Cara Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan perawatan kemoterapi. Kemoterapi adalah perawatan yang dapat membantu melawan kanker, namun juga memiliki efek samping.  Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda.  Jenis obat kemo yang Anda gunakan dapat mempengaruhi pengalaman Anda mengenai efek samping kemoterapi.

Untungnya, ada berbagai cara untuk mengurangi dan bahkan mencegah efek samping kemoterapi. Anda akan menemukan informasi praktis tentang cara mengendalikan efek samping dari kemoterapi sehingga perawatan Anda berjalan sebaik mungkin.

Untuk membantu Anda, Anda perlu mengetahui detail spesifik tentang gejala yang Anda rasakan dan diskusikan dengan dokter atau perawat Anda. Beberapa hal yang mungkin perlu Anda ketahui meliputi:

 • Tanggal dan waktu efek samping terjadi

 • Berapa lama efek tersebut berlangsung?

 • Seberapa kuat itu — misalnya, jika Anda mengalami rasa sakit, seberapa kuatnya dalam skala dari 1 hingga 10, dengan 1 menjadi jumlah paling sedikit rasa sakit dan 10 yang paling kuat?

 • Bagaimana aktivitas sehari-hari Anda terpengaruh. Apakah ada efek samping dari obat Anda yang membuat Anda tidak dapat tidur, makan, berjalan, bekerja atau berolahraga?

Berikut efek samping kemoterapi yang umum terjadi dan cara mengatasi atau mengendalikan:

  1. Anemia

Anemia sangat umum terjadi pada pasien kanker, baik sebagai akibat langsung dari kanker atau sebagai efek samping dari kemoterapi. Kemoterapi, terapi radiasi dan kehilangan darah karena operasi adalah penyebab umum anemia pada pasien kanker.

Cara mengatasi

Dokter Anda mungkin akan memberikan resep suplemen zat besi, vitamin B12, atau suplemen asam folat. Mungkin juga untuk dokter menyarankan Anda agar mencoba beberapa perawatan sekaligus. Jika anemia yang Anda alami parah, Anda mungkin memerlukan transfusi darah. Namun biasanya, dokter akan memberikan resep obat agar tubuh Anda membuat lebih banyak sel darah merah.

Makanan yang kaya akan zat besi, seperti bayam, daging merah, dan kacang-kacangan, juga dapat membantu meningkatkan energi Anda.

  1. Mual dan muntah

Gejala ini dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah perawatan kemoterapi.

Cara mengatasi

Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan obat mual spesifik berdasarkan jenis kemoterapi yang Anda dapatkan. Mungkin juga Anda perlu mencoba beberapa obat mual yang berbeda sebelum menemukan obat yang tepat untuk Anda.

Selain itu, Anda disarankan untuk konsumsi makanan dengan porsi kecil sepanjang hari, misalnya 5 kali sehari daripada makan dengan porsi yang besar. Serta minumlah cairan satu jam sebelum makan dan hindari minum air saat makan.

  1. Rambut rontok

Perawatan lemoterapi dapat membuat Anda kehilangan rambut tidak hanya di bagian kepala Anda tetapi di tempat lain, seperti alis, bulu mata dan bagian lain tubuh Anda.

Cara mengatasi

Rawat rambut dan kulit kepala Anda dengan lembut, dengan menggunakan produk sampo ringan, sikat bagian kepala dengan lembut, dan tidak menggunakan hair dryer, pengeriting rambut, pewarna, atau produk lain yang mudah merusak rambut Anda.

Anda juga dapat menggunakan sampo, kondisioner, dan krim pelembab pada rambut dan kulit kepala Anda sebelum kerontokan terjadi. Hal ini dapat membantu mengatasi kekeringan dan gatal.

Jika perlu gunakan wig, syal, turban, atau topi untuk menutupi kerontokan rambut Anda.

  1. Pendarahan, Memar, dan Infeksi

Kemoterapi membunuh sel darah putih Anda, yang berfungsi untuk melawan kuman, dan trombosit, yang membantu pembekuan darah Anda. Akibatnya, Anda memiliki risiko infeksi, perdarahan, dan memar yang lebih tinggi (bahkan saat Anda terbentur).

Cara mengatasi

Transfusi darah dan trombosit dapat membantu mengatasi efek samping satu ini. Begitu juga dengan suntikan obat yang dapat membantu tubuh Anda membuat lebih banyak sel darah.

  1. Luka di sekitar mulut dan tenggorokan

Luka yang menyakitkan dapat Anda membuat sulit untuk makan, dan membuat mulut serta tenggorokan mudah terinfeksi.

Cara mengatasi

Tanyakan kepada dokter Anda tentang obat dan salep nyeri yang dapat digunakan dibagian mulut Anda. Jika Anda mulai memiliki mulut kering, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan untuk membantu Anda menghasilkan lebih banyak air liur.

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi dokter gigi Anda 2 minggu sebelum Anda memulai kemo untuk menyelesaikan semua perawatan gigi. Serta sikat gigi dan lidah Anda setiap selesai makan dan sebelum tidur dengan sikat gigi lembut atau kapas.

