulang
  • Toraks

Dalam rangka aksial terdapat toraks yang terdiri dari sternum atau tulang dada dan 12 pasang tulang rusuk. Susunan tulang ini membentuk pelindung di sekitar organ bagian atas, seperti melindungi organ jantung dan paru-paru dari bahaya hantaman benda asing di luar tubuh manusia. 

Sebagian tulang rusuk menempel lekat pada tulang dada, sedangkan sebagian lainnya terhubung ke tulang dada melalui tulang rawan. Dari sekian jumlah tulang rusuk tersebut, ada yang tidak memiliki titik keterikatan dan kemudian disebut sebagai tulang rusuk mengambang. 

Rangka apendikular

Selain rangka aksial, susunan tulang dalam tubuh manusia dibentuk juga dari rangka apendikular yang memiliki 126 tulang. Tulang yang termasuk ke dalam rangka apendikular, yaitu tulang lengan (bagian atas), kaki (bagian bawah), bahu (girdel pektoral), dan pinggul (girdel pelvis).

Kesehatan tulang-tulang yang telah disebutkan di atas perlu Anda perhatian sedari dini untuk mengurangi risiko penyakit tulang di kemudian hari. Hal dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tulang, antara lain memperbanyak konsumsi makanan dan minuman yang memiliki kandungan kalsium dan vitamin D, serta bergerak aktif. Menghindari konsumsi alkohol dan merokok juga dapat mengurangi risiko pengeroposan tulang (osteoporosis). 

Alternatif asupan makanan yang dapat Anda konsumsi, antara lain bayam, kedelai, ikan, dan keju, serta ikan berlemak. Selain itu, dengan beraktivitas fisik secara rutin di bawah sinar matahari pagi juga diyakini mampu menyokong kesehatan tulang.

more

Amankah Masker Putih Telur Bagi Wajah?

Menggunakan masker alami bisa menjadi salah satu upaya untuk menjaga kulit wajah. Bahan alami tersebut bisa berupa buah, sayur, umbi-umbian, serta telur. Masker kulit telur dipercaya baik bagi kesehatan kulit. Meski demikian, banyak yang mempertanyakan apakah masker putih telur aman bagi kulit wajah? Pasalnya, beberapa efek samping dapat muncul ketika menggunakan masker putih telur. Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Manfaat masker putih telur

Putih telur mengandung 16 kalori pada setiap butirnya, memiliki kalori rendah, serta dapat dijadikan masker alami yang mengandung banyak manfaat. Beberapa manfaaat masker putih telur diantaranya yaitu dapat mencerahkan wajah, mengencangkan kulit wajah, membantu menghilangkan komedo putih, mengecilkan pori-pori, dan mengangkat sel kulit mati. Selain itu, masker putih telur juga dapat mencegah timbulnya jerawat, mengurangi minyak berlebih di wajah, serta menyamarkan noda bintik hitam.

Efek samping masker putih telur

Meski manfaat masker putih telur tidak perlu diragukan, namun penggunaannya dapat menimbulkan efek samping. Anda dapat merasa gatal saat memakai masker putih telur, wajah menjadi merah dan ruam, serta beberapa dampak buruk lainnya. Hal tersebut bisa disebabkan karena kulit sensitif, penggunaan yang tidak tepat, terlalu sering menggunakan masker putih telur, atau kondisi kulit sedang tidak cocok bersentuhan dengan putih telur. Berikut ini beberapa efek samping masker putih telur yang sebaiknya Anda waspadai.

  • Terjadi iritasi pada kulit

Salah satu efek samping menggunakan masker putih telur yaitu terjadinya iritasi pada kulit. Apabila kulit mengalami iritasi, hentikan pemakaian dengan segera. Cuci wajah dengan air hingga bersih. Jika kondisi semakin parah, Anda dapat mengunjungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

  • Alergi terhadap telur

Bagi pemilik kulit sensitif, kemungkinan terjadinya alergi karena masker putih telur sangat besar. Selain itu, untuk Anda yang memang sudah memiliki alergi ketika mengonsumsi telur, sebaiknya juga tidak menggunakan masker putih telur. Reaksi alergi yang muncul ditandai dengan rasa gatal, panas, perih, serta wajah menjadi berwarna kemerahan. Reaksi alergi bisa berbeda tergantung tingkat keparahannya.

  • Bau amis yang tak kunjung hilang

Putih telur mentah memiliki bau amis yang khas. Bau amis tersebut dapat menempel di segala tempat dan benda terutama jika Anda tidak berhati-hati ketika menggunakannya sehingga masker kulit telur berceceran. Selain itu, bagi Anda yang memiliki penciuman sensitif, sering kali bau amis di wajah tetap tercium meski Anda sudah membilas dengan bersih menggunakan air.

  • Infeksi pada kulit

Efek samping masker putih telur lainnya adalah infeksi pada kulit. Hal ini dapat terjadi jika Anda mengoleskan masker putih telur pada kulit yang luka. Infeksi akan menyebabkan kulit yang luka semakin meradang dan sulit sembuh. Selain itu, Anda dapat terinfeksi bakteri Salmonella. Bakteri ini terdapat pada putih telur dan dapat berakibat buruk bagi pencernaan. Jika masker telur tertelan, meski sedikit, ada kemungkinan Anda terinfeksi bakteri ini.

Aturan memakai masker putih telur

Agar lebih aman, Anda bisas memakai masker putih telur menggunakan beberapa aturan berikut ini. Pertama, cek dulu reaksi alergi kulit dengan mengoleskan masker putih telur dalam jumlah sedikit di area kulit bawah dagu dengan mendiamkannya 15 menit. Kedua, jika Anda tidak memiliki reaksi alergi, penting untuk memperhatikan lama pemakaian masker putih telur. Gunakan maksimal 15 menit dan jangan menggunakannya untuk tidur. Ketiga, pastikan Anda membilas wajah dengan bersih setelah menggunakan masker putih telur.

Masker putih telur bisa aman digunakan asal Anda memahami kondisi kulit wajah Anda. Berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dapat menghindari alergi atau munculnya iritasi sebab Anda dapat mengetahui jenis masker apa yang cocok bagi kulit Anda. Jika Anda ingin mengencangkan serta mencerahkan kulit, terdapat beberapa produk perawatan lain yang bisa digunakan selain masker putih telur. Anda dapat mencoba menggunakan ekstrak teh hijau, vitamin C, retinoid, niacinamide, minyak kelapa, serta Alpha Hydroxy Acid (AHA).

more