Beberapa efek samping kemoterapi memerlukan bantuan medis dengan cepat.  Segera hubungi dokter Anda jika Anda memiliki:

  • Temperatur lebih dari 39 derajat
  • Pendarahan atau memar saat Anda tidak bergesekan dengan apapun
  • Reaksi ruam atau alergi, seperti pembengkakan atau kesulitan bernapas atau menelan
  • Menggigil hebat
  • Rasa sakit yang tidak bisa Anda jelaskan
  • Kesulitan bernafas
  • Darah di toilet setelah Anda menggunakan kamar mandi

Diare atau muntah yang berlangsung secara terus menerus

more
tips makan sehat di hari libur

Tips Makan Sehat di Hari Libur

Hari libur adalah saat-saat yang dinanti oleh siapa saja. Kegiatan yang sering dilakukan saat liburan pastinya tidak jauh-jauh dari pesta, jalan-jalan ataupun pergi berkuliner. Saat libur, kita cenderung makan lebih banyak dari biasanya dan tanpa kita sadari, kita menambahkan ekstra kalori setiap harinya ke dalam tubuh.

Lalu bagaimana agar Anda dapat menikmati suasana liburan tanpa harus menghindari makan makanan yang lezat? Simak tips berikut!

1. Jangan memakan semuanya

Saat berada di sebuah pesta, hindari mengambil lauk terlalu banyak dalam piring Anda. Pilihlah makanan kesukaan Anda sebelum menambahkan menu yang lain.

2.  Beri jeda 10 menit

Setelah selesai makan, jangan langsung makan lagi. Beri ‘kesempatan’ kepada perut Anda untuk memberikan informasi ke otak, apakah masih lapar atau sudah kenyang. Anda bisa menggunakan jeda 10 menit ini untuk meminum air atau memulai pembicaraan ringan dengan orang lain sambil mengecek nafsu makan Anda.

3. Duduk jauh dari meja makan

Saat berada di sebuah event, hindari duduk atau berdiri dekat dengan meja makanan. Hal ini akan membuat fokus Anda tertuju pada makanan dan Anda menjadi semakin lapar.

4. Jangan pergi ke pesta dengan perut kosong

Jangan pergi ke pesta dengan perut kosong. Paling tidak, makanlah satu buah apel atau sepotong roti.

5. Kurangi minuman bersoda

Selain membuat perut terasa kembung, minuman manis dan bersoda mengandung kalori yang tinggi. Kandungan gulanya dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan lemak dalam tubuh.

6. Hindari minuman beralkohol saat perut kosong

Meminum minuman beralkohol saat perut Anda sedang kosong akan semakin meningkatkan nafsu makan dan Anda akan kesulitan mengontrol apa yang Anda makan.

7. Sering-sering berjalan

Jika pesta yang Anda hadiri mengadakan sesi dansa, Anda bisa ikut berdansa bersama yang lain untuk menurunkan makanan. Jika tidak ada, Anda bisa berjalan menuju ke kamar kecil atau ke meja lain untuk menyapa teman-teman Anda.

8. Jangan lupa memakan sayuran

Jangan mengabaikan sayuran yang dijadikan hiasan pemanis di piring lauk. Anda bisa memakannya untuk mencukupi kebutuhan serat.

9. Jangan berbelanja saat lapar

Berbelanja saat lapar membuat Anda susah fokus untuk mengambil apa yang Anda butuhkan dan malah tergoda untuk membeli kudapan-kudapan yang tidak Anda perlukan.

10. Memasak dengan sepenuh hati

Saat Anda memikirkan bahan-bahan masakan dengan penuh perhatian sebagai bentuk kepedulian Anda terhadap kesehatan diri sendiri. Contoh kecil seperti mengganti daging merah dengan daging unggas, misalnya, dapat mengurangi asupan lemak ke dalam tubuh.

11. Jangan makan terlalu kenyang

Sah-sah saja saat moment liburan membuat Anda banyak makan. Usahakan makan dalam porsi kecil dan sesekali makan makanan yang banyak agar kesehatan tetap seimbang.

Nah, semoga tips di atas bisa membantu Anda tetap sehat saat liburan!

more
anak bermain saat cuaca panas

Menjaga Anak Tetap Aman di Tengah Cuaca Panas

Di tengah perubahan cuaca yang tidak tentu seperti sekarang, menjaga kondisi kesehatan jadi tugas ekstra para orang tua. Apalagi kalau cuaca sedang panas luar biasa. Suhu tinggi ini kadang mengakibatkan hal yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar gerah dan berkeringat. Menjaga anak dari kondisi semacam ini bisa Anda lakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini!

  1. Jangan Pernah Meninggalkan Anak di Dalam Mobil Ketika Panas

Tubuh anak-anak dapat memanas dengan sangat cepat  dapat menyebabkan kerusakan organ dan bahkan kematian. Setiap tahun anak-anak meninggal karena berada dalam mobil yang panas. Banyak pengasuh dan orang tua menganggap remeh masalah ini dan meninggalkan anak di dalam mobil karena ada urusan yang harus diselesaikan

Tidak ada waktu aman atau suhu yang aman untuk meninggalkan anak-anak dalam mobil, jadi jangan pernah melakukannya (tidak aman meninggalkan anak di dalam mobil karena alasan apapun juga). Selalu periksa kursi belakang sebelum Anda meninggalkan mobil karena Anda bisa saja lupa meninggalkan anak di sana. The American Academy of Pediatrics memiliki beberapa informasi yang sangat berguna tentang mencegah kematian anak-anak di mobil-mobil panas melalui situs mereka.

  • Ketahui Tanda-Tanda Kelelahan Karena Panas

Kelelahan karena panas adalah apa yang bisa terjadi pada tubuh ketika terlalu panas, terutama jika terjadi dehidrasi. Kondisi ini lebih umum terjadi ketika suhu di atas 32 derajat celsius, dan ketika kelembaban lebih dari 60 persen. Gejalanya antara lain keram otot, keringat berlebih, kulit dingin namun berkeringat, pusing, detak jantung lebih cepat dan muntah.

Mengatasi Serangan Heat Stroke

Heat stroke adalah kondisi yang umum terjadi ketika tubuh tidak sanggup mengatasi suhu yang terlalu tinggi. Ini merupakan kondisi darurat yang bisa menyebabkan kematian. Jika Anda melihat anak mulai berkeringat dingin atau tampak mulai tidak sadarkan diri, Anda harus segera mencurigai adanya heat stroke. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak ke pusat kesehatan terdekat atau baringkan mereka di tempat sejuk dan beri air dingin. Jika mereka terlalu mengantuk, jangan paksa untuk minum karena bisa menyebabkan tersedak.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk melindungi anak dari panas:

  • Batasi waktu di bawah sinar matahari langsung (terutama selama jam tengah hari). Cari naungan, atau buat sendiri dengan payung, tenda, atau topi bertepi lebar
  • Bawalah air bersama setiap kali Anda akan berada di luar di bawah sinar matahari untuk minum maupun mendinginkan kulit wajah
  • Sebelum memutuskan keluar rumah, cek berapa suhu dan kelembaban udara untuk memastikan kondisinya cukup aman untuk anak
  • Jika memang harus keluar, berikan jeda waktu istirahat untuk anak. Setiap anak biasanya memiliki daya tahan yang berbeda-beda terhadap cuaca di sekitarnya. Penting untuk memahami berapa suhu yang sanggup diatasi anak.

Dengan menerapkan beberapa tips di atas, Anda bisa membantu melindungi anak dari cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan berbagai masalah pada tubuh hingga kematian.

more
tips membesarkan anak di era digital

10 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

Tingkat penggunaan internet dan gadget yang semakin tinggi memang terbukti memudahkan urusan kita dari berbagai aspek. Namun di sisi lain ini menjadi PR besar bagi para orang tua yang anak-anaknya masih dalam masa pertumbuhan. Bahaya kecanduan gadget pun mengincar. Bagaimana cara mengatasinya?

Anak-anak dan Era Digital

Selama bertahun-tahun, rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP) ketika menyangkut media dan anak-anak sangat mudah: batasi TV hingga 2 jam sehari, dan jangan biarkan anak-anak di bawah usia 2 tahun ikut menonton. Ketika Internet muncul dan perangkat baru muncul, rekomendasi itu diubah menjadi 2 jam di depan layar dan anak-anak di bawah usia 2 tahun tetap dilarang menonton apapun.

Namun teori tetaplah tidak mudah dalam penerapannya.  Simak 10 langkah berikut demi menghindarkan anak dari bahaya berlebih media digital!

  1. Perlakukan Media Digital Seperti Bagian Lain dari Lingkungan Anak. Normalnya, Anda pasti ingin tahu bagaimana lingkungan sekolah anak, seperti apa teman-teman dan gurunya. Gunakan rasa penasaran yang sama untuk mengetahui aktivitas yang mereka lakukan di internet.
  2. Lakukan Semua Bersama-sama. Jika Anda merasa penggunaan media digital adalah hal penting, lakukan bersama-sama. Ini aka memudahkan Anda mengarahkan anak dalam memahami dan menggunakannya.
  3. Batasi Waktu dan Ajak Anak Aktif Bergerak. Menggunakan gadget terlalu lama akan membuat anak malas bergerak. Batasi waktunya bermain tablet dan anjurkan anak untuk bermain aktif dengan bergerak.
  4. Beri Contoh. Jika Anda sebagai orang tua sibuk di depan laptop atau menonton TV seharian, apa yang bisa Anda harapkan dari anak?
  5. Pahami Pentingnya Komunikasi. Tidak hanya penting untuk perkembangan otak, berbicara langsung bisa membantu berkembangnya hubungan dan kesehatan mental. Jika bisa bertemu, kenapa harus bicara melalui video call?
  6. Ciptakan Wilayah Bebas Digital. Teknologi bisa mengganggu banyak hal: hubungan dengan anggota keluarga hingga jam tidur. Jauhkan segala bentuk perangkat dari meja makan dan kamar tidur anak.
  7. Jangan Gunakan Teknologi Sebagai Iming-iming. Banyak orang tua yang tidak sabaran dan melakukan jalan pintas untuk menenangkan anak ketika sedang rewel. Salah satunya adalah dengan memberikan gadget yang mereka sukai. Jangan pernah menjadikan gadget sebagai iming-iming apapun untuk anak.
  8. Perbanyak Pengetahuan tentang Sumber Online yang Bagus. Tidak semua yang ada di media digital itu buruk. Temukan yang terbaik yang paling bermanfaat untuk anak.
  9. Beri Kesempatan Lebih Ketika Anak Sudah Remaja. Membiarkan anak jauh dari media digital juga bukan hal baik. Menjelang usia remaja, biarkan anak mulai online namun tetap bertanggung jawab dan dalam pengawasa Anda.
  10. Jangan Mudah Menyalahkan. Seperti halnya di dunia nyata, anak-anak juga melakukan kesahalan secara online. Jika Anda mulai menemukan aktivitas online yang tidak baik dari anak, cobalah berikan nasehat dengan penuh empati.

Dengan 10 langkah di atas, Anda bisa membesarkan anak dengan lebih baik di era digital ini.

more
alkohol untuk kesehatan

Antara Alkohol dan Kesehatan; Sebuah Perspektif

Bagaimana kah menjelaskan hubungan antara alkohol dan kesehatan?

“Sesuatu yang rumit.”

Beberapa hasil penelitian telah menunjukkan manfaat kesehatan dari meminum alkohol dengan takaran rendah. Tetapi, jika jumlah alkohol yang dikonsumsi terlalu banyak, terutama jika dalam waktu yang tidak tepat, akan membahayakan pula. Begitulah dua kontradiksi yang menimbulkan debat dan kontroversi.

Mudah sekali untuk bilang bahwa konsumsi alkohol terlalu banyak itu membahayakan kesehatan. Lalu, apakah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seputar alkohol di bawah ini:

  • Seberapakah takaran dari “terlalu banyak”?
  • Adakah manfaat kesehatan yang didapat dari minum dengan takaran yang cukup ketimbang tidak meminumnya sama sekali?

Pertanyaan di atas menjadi bahan riset yang berguna bagi para peneliti dan jawabannya dapat membantu dokter, pejabat kesehatan publik, dan pembuat kebijakan diseluruh dunia serta dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Tetapi sejauh ini, jawabannya adalah tergantung pada penelitian yang metode penelitiannya bisa sangat berbeda satu sama lain. Contohnya, definisi dari “sekali minum” di Amerika adalah 14 gram alkohol seperti 12 ons bir botol, 5 ons gelas wine. Di negara lain, penelitian yang sama memiliki definisi atau ukuran yang berbeda.

Penelitian terbaru terkait alkohol dan kematian

Pada Juni 2018, penelitian yang dipublikasikan pada jurnal PLOS Medicine, menemukan bahwa diantara orang dewasa dengan usia lanjut, minum alkohol dengan takaran antara satu sampai empat gelas per minggu bisa menurunkan risiko kematian dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi sama sekali.

Pada Agustus 2018, dua penelitian yang lebih besar mengkaji dampak dari alkohol. Tersimpulkan pada penelitian yang dipublikasikan The Lancet, bahwa rekomendasi yang umum diketahui tentang takaran minum yang cukup (yaitu satu gelas atau kurang dalam sehari untuk wanita dan dua gelas per hari atau kurang untuk pria), malah terlalu banyak.

Penelitian kedua yang yang juga dipublikasi di The Lancet, mengkaji ratusan kasus dan sumber lainnya (termasuk penjualan alkohol, konsumsi minuman beralkohol yang diracik dirumah, dan bahkan perkiraan konsumsi turis) pada 195 lokasi. Analisa yang dilakukan menunjukan dampak kesehatan terhadap konsumsi alkohol termasuk kematian dan kecelakaan kendaraan bermotor, kanker, dan penyakit jantung. Penelitian tersebut juga menyimpulkan pilihan terbaik untuk keseluruhan kesehatan Anda adalah tidak minum alkohol sama sekali.

Berikut ini beberapa detil penjelasan tentang apa yang mereka temukan:

  • Konsumsi alkohol merupakan salah satu dari tujuh penyebab kematian tertinggi dan disabilitas di seluruh dunia pada tahun 2016; sekitar 2% kematian pada wanita dan 7% kematian pada pria.
  • Untuk usia 15 hingga 49 tahun, alkohol merupakan faktor penyebab kematian dan disabilitas paling banyak di seluruh dunia.
  • Untuk orang dewasa berusia lanjut, kanker akibat konsumsi alkohol merupakan penyebab kematian yang utama.
  • Pada umumnya, risiko kesehatan meningkat dengan bertambahnya jumlah alkohol yang diminum. Tetapi, beberapa efek positif yang didapatkan dari konsumsi rendah alkohol menunjukan bahwa risiko penyakit jantung dan diabetes berkurang 14% untuk pria yang minum 0.8 takaran per hari dan 18% untuk wanita dengan takaran 0.9 per hari, dibanding dengan yang tidak.

Dari hasil penelitian di atas, alangkah baiknya jika mulai membatasi konsumsi alkohol Anda dan tidak menjadikannya sebuah kebiasaan namun kegiatan yang sesekali saja.

more
makanan terburuk dan berbahaya untuk pencernaan

Hindari, Ini Dia 10 Makanan Terburuk yang Berbahaya untuk Pencernaan

Masalah pencernaan kerap terjadi karena kebiasaan hidup dan pola makan yang tidak sehat. Bahkan, ada banyak jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari padahal sangat buruk bagi pencernaan. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat berakibat buruk bagi pencernaan Anda jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

1. Gorengan
Makanan pertama yang pasti paling dekat dengan kehidupan harian masyakarat di Indonesia adalah gorengan. Camilan praktis dan lezat ini ternyata memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi dan bisa menyebabkan diare. Ditambah lagi dengan saus, potongan daging berlemak, dan mentega juga bisa menyebabkan masalah pencernaan.

Untuk mengatasinya, pilih makanan yang dipanggang atau dibakar dengan menggunakan saus ringan. Jangan lupa untuk mengombinasikan makanan dengan sayuran dan mengganti mentega dengan krim.

2. Buah-buahan Sitrus
Buah-buahan sitrus seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali memang baik untuk memberikan asupan vitamin C tubuh. Namun karena kandungan seratnya tinggi, buah-buahan ini dapat membuat perut menjadi bergejolak. Pastikan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan ini jika perut Anda merasa tidak enak.

3. Gula Buatan
Makanan yang juga identik dengan era modern saat ini adalah camilan dengan kandungan gula buatan. Mayoritas dari permen karet bebas gula dibuat dengan sorbitol yang akan berdampak pada perut kram dan diare. Makanan yang dibuat dengan pemanis buatan dapat berisiko menyebabkan masalah yang sama. Pusat Administrasi Makanan dan Obat AS memperingatkan bahwa Anda berisiko menderita diare jika Anda mengonsumsi 50 gram sorbitol per hari.

4. Serat Berlebihan
Makanan dengan kandungan karbohidrat sehat tinggi, seperti biji-bijian dan sayuran, memang baik untuk pencernaan. Tetapi jika Anda mulai mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak, sistem pencernaan Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk dapat menyesuaikan diri. Hasilnya, Anda dapat memperoleh perut yang bergas dan kembung. Jadi, pastikan untuk membatasi jumlah serat yang Anda makan dalam kadar yang tepat.

5. Kacang
Kacang identik dengan kandungan protein dan serat yang sehat, tetapi mereka juga memiliki kandungan gula yang sulit dicerna yang menyebabkan perut bergas dan kram. Sayangnya, tubuh Anda tidak memiliki enzim yang dapat memecah gula jenis ini. Namun, Anda dapat mengatasinya dengan merendam kacang kering selama minimal 4 jam dan tiriskan air sebelum diolah.

6. Kubis
Sayuran silangan, seperti brokoli dan kol, memiliki kandungan gula yang sama dengan kacang yang mengandung gas. Seratnya yang tinggi juga bisa membuat sayuran ini menjadi sulit dicerna. Untuk itu, Anda lebih dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam keadaan matang dibandingkan dengan memakannya mentah.

7. Fruktosa
Makanan yang dimaniskan dengan fruktosa, seperti soda, permen, jus buah, dan kue kering, akan sangat sulit untuk dicerna. Fruktosa yang tinggi dapat menyebabkan diare, kembung, dan kram.

8. Makanan Pedas
Beberapa orang mengalami gangguan pencernaan atau mulas setelah memakannya, terutama saat itu adalah makanan yang banyak. Meskipun bukan menjadi penyebab utama mulas, makanan pedas ini dapat memperparah gejala. Bahkan, sebagian orang juga mengalami diare setelah mengonsumsi makanan pedas.

9. Produk Susu
Jika mereka memicu diare, kembung, dan perut bergas, Anda mungkin memiliki tubuh yang “tidak toleran” dengan laktosa. Ini berarti Anda tidak memiliki enzim yang dapat mencerna gula dalam susu atau produk olahan susu lainnya. Hindari makanan-makanan yang mengandung susu atau cobalah makanan alternatif lain untuk menggantikan asupan nutrisi dalam susu.

10. Peppermint
Terakhir, peppermint dapat mengendurkan otot di bagian atas perut, yang memungkinkan makanan bergerak kembali ke kerongkongan Anda. Kondisi bisa menyebabkan perut menjadi mulas. Selain peppermint, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh cokelat atau kopi. Para ahli mengatakan Anda dapat menurunkan tekanan yang mendorong makanan naik kembali dengan menjaga tubuh tetap duduk dan tidak berbaring setelah makan.

Itulah beberapa jenis makanan yang berbahaya bagi pencernaan. Meskipun begitu, upayakan untuk memahami kondisi tubuh Anda agar dapar mengetahui makanan dan nutrisi apa saja yang perlu dipenuhi untuk menyehatkan pencernaan Anda.

more
apa itu salmonella

Apa Itu Salmonella?

Salmonella adalah salah satu jenis bakteri jahat yang kerap muncul dan menginfeksi makanan, termasuk ayam, tomat, kacang tanah, salsa, guacamole, dan bahkan makanan-makanan hewan peliharaan. Bakteri ini tumbuh subur di saluran usus hewan dan manusia serta dapat menyebabkan keracunan makanan. Penyakit yang terjadi akibat Salmonella berkisar dari infeksi ringan hingga infeksi yang sangat serius, bahkan dapat membunuh orang-orang yang rentan. Meskipun begitu, ada beberapa cara untuk melindungi diri Anda dari infeksi Salmonella.

Sumber Makanan yang Berisiko Mengandung Salmonella
Setiap makanan mentah yang berasal dari hewan, seperti daging, unggas, susu dan produk olahan susu, telur, serta makanan laut, ataupun tumbuhan, seperti sebagian besar buah dan sayuran, dapat menjadi media berkembangnya bakteri salmonella. Agar tidak terinfeksi salmonella, seseorang harus menghindari asupan daging, unggas, atau telur yang mentah atau kurang matang, termasuk juga produk susu yang tidak dipasteurisasi. Anda juga harus memerhatikan dengan seksama pemberitahuan penarikan produk di pasaran atau peringatan mengenai informasi makanan yang sedang terjangkit bakteri salmonella. Produk makanan ini juga termasuk pada makanan olahan rumah yang dibuat dengan telur mentah, seperti mayones, adonan kue, dan es krim.

Apakah Memasak atau Mencuci Dapat Membunuh Salmonella?
Memasak hingga seluruh bahan matang sempurna dapat membunuh salmonella. Akan tetapi mencuci buah-buahan dan sayuran tidak semudah itu mampu membunuh salmonella, khususnya jika sedang terjadi wabah. Untuk itu, ada baiknya Anda mengolah bahan makanan hingga matang atau menghindari sepenuhnya asupan makanan yang dicurigai mengandung salmonella. Lebih lanjut, jika terjadi wabah, biasanya para penanggung jawab produk makanan dan kesehatan akan memperingatkan masyarakat untuk tidak makan makanan yang berpotensi terkontaminasi salmonella selama wabah. Dengan kata lain, Anda akan dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya meskipun sudah dimasak.

Tips untuk Kebersihan dan Keamanan Bahan Makanan
Berikut adalah beberapa tips untuk pengolahan semua buah-buahan dan sayuran dalam upaya pencegahan keracunan makanan, di antaranya:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat sebelum dan sesudah mengolah bahan makanan.
  2. Cuci produk dengan seksama di bawah air mengalir, bukan di bak atau wastafel.
  3. Gunakan talenan dan peralatan yang bersih. Jangan biarkan produk bersentuhan dengan makanan mentah lain atau permukaan yang telah mereka sentuh.

Sumber Infeksi Salmonella Nonmakanan
Selain melalui makanan, infeksi salmonella juga dapat terjadi melalui hewan peliharaan. Pasalnya, bakteri salmonella hidup di usus hewan-hewan ini. Dengan kata lain, kotoran dari hewan-hewan ini berisiko menjadi media penyebaran bakteri berbahaya ini.

Hewan peliharaan tertentu, seperti kura-kura, ular dan reptil lainnya, anak ayam, serta burung mungkin untuk membawa bakteri ini. Untuk itu, pastikan agar selalu mencuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat hingga bersih setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan atau kotorannya.

Salmonella pada Anak Ayam
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat memperingatkan wabah salmonella yang berulang terjadi pada anak ayam. Pasalnya, banyak orang tua yang gemar memberikan anaknya hadiah anak ayam sebagai mainan dan peliharaan. Sayangnya, CDC tidak menganjurkannya dan menetapkan bahwa anak di bawah usia 5 tahun tidak boleh menyentuh anak ayam atau bebek.

Gejala dan Pengobatan Infeksi Salmonella
Gejala salmonellosis cukup beragam, mulai dari kram perut, diare, dan demam yang berkembang 12 hingga 72 jam setelah makan. Kebanyakan orang pulih dalam empat hingga tujuh hari dan tidak memerlukan perawatan selain minum banyak cairan. Orang dengan diare parah mungkin memerlukan cairan intravena. Pemberian antibiotik tidak selalu diperlukan pada orang sehat kecuali jika infeksi salmonella telah menyebar ke luar usus. Kasus-kasus yang serius dan berpotensi fatal, lebih mungkin terjadi pada anak-anak, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau orang lanjut usia.

more
perbedaan migrain stroke

Migrain Vs. Stroke, Apa Bedanya?

Stroke, salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian, memiliki gejala awal berupa sakit kepala. Lantas, bagaimana kita bisa mengidentifikasi potensi stroke saat mengalami sakit kepala? Sebab, gejala yang ditimbulkan hampir serupa migrain, yaitu sakit kepala yang amat sangat.

Penderita migrain biasanya sering mengalami sakit kepala hebat sejak muda. Jarang terjadi migrain perdana pada usia lebih dari 40 tahun. Jika Anda berusia lebih dari 40 tahun dan tidak pernah mengalami migrain, asumsikan sakit kepala hebat yang Anda alami berdampak sesuatu yang sangat serius. Segera minta pertolongan medis. Pengobatan dini dapat membatasi kerusakan otak dan menyelamatkan nyawa Anda.

Penderita migrain biasanya mengalami sakit kepala dengan tingkat kesakitan yang kurang lebih sama. Bagi penderita migrain yang merasakan sakit kepala kali ini berbeda, segera hubungi dokter.

Apakah Stroke Itu?

Stroke adalah kondisi saat aliran darah ke otak terputus. Akibatnya, sel-sel otak mati karena tidak mendapat cukup oksigen. Penyebabnya bisa dari terhambatnya aliran darah. Misalnya akibat penggumpalan darah, atau pecahnya pembuluh darah, sehingga otak tertutup oleh darah.

Selain sakit kepala yang amat sangat, stroke muncul dengan tanda-tanda berikut ini.

  • Separuh tubuh mati rasa, terasa kebas, dan lemas.
  • Tiba-tiba sulit berkata-kata dan memahami pembicaraan
  • Gangguan penglihatan di salah satu atau kedua mata
  • Pusing dan kehilangan keseimbangan
  • Merasa kebingungan

Jenis stroke yang biasa salah diartikan sebagai migrain adalah transient ischemic attack (TIA) yaitu ketika aliran darah ke otak terputus dalam waktu singkat. Stroke ini lebih dikenal dengan stroke ringan. Gejala tersebut di atas muncul, tapi dalam intensitas rendah dan berlangsung kurang dari satu jam.

Apakah Migrain Itu?

Migrain adalah penyakit yang menyebabnya terjadinya sakit kepala, kadang disertai mual, dan sensitivitas terhadap cahaya, bau, sentuhan, yang terjadi secara berulang-ulang. Sakit kepala berdenyut-denyut pun muncul dan terjadi di sekitar mata.

Bagaimana Membedakan Migrain dan Stroke?

Sulit membedakan migrain dan gejala stroke, terlebih stroke ringan (TIA). Berikut ini sedikit perbedaan yang bisa dirasakan.

  • Sakit kepala yang menjadi gejala stroke biasa datang secara mendadak. Langsung sakit seketika. Sementara itu, rasa sakit kepala karena migrain datang secara bertahap. Awalnya sakit kepala ringan dan makin hebat seiring waktu.
  • Gejala stroke bersifat negatif atau mengakibatkan kehilangan kemampuan. Misalnya, kehilangan penglihatan atau indra perasa di tangan. Sementara itu, gejala migrain bersifat positif, yaitu ada sensasi yang bertambah. Misalnya, seolah ada sinar yang menyilaukan mata atau rasa geli di kulit.
  • Stroke jarang dialangi kaum muda. Pada orang dengan usia lebih dari 40 tahun, tidak pernah mengalami migrain, memiliki catatan tekanan darah tinggi atau detak jantung tak normal, sakit kepala hebat hampir bisa diartikan sebagai gejala stroke.

Mengapa Gejalanya Mirip?

Dokter tidak dapat memastikan hubungan antara migrain dan stroke. Seseorang yang mengalami stroke, bisa juga sedang terserang migrain. Namun, hal ini tidak serta merta membuat migrain sebagai penyebab stroke Justru stroke yang mengakibtkan gejala migrain, termasuk gangguan penglihatan. Obat-obat migrain, seperti ergot alkaloid dan triptan, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri. Saat terserang stroke, jangan sekali-kali mengonsumsi obat tersebut. Secara umum, cara hidup sehat yang mengurangi risiko terhadap stroke, termasuk berhenti merokok, juga mengurangi risiko terserang migrain.

more
manfaat serum kulit

Mengenal Serum Kulit dan Manfaatnya

Seiring waktu, elastisitas kulit akan menurun. Tanda-tanda penuaan kulit seperti kerutan, bintik cokelat, kusam dan garis-garis halus di sekitar mata mulai tampak secara bertahap. Untuk mengatasi hal ini, banyak wanita yang mengandalkan serum kulit. Serum bertekstur cairan dan mudah diserap ke dalam lapisan kulit.

Biasanya, serum dikemas dalam botol kecil yang dilengkapi pipet. Serum berbahan dasar minyak dan Anda hanya perlu beberapa tetes saja untuk diratakan ke seluruh wajah.

Mencegah Gejala Penuaan Kulit

Dr. Abigail Waldman, instruktur dermatologi di Harvard Medical School, Amerika Serikat menjelaskan, serum kulit bukanlah pelembap seperti losion atau krim. Melainkan, formulasi yang sangat terkonsentrasi dan diramu agar bisa meresap dengan cepat ke dalam kulit. Pemakaian serum dengan dosis tepat dapat mengatasi persoalan umum pada kulit. Bahkan, manfaatnya melebihi pelembap dan tabir surya.

Bagaimana Cara Memilih dan Menggunakan Serum Kulit?

Serum biasanya dioleskan ke kulit wajah setelah mencuci muka dan sebelum mengaplikasikan pelembap, seperti yang disarankan oleh Dr. Maryam M. Asgari, profesor di departemen dermatologi di Harvard Medical School.

Sejumlah serum memiliki bahan utama yang dikombinasikan dengan formula khusus. Misalnya, kombinasi vitamin C, vitamin E, dan asam ferulat. Vitamin C efektif mencegah bitnik-bintik cokelat, dan memperbaiki kerusakan sel kulit akibat sinar UV matahari, sekaligus menstimulasi pertumbuhan kolagen baru.

Sementara itu, kandungan antioksidan termasuk polifenol dari teh hijau dan resveratrol dari anggur pada serum, bermanfaat mengatasi keriput. Pilihan lainnya adalah retinol dan niacinamide, untuk mengobati jerawat.

Jika Anda mengeluhkan warna kulit yang tidak merata atau kusam, carilah formulasi yang dapat mencerahkan dan memudarkan noda flek, seperti asam kojic dan asam glikolat.

Jika kulit Anda kering, kaku, dan terkelupas, temukan serum kulit dengan kandungan vitamin E, niacinamide, dan asam glikolat. Ditambah ceramide, yang merupakan molekul lemak akan mengunci kelembapan kulit, sehingga wajah terlihat lebih kenyal dan bercahaya. Pilihan ideal lainnya adalah serum yang mengandung asam hyaluronic, atau peptida kolagen untuk merangsang sel kulit baru yang segar dan tampak awet muda.

Apakah Semua Serum Kulit Diciptakan Sama?

Tidak semua serum memiliki manfaat yang sama. Kandungan aktif, formulasi, dan stabilitas senyawa pada serum menentukan khasiatnya. Serum kulit yang baik tidak selalu mahal. Pilih jenis serum yang komposisi bahan sesuai kebutuhan kulit Anda, dan baca label komposisi bahannya sebelum membeli.

Peringatan dalam Pemakaian Serum Kulit

Berhati-hatilah dalam memilih serum.  Sebab, bahan-bahan yang terlalu kuat dapat mengiritasi kulit sensitif. Untuk menguji sensitivitas kulit, oleskan dahulu sedikit serum ke bagian belakang telinga dan tunggu reaksi yang muncul.

Jika tidak ada reaksi alergi seperti rasa panas, gatal atau nyeri, seharusnya kulit Anda baik-baik saja dengan serum tersebut. Selain itu, berhati-hatilah jika ingin mengombinasikan beberapa produk serum sekaligus dengan kandungan asam.

Sebagai contoh, kulit Anda baik-baik saja dengan pemakaian serum Vitamin C, yang bersifat asam. Selanjutnya, Anda juga berencana menggunakan krim retinol bersamaan dengan serum Vitamin C.

Hal ini sebaiknya dihindari dan selalu berkonsultasi dengan dokter kulit, untuk memastikan bahan atau produk serum yang cocok bagi kulit Anda.

more
perbedaan flu dan pilek

Perbedaan Antara Flu atau Pilek yang Harus Anda Ketahui

Mengetahui perbedaan pilek dan flu itu penting sekali. Sebab, flu bisa memicu komplikasi serius, seperti infeksi pneumonia pada paru yang mematikan. Penanganan flu sebaiknya dilakukan dalam 48 jam sejak gejala-gejala awal muncul. Obat-obatan antivirus melalui resep dokter bisa mempercepat kesembuhan. Simak perbedaan antara flu dan pilek dalam artikel ini!

Flu Menyerang dengan Cepat

Jika badan terasa remuk redam seketika, mungkin Anda terkena flu. Sakit tenggorokan, sakit kepala, badan pegal-pegal, hidung tersumbat, dan batuk, semua datang seketika.

Pilek tidak seberat flu, tetapi disertai hidung berair atau mampet. Flu bisa sembuh selama 2-5 hari, tetapi tubuh masih terasa tak nyaman selama seminggu bahkan lebih. Sedangkan pilek datang lambat dan sembuhnya cukup lama setelah sekitar 10 hari.

Flu Biasanya Demam

Sebagian orang biasanya sedikit demam ketika pilek, tetapi sebagian lagi tidak. Jika Anda menderita flu, Anda biasanya demam. Suhu bisa mencapai 38-40 derajat Celcius.

Anak-anak biasanya demam meskipun terserang pilek. Tetapi saat menderita flu, suhu tubuh bisa lebih tinggi lagi.

Jika Flu, Pegal Bisa Terasa Berminggu-minggu

Tubuh biasanya terasa sangat capek dan pegal-pegal. Rasa letih dan lemas ini bisa bertahan hingga 3 minggu, atau bahkan lebih lama pada orang-orang tertentu, seperti para lanjut usia, penderita penyakit kronis, ataupun yang daya tahan tubuhnya rendah. Beda dengan pilek, biasanya rasa tak enak badan itu hanya beberapa hari.

Sakit Kepala Flu Terasa Lebih Berat

Kedua penyakit ini sama-sama bikin sakit kepala. Tetapi sakit kepala karena pilek, terasa lebih ringan daripada flu. Begitu juga gejala-gejala pilek lainnya.

Batuk Flu bisa Lebih Parah

Pilek dan flu adalah penyakit pernapasan yang bisa menyebabkan batuk. Namun pneumonia (infeksi paru-paru) bisa terjadi sebagai komplikasi flu. Segera hubungi dokter jika batuk yang dialami parah. Apalagi jika disertai demam lebih dari 39 derajat Celcius, kedinginan, sulit bernapas, dan sakit dada jika batuk.

Sakit Telinga Bisa Terjadi pada Pilek dan Flu

Baik pilek maupun flu bisa menyebabkan gangguan pada telinga. Itu terjadi karena tekanan pada telinga meningkat. Akibatnya kita tidak bisa mendengar dengan baik, nyeri, dan terkadang terdengar seperti letupan di telinga. Biasanya semua akan menghilang seiring hilangnya gejala-gejala lain.

Hubungi dokter jika sakit telinga berlanjut meskipun pilek dan flu telah berlalu. Apalagi jika tiba-tiba menjadi sakit luar biasa. Bisa jadi terjadi infeksi telinga dan butuh penanganan lebih lanjut.

Pilek Sering Diawali Sakit Tenggorokan

Gejala awal ini biasanya menghilang dalam 1-2 hari, begitu juga hidung berair. Sakit tenggorokan kadang juga terjadi pada flu. Jika demikian, kemungkinan besar sakit tenggorokan itu datang bersama gejala flu lainnya.

Hidung Mampet Biasanya Gejala Pilek

Jika hidung mampet tetapi tidak demam, pegal-pegal, dan hanya sedikit tak enak badan, kemungkinan itu pilek. Meskipun mereka yang menderita flu bisa jadi juga mengalami hidung mampet dan bersin-bersin.

Kedua penyakit ini bisa memicu infeksi sinus. Di antara gejalanya adalah ingus berubah warna menjadi kuning atau hijau. Kemudian sakit kepala, sakit di kening, pipi, serta area tulang hidung. Anda bisa kesakitan jika menoleh atau menggerakkan kepala.

Kadang dari pilek atau flu, kita bisa terjangkit bakteri lain dan membutuhkan antibiotik.

more